My Fat Girl

My Fat Girl
Fakta yang mencengangkan



"Author pov"


Fatih, Aruna dan papanya terkejut tak percaya dengan laporan bripka Reyhan, mereka sama sekali tak menduga kalau pelaku pembunuhan mama Mita adalah pak Anwar farizi, ayah dari almarhum Qiya farizi tunangan Aruna, mereka tak habis fikir apa motif beliau melakukan hal ini.


Sementara apa yang menjadi motif pak Anwar melakukan hal mengerikan, terhadap keluarga Aruna masih menjadi misteri bagi semua orang , tapi mereka masih berharap Andi tau apa motif pak Anwar, karena sebelum kejadian tadi, Andi sempat telepon bahwa ia mau memberi tahu sesuatu pada Aruna


Tapi sampai jam 8 malam belum juga ada tanda tanda bahwa Andi akan sadar dari entah pingsan atau efek anastesinya, pak Rudi yang melihat Aruna kelelahan menyuruh Aruna untuk pulang ke rumah bersama Fatih,


"Run kamu pulang saja sama Fatih! biar papa yang nungguin Andi, tadi papa sudah telepon omnya katanya ia akan segera kesini setelah menyelesaikan kerjaanya,kalau orang tua Andi sekarang sedang berada di luar negeri"


"Iya pa,,,,, Aruna pulang dulu sama Fatih, Aruna capek banget" pak Rudi menanggapi Aruna dengan anggukan


"yuk Fat balik dulu" ajak Aruna


"yuk,,,,"


Saat Fatih mulai berdiri ia melihat tangan Andi yang mulai bergerak gerak,


"Run jangan dulu,,,, lihat Andi mulai sadar" ucap Fatih pada Aruna


Mendengar perkataan Fatih,,, Aruna dan papanya segera menoleh ke arah Andi, dan benar saja Andi mulai membuka matanya ,,,


"Andi apa yang kamu rasakan?" tanya papa Aruna khawatir saat Andi membuka matanya sempurna


"A,, An di gak apa apa kok om" jawab Andi dengan lemah, wajahnya juga terlihat pucat karena banyaknya ia mengeluarkan darah.


"kamu mau minum???" tawar Aruna dan dijawab anggukan oleh Andi, kemudian Aruna mengambilkan air putih dan sekaligus membantu Andi untuk minum, setelah minum Andi meminta untuk duduk dan bersandar di kepala brankernya


"Andi apa yang terjadi kenapa kamu bisa di tusuk pak Anwar??" tanya papa Aruna


Flashback on


Pagi pagi pak Anwar menelepon saya, beliau membutuhkan konsultasi di rumahnya, beliau meminta saya datang dan saya menyanggupinya. Sekitar pukul 11 saya datang ke rumah beliau, saya di persilahkan masuk, saat itu masih ada pembantu beliau kalau gak salah namanya mbak Asri, saya dibuatkan minum oleh mbak Asri kemudian saya lihat dia pamit pada pak Anwar untuk pulang ke rumahnya, setelah mbak Asri pergi kami memulai sesi konsultasinya.


Dari awal beliau berobat ke saya, beliau memang mengeluhkan perasaan aneh, seperti beliau ingin melukai diri sendiri dan bahkan yang paling iya sering rasakan adalah ingin melukai orang lain, beliau bercerita kalau perasaan itu datang dan beliau benar benar melakukannya, perasaan beliau senang dan rilex, jelas itu adalah sebuah kelainan"


Sama juga yang iya rasakan hari ini, beliau merasakan hal itu dan beliau membutuhkan saya untuk membuatnya rilex. Saat di tengah tengah sesi konsultasi beliau tiba tiba ijin ke kamar kecil, setelah saya ijinkan beliau lantas pergi, tapi setelah saya tunggu lama beliau tak juga kembali, saya takut beliau kenapa kenapa lantas saya susul, tapi belum sampai kamar mandi saya melihat sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka, saya kira beliau ada di dalam tapi ternyata tidak.


Tapi setelah saya memasuki kamar itu lebih dalam, saya terkejut melihat kamar itu penuh dengan berbagai foto Aruna yang diambil secara candid, awalnya saya berfikir itu kamar almarhum Qiya, tapi saya kembali terkejut saat melihat om Anwar di ruangan tersembunyi dekat lemari baju, beliau menciumi foto Aruna dan mengatakan sesuatu pada foto tersebut, yang kemudian kata kata itu membuat saya terkejut, dia bilang seperti ini


" Aku sudah menyingkirkan anak dan istriku, aku juga sudah menyingkirkan mamamu hahahaha salahkan dia yang tanpa sengaja mengetahui rencanaku, jadi itu memperpendek umurnya, sebentar lagi aku akan bisa memilikimu, kau hanya milikku Aruna hahahahahahah"


Mendengar itu saya keluar pelan pelan dari kamar tersebut, dan segera menelepon Aruna, tapi naas belum selesai menelepon, pak Anwar sudah menangkap basah saya, akhirnya terjadi kejar kejaran antara saya dan pak Anwar, beliau melempar semua barang barang pada saya, dan saya masih berusaha menghindar, lama lama beliau makin marah dan akhirnya beliau mengambil pisau dan terus mengejar saya,saat beliau mendekat dan mengarahkan pisau ke saya, saya masih bisa berulang kali mengngelak


, tapi lama lama saya juga tidak bisa menghindar lagi, hingga akhirnya beliau bisa menusuk saya saat tepat saat om datang.


Flasback end


"Saya juga hampir tak percaya beliau melakukan itu, karena beliau melakukan sesi konsultasi dengan saya saat kejadian terbunuhnya tante Mita, tapi saat itu beliau ijin karena ada telepon penting tapi hingga 30 menit beliau baru kembali ke dalam ruangan saya, rupanya itu semua hanya alibi beliau,,,,," kata Andi lagi saat selesai bercerita


Pak Rudi,Aruna dan Fatih masih syock tak percaya dengan apa yang mereka dengar dari Andi, mereka benar benar tak menyangka bahwa pak Anwar bisa melakukan hal semacam itu karena obsesinya pada Aruna, bahkan umur Aruna lebih pantas di sebut anak bagi pak Anwar, dan kematian Qiya, mama serta kakaknya ternyata bukan murni kecelakaan, tapi mereka sengaja di bunuh. Kejadian tujuh tahun yang lalu kembali berputar di otak Aruna, dia amat sedih mengetahui fakta yang mencengangkan ini, tapi apalah daya semua telah terjadi dan Aruna harus melanjutkan Hidupnya.


to be continue


Kakak kakak jangan lupa tingalkan comen dan likenya,vote juga boleh Author sangat berterima kasih