
"Author pov"
"Apa,,,, jadi dia benar benar melakukannya??" tanya Aruna penuh selidik
"Eh,,,, jangan salah paham dulu, jadi ceritanya begini,,,,. "
Flashback on
"Alfia pov"
Jauh malam sebelum Fatih di jebak, sebenarnya Aku adalah istri sah Andi kusuma, awalnya aku tidak tau kalau dia seorang psikopat, tapi setelah menikah aku tau kalau dia sering main perempuan di luar, satu dua kali dia mengelak saat aku tanyai, tapi saat ketiga kali aku memfotonya sedang bersama seorang wanita, dan kutunjukkan bukti itu padanya tapi bukannya mengaku, malam itu malah menjadi awal semua sifat asli Andi terungkap,
Malam itu aku dipukul,di tendang dan di seret lalu aku masih dipaksa melayani nafsunya, aku fikir aku akan mati malam itu. Tapi paginya aku masih bisa terbangun, namun dengan rasa remuk di seluruh badanku, tapi anehnya Andi memperlakukanku dengan baik seperti tidak terjadi apa apa semalam, dan itu justru membuatku semakin takut.
Setelah tubuhku sembuh dari luka penganiayaan Andi aku mencoba untuk mengajukan gugatan cerai, tapi saat aku akan menyerahkan berkas berkas perceraianku aku pingsan. Dan saat aku membuka mata orang pertama yang aku lihat adalah Andi, dan seorang dokter yang langsung memberiku selamat
"Selamat bu anda telah mengandung 12 minggu" ucap dokter itu yang membuat aku syock, tapi kulihat Andi tersenyum bahagia mendengarkan kabar itu, dan setelah itu dokter meninggalkan ruangan.
Yang ku kira Andi bahagia dengan kehamilanku ternyata aku salah, setelah kepergian dokter ia menghampiriku, lantas menjambak rambutku kasar
"Kau mau bercerai denganku?" tanyanya dimengan senyum sinis "sebelum aku melepaskanmu sendiri kau tidak akan bisa lepas dariku" kata kata Andi diselingi tawa devilnya yang membuat aku makin bergidik ngeri.
Setelah itu waktu berjalan mengikuti kehendak Andi, meski sesekali memukulku tapi tak ia lakukan sekeras dulu, ya tentu karena aku sedang mengandung anaknya, tapi hobinya main perempuan di luar sudah tidak terkendali lagi, sampai hari dimana kelahiran anak kami, dia tak pulang,,,,, atau sekedar telepon menanyakan kabarku, dia malah bermain gila dengan wanita wanitanya, dan aku berjuang sendiri antara hidup dan mati untuk menghadirkan anakku ke dunia.
Sejak kelahiran anaknya ia semakin jarang pulang, dan tetap dengan petualangannya bermain wanita, kadang aku heran,,, bagaimana dulu ia bisa jadi seorang dokter, dengan kelakuannya yang seperti itu.
Tapi suatu hari ia berkata padaku jika dia akan menikah lagi, aku tentu saja kaget karena selama ini ia hanya main main dengan wanita wanita itu, dan tak berniat menikahi mereka, tapi sekarang apa? Saat itu dia selalu mengelu elukan nama Aruna setiap hari, aku tak pernah berfikir kalau Aruna yang ia maksut Adalah Aruna teman SMA ku di SMA Nusa Bangsa dulu, sampai saat ia menunjukkan foto Aruna padaku.
Tapi kengerianku semakin menjadi kala ia kembali membunuh om Anwar, dan mengkambing hitamkannya sebagai pelaku pembunuh mama Aruna, awalnya aku tahu saat Andi dan om Anwar bekerja sama untung menghancurkan keluarga Aruna, dari yang aku dengar om Anwar menyalahkan Aruna atas meninggalnya Qiya, istri beserta anak perempuannya, maka dari itu om Anwar menjadi alibi Andi saat Andi membunuh mama Aruna, saat pembunuhan itu terjadi ia mengaku sedang melakukan sesi teraphy bersama om Anwar, itu kesepakatannya dengan om Anwar.
Tapi lambat Hari om Anwar mengetahui kalau niat Andi adalah mendapatkan Aruna, bukan menghancurkan keluarganya, saat mereka mulai tak sejalan om Anwar berniat membuka kedong Andi Andi pada Aruna tentang pembunuhan itu, tapi belum sampai om Anwar menemui Aruna, Andi sudah terlebih dulu menghabisi om Anwar dengan menyuruh anak buahnya untuk menabrak om Anwar saat pengejaran polisi, dan sebelumnya dia juga sudah menaruh bukti bukti yang memberatkan om Anwar di dalam rumah om Anwar, kalau untuk insiden penusukan ia sengaja menusukkan sendiri pisau itu ke perutnya, tujuannya jelas satu untuk memberatkan om Anwar dan yang kedua bertujuan untuk menarik simpati Aruna.
Tapi yang diharapkan Andi tidak terjadi, Aruna tetap memilih Fatih, maka dari itu ia mulai menggunakan aku sebagai alat untuk menggoda Fatih, apalagi saat ia tau kami dulu adalah teman sekelas dan aku juga pernah dekat dengan Fatih, dan dibuatlah rencana saat aku awal mula tak sengaja bertemu dan kemudian di tabrak oleh Fatih, awalnya jelas aku menolak hal itu, tapi Andi mengancamku akan membunuh anak kami dan ibuku, bahkan ia sudah menyandra ibu dan anakku, aku sangat tau dia tak pernah main main, yang aku ketahui sudah dua kali dia membunuh orang, entah jika lebih,,,,,,, jadi aku terpaksa mengikuti kemaunnya, tapi lama lama aku juga berfikir dan kasihan sudah 14 tahun Fatih mencintai Aruna, haruskah mereka berpisah? aku tak akan tega , dan mulai saat itulah aku merancang rencana untuk melawan Andi.
Sebelum Andi memberi obat perangsang pada Fatih malam itu, siangnya aku diam diam memasang kamera tersembunyi untuk merekam semua perbuatan Andi, dan juga sebagai bukti jika nanti Andi menyudutkan Fatih. Andi fikir semua berjalan sesuai rencananya, dan Fatih juga sudah mulai merasakan efek obat perangsang tersebut malam itu, semua ku lakukan senatural mungkin sampai di saat Fatih mulai mengungkungku di bawah tubuhnya, Andi memukul Fatih hingga Fatih pingsan. Setelah itu Andi tertawa puas dan memaksaku untuk melayaninya kembali, tapi ia melakukannya dengan kasar dan ditambah pukulan pukulan di seluruh tubuhku, setelah itu ia memintaku berpose dengan Fatih yang sedang pingsan, dan ia memfoto kami sebagai alat untuk menghancurkan pernikahan Aruna dan Fatih.
Paginya aku harus berpura pura sudah ditiduri Fatih, tapi saat itu tangisku adalah sebuah kenyataan aku menangis karena tak berdaya menghadapi Andi, dan aku makin menangis karena melihat Fatih frustasi akan ulah suamiku.
"Fi apa yang kulakukan padamu? tanya Fatih bingung saat melihatku di sampingnya tanpa sehelai baju
"Ti,,,, tidak mungkin,,, tidak mungkin aku melakukan itu,,,,,, akkkhhhhh,,,,,. " kata Fatih yang makin membuat airmataku deras .
Flashback end
"Itulah kenyataan yang sebenarnya Run, memang benar Fatih menciumku, tapi itu karena dia di bawah pengaruh date drug dan ia menganggap aku adalah dirimu"
Aruna kembali syock mendengar penjelasan Alfia, dia tak menyangka Andi semenakutkan itu, tapi rasa penasarannya akan kejadian ini masih mengulik rasa ingin tahunya.
"Lalu bagaimana papa ikut terlibat dalam rencana ini?"
To be continue
Terima kasih saya ucapkan untuk reader yang setia membaca ceritaku, cium jauh dari aku😘😘