
"Author pov"
"Mas gak mungkin gak mungkin,,,,aaaaaa,,,,,, sayang jangan tinggalin bunda sayang,,,,, bunda mau kamu,,,,,aaaaaa,,,,," tangis pilu Aruna
"Sabar yank,,,,,, kita harus ikhlas,,,,,,," ucap Fatih menenangkan meski dengan kucuran air mata
"Mas aku gak mau,,,,,,, " racau Aruna sambil terus menangis
"Yank,,,,,, yank,,,,,,, lihat aku" sentak Fatih memaksa Aruna untuk mendengarkannya
Aruna yang tadinya menangis tak terkendali, mulai diam dan menatap Fatih dengan air mata yang masih mengalir, setelah Aruna tenang barulah Fatih mulai berbicara lagi
"Yank kita harus ikhlas,,,,, Allah lebih sayang putri kita, kamu harus tetap kuat kita masih punya satu putri yang masih butuh kasih sayang kamu"
Aruna hanya menjawab dengan anggukan, dia mencoba untuk ikhlas meski hatinya sangat sakit.
"Man tolong jelasin apa yang terjadi sama putri kami?" tanya Fatih pada dokter Iman
"Putri kedua kalian mengalami Aspirasi mekonium" jelas dokter Iman
"Oh jadi itu penyebabnya,,,,, terima kasih udah membantu istri dan anak gue" ucap Fatih
"Lo yang sabar ya ,,,,, kami udah berusaha tapi Allah menginginkan yang lain" ucap dokter Iman menenangkan
Fatih hanya bisa tersenyum pedih mendengarkan hal tersebut
"Dok,,, bisakah aku gendong anakku buat yang terakhir kali" pinta Aruna memelas
"Tentu" jawab dokter Iman
Kemudian dokter Iman mengambil bayi kedua Aruna dan menyerahkannya pada Aruna
"Terima kasih dok ,,,," sambil menerima bayinya yang sudah tidak bernafas
"Sayang,,,,, terima kasih sudah hadir dalam hidup bunda, meskipun kamu belum pernah melihat bunda, kamu harus tau bunda sama ayah sayang kamu, kami gak akan pernah lupain kamu nak" ucap Aruna sendu pada jasad putrinya
Kemudian berulang kali dia menciumi jasad bayi tersebut, dengan tangisan yang tak bisa lagi ia bendung. Tiba tiba Aruna merasakan cengkraman di lengannya dan yang terjadi berikutnya
"Oek ,,,,, oek,,,, oek,,,,,,,"
Bayi yang tadinya sudah tidak bernafas itu menangis kencang, seketika semua orang yang ada di ruangan tersebut kaget dan takjub, ini sungguh keajaiban dari Allah.
Dan Aruna yang terlampau senang tanpa sadar terus saja menciumi bayinya, hingga bayi tersebut menangis semakin kencang karena merasa terganggu. Dokter Iman lantas meminta bayi itu pada Aruna untuk diperiksa, setelah melewati tahap pemeriksaan sekarang dua bayi tersebut sudah tidak apa apa, hanya bayi yang kedua membutuhkan perawatan lebih intensif di inkubator.
Sesudah Fatih menemani Aruna dijahit, karena ada sedikit sobekan dibagian sensitifnya, kemudian dia menghampiri kedua anaknya dan mengadzani mereka masing masing.
Selesai menerima perawatan sekarang Aruna dipindahkan ke ruang pemulihan, dab setelah selesai mengadzani Fatihpun juga menyusul Aruna ke ruang pemulihan. Di sana terlihat orang tuanya sudah menemani Aruna.
"Sabar buk,,,,, sebentar lagi perawat akan membawa mereka kemari untuk disusui Aruna"
Ibunya hanya manggut manggut mendengar penjelasan Fatih
"Yank kamu pasti capek sekarang?" ucap Fatih sambil mengelus rambut Aruna
"Capekku sudah hilang saat melihat mereka berdua selamat mas,,,,," jawab Aruna sambil tersenyum
Lantas Fatih mendaratkan ciumannya di kening Aruna .
"Terima kasih yank kamu sudah memberi aku dua putri yang lucu"
Tak lama mereka berbincang dua perawat datang dengan mendorong dua box bayi.
"Mbak anaknya bisa disusui dulu ya!" ucap salah satu perawat pada Aruna
"Iya sus" jawab Aruna
Kemudian perawat tersebut mengangkat salah satu bayinya dan menyerahkannya pada Aruna, setelah beberapa menit ganti dengan bayi yang satu lagi, mereka berdua harus sama sama mendapatkan kolostrum dari Aruna.
Kolostrum adalah Asi yang pertama kali keluar dari payudara ibu, kolostrum memiliki banyak manfaat untuk bayi, salah satunya adalah memperkuat daya tahan tubuh bayi.
Setelah Aruna selesai memberi ASI pada bayi bayinya, kemudian bayi bayi tersebut di ajak yang ti dan yang kungnya untuk pertama kali, mereka semua tampak bahagia dengan kehadiran bayi kembar tersebut.
Saat waktu sudah berganti siang , banyak yang menjenguk Aruna, mulai dari papa Aruna, mas Yoga dan mas Doni beserta istrinya, dan tak lupa juga mas Syaif beserta istrinya.
Mereka semua tampak ikut bahagia dengan kebahagiaan Fatih dan Aruna, meski tadi sempat ada hal yang menyedihkan tapi sekarang semua sudah berakhir dengan bahagia.
To be continue
Oke sedikit penjelasan tentang Aspirasi mekonium ya gezz , kalau Fatih jelas sudah tau ya karena dia dokter, ini informasi khusus untuk yang belum tahu tentang Aspirasi mekonium. Aspirasi mekonium adalah kata lain dari keracunan air ketuban, dan faktor yang menyebabkannya bisa bermacam macam seperti
°Kesulitan persalinan atau persalinan yang lama
°Usia kehamilan >42 minggu
°Adanya gangguan dari plasenta
°Gangguan pertumbuhan janin
Nah pada kasus Aruna ini tadi adalah karena adanya gangguan dari plasenta, makannya mekonium bayi Aruna keluar dan bercampur dengan air ketubannya dan akhirnya dihirup oleh bayi tersebut. yang kemudian menyebabkan menganggu saluran pernafasan.
Sudah sekian penjelasan dari saya dan terima kasih sudah setia membaca MFG, kasih votenya yang banyak ya, jangan lupa di like dan coment juga,,, ketjup jauh dari author 😘😘