
"Author pov"
Akhirnya Aruna bersatu dengan cowok yang ia suka,,,,, entah dengan Fatih tapi yang pasti kini ia juga mulai terlihat lebih dekat dengan Fia, meski jalan cinta mereka berbeda Aruna tetep menceritakan segala kejadian hidupnya pada Fatih,,, pun Fatih selalu setia menjadi pendengar meskipun ada rasa sakit di dadanya, karena cintanya pada Aruna tak berkurang sedikitpun.
Fatih juga belum begitu mempercayakan Aruna pada Qiya,, ia masih takut jika Aruna hanya menjadi pelampiasan nafsu Qiya semata,,,, karena ya,,,, Fatih tau betul bagaimana gaya pacaran Qiya selama ini. Maka dari itu dia selalu mengusahakan double date bersama mereka,,, hitung hitung dia bisa mengawasi dan melindungi Aruna dari keganasan sahabatnya itu, atau lebih tepatnya menganggu mereka Hehehehe
Hari ini mereka berempat sudah siap untuk pergi ke pantai bersama, mereka mengendarai mobil Qiya dengan Qiya yang mengemudi, Aruna duduk disampingnya sedangkan Fatih dan Fia duduk di belakang. Perjalanan ke pantai memakan waktu hampir dua jam dengan melewati jalan berbukit yang berkelok kelok,,, tapi mereka semua tampak menikmati pemandangannya, apalagi Aruna dan Qiya mereka terlihat amat antusias melakukan perjalanan ini.
Saat sampai di pintu gerbang wisata pantai tersebut, mereka berhenti sejenak untuk membeli tiket masuk area pantai, tidak mahal mereka hanya membayar lima puluh ribu untuk mereka berempat, setelah itu mobil Qiya melaju lagi untuk mencari tempat parkir, dan setelah mobil telah terparkir rapi mereka berempat turun dan berjalan menuju bibir pantai, Qiya menggenggam tangan Aruna mesra, mereka berjalan menikmati hamparan pasir putih dan deburan ombak pantai selatan, karena ini weekend pantainya tampak ramai, banyak pengunjung yang bermain air dan berenang di bibir pantai, juga ada suara penjaga pantai yang menghimbau para pengunjung untuk berhati hati, karena ombak pantai selatan yang terlihat tenang sewaktu waktu bisa membesar dan menarik tubuh pengunjung,,,, beberapa kali memang ada berita bahwa ada pengunjung yang terseret ombak dan di temukan dalam keadaan tidak bernyawa di pantai ini, sepertinya juga sudah menjadi pembicaraan umum bagaimana mistisnya pantai selatan.
Sedangkan Fatih dan Fia hanya duduk di tempat duduk pinggir pantai yang banyak disediakan, mereka berdua menikmati es kelapa muda di tengah matahari terik yang mulai meninggi, sesekali Fatih juga memperhatikan kemesraan Aruna dan Qiya, meskipun ada wanita cantik di sampingnya dia masih tetap merasakan sengatan cemburu melihat kemesraan pasangan itu. Saat ia melihat Qiya mulai menarik Aruna ke tempat yang agak sepi, ia lantas segera menarik tangan Fia ke genggamannya, dan dengan cepat dia berjalan untuk mengikuti kemana Qiya mengajak Aruna pergi.
Di sisi lain Qiya sudah mengajak Aruna duduk di tempat duduk yang agak sepi, dia mulai mengenggam tangan Aruna, memberikan kata kata manis dan meminta Aruna hanya memfokuskan pandangan padanya, saat kemudian Aruna menatapnya,,,,, Qiya juga memperdalam tatapannya pada Aruna,,,, tangannya menulusuri pipi cabi Aruna dari atas kebawah lalu menyapukan jari jempol ke bibir Aruna, dan Arunapun merasakan ada gelenyar aneh pada dirinya saat diperlakukan seperti itu,,,, kemudian Qiya mulai menepis jarak antara mereka dari lima belas senti sepuluh senti kini hanya berjarak lima senti Aruna seperti tersihir, iapun memejamkan matanya tau apa yang akan Qiya lakukan saat hembusan nafas Qiya sudah terasa di depan wajahnya,,,,,
dan seketika Qiya dan Arunapun saling menjauhkan diri, mereka terlihat tampak kik kuk begitupun dengan Fia dia juga tampak malu karena hampir memergoki adegan mereka berdua
"Kalau begitu aku dan Fia akan pergi" ini juga pura pura ya, Fatih berharap Aruna mencegahnya pergi dasar Fatih modus hihihihi dan benar saja
"Eh,,,,,mau kemana Fat ayo kita makan siang bersama dulu,,,,, dari sampai tadi aku belum makan juga ,,,,yuk yank,,,,! Sambil menarik tangan Qiya yang ditarik tampak jengkel karena sudah gagal berci**** dan Fatih ber yesss ria di dalam hati,,,,,, sudut bibirnya tertarik samar tapi hatinya tertawa hahahahahahaha
to be continue
Haduh kasiannya si Qiya nafsu udah di ujung ujungnya eh,,, digangguin Fatih,,,,,,ππ ada gak ya para reader yang pernah mengalami ketangkap basah kayak Qiya sama Arunaππ