
"Fatih pov"
Selepas mendapat berita dari bapak kemarin aku benar benar mengurus kepulanganku ke jawa,,,, kurasa tujuh tahun sudah cukup aku juga harus memikirkan orang tuaku yang sudah semakin berumur,,, mereka tentu mengharapkan bisa dekat dengan anak anaknya, aku sudah mengajukan resign dari puskesmas dan tinggal menunggu dokter pengganti datang aku bisa terbang ke jawa
Ternyata menunggu dokter pengganti tak hanya butuh waktu sehari dua hari,,, setelah hampir sebulan dokter itu baru bisa datang dan aku baru bisa berangkat setelah melakukan serah terima dengan dokter baru tersebut.
***
Surabaya, 25 januari 2019
Tepat jam sembilan lebih sepuluh pagi pesawat yang aku tumpangi mendarat dengan selamat di bandara Juanda,,,,,, setelah pesawat benar benar berhenti para pramugari mempersilahkan kami untuk keluar satu persatu,,,, setelah keluar dari pesawat aku dan para penumpang lainnya menuju tempat pengambilan bagasi, kami antri menunggu barang kami keluar melewati mesin putar. sambil menunggu aku mulai menghidupkan smarthphone yang aku matikan selama penerbangan tadi kemudian langsung ke tekan nomor mas Syaif kakakku kemarin dia sudah menelepon bahwa dia akan menjemputku, hanya dengan satu deringan teleponku sudah diangkat
"*Halo mas assalamualaikum"
"waalaikum salam udah sampai fat,,,?"
"sudah mas ini masih antri ngambil barang, mas dimana??"
" kamu keluar aja mas nunggu di depan pintu keluar sama ibu ini*"
sambil mendengar suara mas fatih di sebrang aku mengambil barang barangku yang telah keluar
"*Loh sama ibu to?? yaudah ini barangnya udah fatih bawa,,,, fatih tutup dulu teleponnya"
"iya*" mas syaif kemudian menutup teleponnya lantas akupun keluar dan langsung disambut mas syaif,safa, dan ibuku
lantas ku hampiri ibuku dan segera ku cium tangannya dan ibu membalas mencium pipi kanan kiriku lalu memelukku erat
"le,,,,, ibu kangen kamu merantaunya kok yo suwi men?" kudengar isakan ibu mengiringi perkataannya
"Maafkan fatih buk,,,,," hanya itu yang bisa ku ucapkan pada beliau,, kemudian ibu melonggarkan pelukannya
"Kamu kok jadi kurus gini to le le" masih terlihat cucuran air mata beliau
"ah masak,,,,orang makin ganteng gini lo bu" ku jawab ibu dengan candaan kemudian ku alihkan pandanganku pada mas syaif aku juga mencium tangannya kemudian kami berpelukan ia menepuk nepuk bahuku setelah mas syaif melepaskan ku aku juga menyapa safa dia mencium tanganku kemudian aku menggedongnya
"kelas dua pak lek*" jawabnya malu malu mungkin karena sudah lama kami tak bertemu
"loh bapak gak ikut buk??" baru ku sadari sedari tadi tak kulihat sosok ayahku
"sebenernya tadi bapakmu pengen iku tapi dia malah gak enak badan jadi ibu larang ikut biar sekalian jaga rumah"
"Ya udah kalau gitu kita cepat pulang kasian bapak"
Kemudian kami semua berjalan menuju mobil mas syaif,,, setelah semua masuk mas syaif mulai menginjak gasnya,,,, perjalanan selama empat jam terasa cepat karena tadi aku langsung tertidur sekarang aku sudah berada di depan rumahku,,, rumah yang penuh dengan kenangan,,, segera aku menuju pintu utama belum sempat aku membuka pintu bapak sudah membukanya dari dalam aku langsung mencium tangan beliau lantas kami berpelukan
"*akhirnya kamu pulang juga le,,,,,"
"enggih pak,,,, maaf fatih lama gak pulang pulang"
"wes gak apa apa yang penting sekarang kamu sudah di rumah*" bapak menepuk bepuk bahuku sambil tersenyum
"Ya udah ayo masuk,,,, buk,,, kenapa cengeng banget gitu aja nangis lagi" pekik bapak pada ibuku,,, kemudian kami semua tertawa bersama,,,,, sore itu kami habiskan dengan cerita ceritaku ketika aku bekerja di kalimantan,,,, kemudian kami makan bersama
****
Hari terus berjalan tak terasa sudah dua setengah bulan aku di rumah dan cukup lega ketika aku sama sekali tak pernah bertemu aruna maupun Qiya, kini aku sudah mulai membuka praktik aku menyewa sebuah tempat untuk ku jadikan klinik, tepatnya sudah lima hari sejak aku membuka klinik ini karena sebelum kepulanganku ternyata bapak sudah mencarikan tempat untuk ku jadikan tempat praktek jadi saat di rumah aku langsung menyiapkan segala sesuatu untuk melengkapinya,,, memang sekarang klinikku masih sepi tapi aku yakin lambat laun pasti akan ramai,,,,
Kini sudah lima bulan aku buka praktek alkhamdulillah klinikku sudah semakin ramai,, akupun sampai menelepon Nia dan eric untuk membantuku,,, aku mendapatkan nomor nia dari eric yang tak sengaja bertemu beberapa waktu lalu, dan alkhamdulillah Nia dan juga eric bersedia membantuku, nia kini sudah berkeluarga ia bahkan sudah memiliki anak yang imut berusia dua tahun sedangkan eric sama denganku kami masih betah melajang,,,,,
Tiba tiba anganku kembali melayang membayangkan saat kami masih sama sama menjalani masa koas saat itu aku dan nia dijodoh jodohkan oleh teman teman walaupun kami akhirnya juga tak pernah jadian dan kini nia bahkan sudah memiliki anak, lamunanku terhenti ketika suara ketukan terdengar di pintu ruanganku
"Permisi dok ada pasien bisa saya suruh masuk sekarang?" jelas seorang perawat padaku
"ah iya sus,,,,," kutunggu beberapa saat pintu ruanganku mulai terbuka aku tercekat terlihat sosok cantik berambut coklat sebahu, matanya masih seperti dulu dihiasi kelopak indah dan bulu mata lentik,,, bibirnya masih ranum menggodaku tapi ia tampak tak segendut dulu namun itu semakin menambah kecantikan yang selalu aku kagumi semenjak dulu, kini aku membeku dia juga tampak kaget,,,,,,,, tujuh tahun perjuanganku sekejab menjadi sia sia saat aku melihatnya lagi,,,,,,
to be continue
Kakak kakak mohon like, komennya ya,,, yang sudah lek koment saya ucapakan terima kasih,,,,,cium jauh dari author yang masih terus belajar😘😘