
"Author Pov"
"AIRA" ucap Fatih saat sadar yang ia lihat adalah kenyataan, ia langsung mendekati Aira dan memeluknya erat.
Lagi lagi baru kali ini Laika merasakan pelukan hangat dari seseorang, bolehkah kali ini Laika berharap kalau dia benar benar anak kandung mereka.
Sementara Aruna, Airi dan Alan menangis haru melihat interaksi Fatih dan Aira mereka. Setelah selesai dengan pelukan haru biru,akhirnya mereka semua duduk di ruang keluarga. Dan mulai bercerita tentang keadaan selama ini
"Maaf bolehkah Ai tau kenapa Ai bisa terpisah dari kalian??" tanya Aira penasaran
Fatih dan Aruna saling pandang, menimbang siap yang harus bercerita, dan dari pandangan mata mereka sepakat Fatih yang akan bercerita.
"Jadi jauh sebelum ayah sama bunda menikah, bunda sudah sempat bertunangan dengan teman ayah namanya Qiya, namun saat bunda hampir menikah, Qiya mengalami kecelakaan hingga kehilangan nyawanya" ucap Fatih sambil mengawang masa lalu
Sedangkan Airi, Aira, dan Alan tampak serius mendengarkan cerita dari ayah mereka.
"Bundamu sempat depresi karena hal itu dan saat itu ayah sedang berada jauh di kalimantan " tutur Fatih lagi
Airi, Aira dan Alan langsung melihat ke arah bundanya tak percaya saat mendengarkan itu. Aruna yang paham dengan tatapan ketiga anaknya, menganggukkan kepala tanda membenarkan cerita Fatih, lantas ketiga anak itu kembali fokus mendengarkan cerita Fatih.
"Tapi opa dan oma kalian tak pernah putus asa mencarikan obat untuk bunda kalian, sampai beberapa kali bunda kalian berganti psikiater, hingga akhirnya opa dan bunda kalian bertemu dengan dokter Andi. Lambat laun karena diobati dokter Andi bundamu sembuh, dan mereka juga menjadi akrab karena seringnya bertemu.
Karena hal itu opa kalian berusaha menjodohkan bunda kalian dengan dokter Andi. Tapi bunda kalian cintanya sama ayah jadi gimana dong???"
"Buuukkk" Aruna memukul lengan suaminya kesal
"Ayah lupa siapa yang memendam cinta ke bunda dari SMA?" ucap Aruna masih kesal
"Hihihihi peace bund" ucap Fatih sambil mengangkat dua jarinya
Airi, Aira dan Alan tertawa melihat tingkah konyol kedua orangtuanya itu.
"Yah,,,,, lanjut dong jangan bercanda terus" ucap Airi setelah tawanya berhenti
"Ok ayah lanjutin ,,,,,,,, Ya karena bunda gak cinta sama dokter Andi bunda gak mau dijodohin, nah kalau opa kalian sangat dukung bunda sama dokter Andi lain dengan oma kalian, oma dukung ayah sama bunda. Sampai akhirnya bunda dan ayah jadian tapi naas di hari jadian bunda sama ayah, oma kalian meninggal dengan cara tragis" Fatih diam sesaat dan mengingat bagaimana duka mereka di hari itu
"Tragis gimana om??" tanya Aira alias Laika penasaran
"Ai jangan panggil saya om panggil ayah seperti Airi dan Alan" tegur Fatih pada Aira
Aira hanya menundukkanan kepalanya malu, bagaimana dia harus memanggil orang yang pernah menjadi target pembunuhannya sebagai ayah.
"Ayo Ai biasakan panggil saya ayah,,,,," ulang Fatih lagi
"I iya Y,,,,,, yah jadi setragis apa kematian oma??"
"Oma kalian meninggal dengan banyak luka tusukkan di tubuhnya"
Lagi lagi Airi, Aira dan Alan terkejut mendengar cerita ayahnya.
"Lalu siapa yang membunuh Oma yah??" kali ini Alan yang bertanya
"Kami sempat salah mengira siapa pembunuhnya, sampai akhirnya terkuak dokter Andilah pembunuh oma kalian. Ayah dan opa membuat sandiwara pernikahan palsu bunda kalian dan dokter Andi, tentu itu untuk menangkap dokter Andi, akhirnya dokter Andi tertangkap.
Namun setelah tujuh tahun yaitu tepat di hari ulang tahun kalian yang ke lima, dokter Andi kabur dari penjara. Dan akhirnya terjadilah drama penculikan Aira, berbulan bulan ayah dan bunda mencari kamu Ai, terakhir ayah melihat kamu dibawa kabur dokter Andi ke luar negeri menggunakan kapal laut "
"Yah,,,, kenapa bunda tak tau tentang Aira dibawa kabur menggunakan kapal laut??" tanya Aruna bingung
"Hehe he maafin ayah bund,,,, ayah memang sengaja gak cerita sama bunda, biar bunda gak sedih"jelas Fatih pada Aruna
"Jadi Ai siapa yang mengasuh kamu selama ini, dan bagaimana bisa kamu lolos dari Andi??" tanya Fatih penasaran sekaligus bertujuan agar istrinya lupa dengan kemarahannya
"Ai selama ini diasuh oleh papi yah,,,. dan Ai tak pernah mendengar nama Andi"
"Siapa nama papi kamu??" tanya Fatih lagi
"Afanas kusuma" jawab Aira jelas
"Afanas kusuma??? Andi kusuma??" Fatih memulai menghubung hubungkan nama tersebut "Ai kamu punya foto papimu?? bolehkah ayah melihatnya???"
"Punya yah di smarth phone Ai ada foto papi,,,, ah,,,,, shiittsss,,,,,," pekik Aira spontan saat sedang mencari smarth phonenya
Seisi ruangan itu melihat Aira terkejut,,,,,, bagaimana gadis itu bisa mengucapkan kata kata kasar, Aira yang menyadari keterkejutan orang orang langsung meminta maaf.
"Maaf,,,,, "ucap Aira dengan penuh penyesalan
Fatih yang mendengar kata maaf Aira jadi menyesal, tidak seharusnya dia dan Aruna bersikap seperti ini pada Aira, selama ini Aira alhamdulillah sudah diasuh entah siapa, meskipun cara pengasuhannya mungkin tidak benar, tapi setidaknya Aira masih dalam keadaan sehat walafiat sampai sekarang.
"Gak apa apa sayang,,,,, ayah sama bunda ngerti" ucap Fatih menangkan "Jadi mana foto papi kamu?" tanya Fatih lagi
"Maaf yah maaf bund smarthphone Ai ketinggalan" ucap Aira menyesal
"Gak apa apa sayang jangan sedih,,,,,"ganti Aruna yang menenangkan Aira
Tiba tiba Fatih ingat pernah menyimpan gambar Andi yang ada di kertas, saat dulu Andi menjadi DPO alias buronan. Tanpa berkata apa apa pada orang di ruangan itu Fatih beranjak menuju ruang kerjanya, dia mencari kertas itu di beberapa laci meja kerjanya.
Setelah mengacak ngacak isi lacinya akhirnya Fatih menemukan kertas yang ia cari cari, diambilnya kertas itu dan segera keluar menuju ruang keluarga lagi.
Fatih terlihat berjalan cepat menuju ruang tamu dengan membawa kertas di tangannya. Aruna, Airi, Aira dan Alan penasaran dengan kertas yang dibawa Fatih.
Sesampainya di ruang keluarga Fatih langsung menghampiri Aira, dan menunjukan kertas itu pada Aira.
"Sayang,,,,, apa seperti ini wajah papimu???" tanya Fatih sambil menunjukkan kertas yang dipegangnya
Aira yang melihat itu tanpa ragu langsung menganggukkan kepalanya "Bagaimana ayah bisa memiliki foto papi??"
"Dia Andi kusuma Ai bukan Afanas kusuma" ucap Fatih menjelaskan
"Benarkah yah???" tanya Aira
"Iya sayang ini adalah Andi"
Tiba tiba mata Aira langsung berkaca kaca, tanpa bisa dibendung lagi air matanya keluar tanpa permisi. Aruna dan Fatih tentu bingung dan khawatir melihat Aira seperti itu.
"Sayang,,, kamu kenapa???" Aruna langsung mendekati Aira dan mencoba menenangkan dengan memeluknya.
Beberapa lama Aira hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan bundanya. Saat tangisnya reda, barulah ia mulai berbicara lagi.
"Yah maafkan Ai,,,"
"Untuk apa Ai kamu meminta maaf??"
"Untuk,,,,,
To be continue
Aira minta maaf untuk meminta vote, like komen dari reader๐๐,,,,,,mohon dukungannya ya๐๐