My Fat Girl

My Fat Girl
Tragedi Masa lalu



"Author pov"


Fatih benar benar kaget dengan kabar meninggalnya Qiya, ia penasaran tentang sebab kematian Qiya lantas sesampainya fatih dan mama aruna di ruangan fatih mama aruna mulai bercerita tentang tragedi masa lalu itu


flashback on


"saat itu adalah tanggal 7 september 2012 tante mengingatnya" mama aruna mulai bercerita


"Kejadian ini terjadi tepat sepuluh hari sebelum hari pernikahan aruna hari itu sekitar jam 08.00 Qiya datang ke rumah kami saat itu tante dan om juga ikut ngobrol bersama aruna dan Qiya di ruang tamu,,,, kala itu Qiya meminta izin tante untuk mengajak aruna menjemput mama dan kakaknya di bandara


"Tan boleh ya Qiya ajak aruna jemput mama dan kakak ke bandara soalnya hari ini papa sibuk jadi Qiya yang disuruh jemput" jelas Qiya saat itu


"Kalian itu nikahannya sudah tinggal sepuluh hari lagi seharusnya udah gak keluar jauh jauh dari rumah, dan lagi kalian harusnya sudah dipingit gak boleh ketemu kayak gini kalau kata orang tua dulu *nda**k elok* (gak bagus)" Qiya terlihat menggaruk garuk kepala belakangnya


"bener itu ya habis ini tahan dulu ya ketemunya nanti kalau setelah ijab qobul kamu boleh bawa aruna keman mana " timpal papa aruna dan arunapun hanya tertawa melihat ekspresi Qiya


"ya deh om,,,, kalo gitu Qiya berangkat sendiri aja,,,, kasian mama entar kelamaan nunggu Qiya" mulai beranjak dari duduk salim sama tante dan papa aruna


"kamu hati hati lo ya gak usah ngebut" pesan papa aruna


"iya om Qiya berangkat assalamualaikum" kemudian Qiya memasuki mobilnya dan mobil itu mulai berjalan semakin menghilang meninggalkan rumah kami


Sekitar jam 11.45 aruna keluar dari kamar terlihat berbicara di handphonenya


"*udah sampai??"


*_*


"alkhamdulillah gimana udah ketemu tante dan kakak?"


*_*


"mau langsung balik apa kemana dulu?"


*_*


"ok ok yaudah hati hati*" kemudian aruna memaTikan teleponnya


"udah sampai Qiyanya?" tanya tante pada aruna


"udah ma udah ketemu kakak sama mamanya juga,, katanya mau istirahat sebentar terus pulang"


setelah itu aruna kembali masuk kamar untuk mengerjakan entah apa, dan tante sama om keluar karena ada urusan. Sekitar pukul 16.00 tante sama om pulang, kami melihat aruna kebingungan


"*kamu kenapa sih run kayak orang bingung giti?"


"ini mah nomer Qiya dari tadi gak aktif"


"mungkin habis batrai"


"bisa jadi"


"udah tunggu aja nanti mungkin ba'da magrib juga udah sampai rumah"


"iya deh*"


mama aruna bercerita dengan berkaca kaca mengingat keadaan aruna pada saat itu


***


Jadi saat aruna gelisah tak bisa menghubungi Qiya pukul 16.00, sebenarnya Qiya sudah mengalami kecelakan di lampu merah kota J******, kecelakaan itu terjadi ketika mobil Qiya berhenti di pemberhetian lampu merah di depan mobilnya ada truk trailer yang membawa motor motor baru di bak belakangnya,,, awalnya semua baik baik saja Qiya,mama,kakak beserta keponakannya asyik berbincang bincang membicarakan kakak iparnya yang belum bisa ikut datang ke B***** karena pekerjaan, mereka juga tertawa meledek Qiya yang akan melepas masa lajangnya sebentar lagi tiba tiba dari arah belakang ada truk PER****** berciri khas merah dan putih pengangkut bahan bakar yang berjalan tak terkendali karena remnya blong ,,,,,,,


Bruuuuaakkk ,,,,,,,,suara dentuman kecelakaan itu


jerit orang orang di sekitar lokasi kejadian juga mengiringi kejadian itu, mobil yang ditumpangi Qiya beserta keluarga ringsek terjepit antara truk trailer dan truk PER****** tersebut sudah bisa dipastikan penumpang dalam mobil tersebut tidak selamat,,,, evakuasi pengeluaran korban dari mobilpun begitu dramatis mereka semua terjepit body mobil hingga beberapa anggota tubuh tidak lagi utuh butuh waktu hampir tiga jam untuk mengeluarkan tubuh para korban, sekitar pukul 19.00 barulah diketahui identitas Qiya beserta penumpang lain di mobil lalu polisi bisa menghubungi pihak keluarga


pukul 19.30 semua keluarga histeris mendengar kabar duka tersebut,,, apalagi papa Qiya beliau menyesal telah menyuruh Qiya menjemput mamanya,,,,setelah kesedihan yang belum ada ujungnya tante Qiya ingat untuk menyuruh salah satu sepupu Qiya untuk mengabari aruna, tepat pukul 21.00 sepupu Qiya sampai di rumah aruna


"*tok tok tok tok assalamualaikum"


"siapa yang bertamu malam malam*?" kata papa aruna


"gak tau pa coba buka mungkin penting" saut mama aruna


kemudian mereka berdua keluar kamar untuk membuka pintu,,,, terlihat aruna juga keluar dari kamar akhirnya mereka bertiga menuju pintu utama untuk melihat siapa tamu mereka, kemudian papa aruna membuka pintu tersebut


"waalaikum salam" ucap papa aruna


"loh mas dion ada apa malam malam kesini" sapa aruna


"biarkan tamunya masuk dulu run" tegur mama aruna "ayo masuk nak dion"


"iya terima kasih tante" kemudian dion masuk dan mereka semua duduk di sofa ruang tamu


"*sebelumnya saya minta maaf om tante telah mengganggu waktu istirahatnya saya kemari untuk menyampaikan kabar duka,,,,,,,,(sepupu Qiya menjeda sesaat kata katanya,, terlihat aruna sudah semakin panik)


" tadi sore mobil Qiya mengalami kecelakaan di J****** sehingga Qiya,mama,kakak,. beserta keponakanya tidak selamat"


"ti ti tidak mungkin mas gak mungkin kan?? Qiya pasti baik baik saja ini tidak mungkin*" teriak aruna tak percaya dan mama aruna sudah menangis melihat reaksi anaknya


"kamu tenang dulu run" kata papa aruna


"tidak pa ini pasti salah aruna gak percaya aruna gak percaya huuuuuu huuuiuu"


tiba tiba bruukkk,,,,,, aruna pingsan, mama,papa,beserta dion panik lalu aruna diangkat menuju kamarnya


"pa gimana aruna pa?" mama aruna panik sambil menangis kebingungan


"*mama harus tenang,, kalau mama kayak gini siapa yang akan menguatkan aruna??"


"hhuuuuuuu iya pa*"


setelah lebih dari 25 menit aruna mulai tersadar, dia masih kebingungan namun setelah mengingat kabar yang ia terima tadi dadanya kembali sesak, dia mulai memukul mukul dadanya dan hanya tangisan yang bisa mewakili perasaannya kini, dia juga berharap semua yang terjadi hanya sebuah mimpi namun berulang kali dia meyakinkan diri kenyataan calon suami yang sangat ia cintai sudah kembali dipanggil Sang pemiliknya,,,,,,,


to be continue


maafken author ceritanya masih turus syedih syedih,,,,,,