
"Fatih pov"
Kutunggu beberapa saat pintu ruanganku mulai terbuka aku tercekat terlihat sosok cantik berambut coklat sebahu, matanya masih seperti dulu dihiasi kelopak indah dan bulu mata lentik,,, bibirnya masih ranum menggodaku tapi ia tampak tak segendut dulu namun itu semakin menambah kecantikan yang selalu aku kagumi semenjak dulu, kini aku membeku dia juga tampak kaget,,,,,,,, tujuh tahun perjuanganku sekejab menjadi sia sia saat aku melihatnya lagi,,,,,,
Aruna zahara kenapa sulit sekali membuangmu dari hati dan fikirannku? sekian lama kami hanya terdiam saling memandang, tiba tiba sorot matanya berubah dengan mata yang menggenang dia berjalan ke arah ku dan
plaaaakkkk,,,,,,,,,,,,
***
"Aruna pov"
Dari semalam aku sudah merasa tak enak badan ,,,,, seperti biasa asam lambungku pasti naik lagi, memang makan telat sudah menjadi kebiasaanku semenjak hari itu.
Yang ku rasakan kini adalah nyeri diperut,mual, pusing dan dada serasa panas, maka dari itu sejak pagi aku memilih tetap membaringkan tubuhku diatas ranjang, bahkan mamaku sudah mengomel sejak semalaman menyuruhku untuk memeriksakan diri ke dokter namun aku tak menggubrisnya dan tetap dalam posisi itu sejak semalam,,,,,tapi ancaman mamaku berhasil membuatku bangkit seketika
"Nah begitu kan bagus" ujar mamaku
"mama nyebelin banget sih?" jawabku sambil cemberut
"*ini tu sayang run bukan nyebelin,,,, mama gak mau ya kamu sakit begini terus,,,, kamu sekarang makin kurus tau,,,,, kalau kamu tetep ngeyel beneran deh mama bakal suruh andi jemput kamu"
"Iya iya*" meski jengkel akhirnya aku berdiri
kucuci muka dan sedikit ku poles wajah dan bibirku agar tidak terlalu terlihat pucat,,, meski sedikit pusing aku menolak mama antar karena ya pasti mama akan makin crewet saat bertemu dokter dan subgguh hal itu akan merepotkanku
Ku kendarai mobil putih kesayangan melewati jalan jalan kota menuju rumah sakit langganan namun di jalan aku melihat sebuah klinik baru,,,,,
"sejak kapan ada klinik ini kenapa aku tak begitu memperhatikan? ah daripada aku jauh jauh ke rumah sakit langganan lebih baik aku ke klinik ini saja selain dekat aku juga cepat bisa beristirahat bukankah intinya sama aku ingin berobat" batinku berkata
Setelah memarkirkan mobil di depan klinik aku segera turun dan menuju tempat pendaftaran,,,, setelah selesai melakukan pendaftaran perawat memeriksa tensiku dan memintaku menunggu sebentar,,,, setelah beberapa saat perawat itu kembali memintaku mengikutinya menuju ruang dokter
"*silahkan masuk mbak dokter sudah ada di dalam"
"Iya makasih sus*" kemudian ku buka pintu itu perlahan ku arahkan pandangan pada dokter yang ada di ruangan itu,,,, aku kaget ,,,, dan aku membisu dia orang yang ku harapkan ada di dekatku saat hari hari terberatku ketika itu tiba tiba ia menghilang bak di telan bumi nomernya tak lagi aktif begitupun dengan sosial medianya saat awal awal menghilangnya bahkan beberapa kali aku menanyakan dia pada keluarganya tapi keluarganya bilang karena dia berada di tempat terpencil sinyalnya susah jadi dia tak bisa di hubungi,,, akhirnya aku pasrah,,,, saat aku sedang dalam keterpurukanpun aku masih pasrah meski sebenarnya sangat mengharapkannya. berada di sisiku
akhirnya kini aku menemukannya dia , dia berada di sini tepat di depanku tapi entah kenapa kekecewaan ini menguasaiku aku berjalan ke arahnya dengan sebuah amarah entahlah apa aku berhak seperri ini tapi aku tak lagi bisa mengendalikan diri bahkan mataku sudah menggenang dan
"plaaakkkkk" aku menamparnya akupun tak tahu untuk apa aku melakukannya, kemudian aku berlari keluar dari ruangannya dengan cucuran air mata yang tak lagi bisa ku bendung,,,,
"Ruunn,,,,," ku dengar dia memanggilku tapi aku tak lagi memperdulikannya aku terus saja berlari menuju mobilku
Sesaat sebelum aku mencapai mobilku tiba tiba tanganku di tarik olehnya,,,, karena tak bisa menguasai tubuhku aku ambruk dalam pelukannya
aku terisak sambil memberontak meminta dia melepaskan pelukannya namun dia makin mempererat pelukannya seketika aku makin menangis keras
"Maafkan aku,,,," kata terakhir yang kudengar sebelum semuanya menggelap dan aku tak lagi mengingat apa apa
***
"Fatih pov"
"Kamu jahaaaaattt" tangis sedihnya dalam pelukanku,,,, aku sungguh tercekat ,,,, rasanya sakit melihat dia seperti ini
"Maafkan aku" hanya kata itu yang bisa ku ucapkan,,,, mengapa keadaannya jadi seperti ini
Tiba tiba tubuhnya melemas dalam pelukanku,,,,ternyata dia pingsan aku jadi begitu panik
"run,,,, run,,,,, sadarlah,,,," aku menepuk nepuk pipinya tapi tak ada restspon segera aku mengangkatnya menuju ruangan igd
"loh dok kenapa mbaknya?" tanya suster saat melihatku meggendong aruna,,,, tak kujawab aku langsung membawanya ke ruang igd
"sus tadi sudah periksa tensinya??" tanyaku pada suster yang mengikutiku
"sudah dok 90/70"
"apa keluhannya" tanyaku lagi
"pusing,mual,nyeri perut, sedikit rasa panas di dada"
deg,,,,,, mungkinkah dia hamil,??,,, meski iya apa salahnya dia memiliki suami
"hufffttt,,,,," kuhembuskan nafas kasar lalu ku ambil stetoskopku dan mulai memeriksanya
" eh tak ada tanda tanda kehamilan padanya,,,," aku mengernyit
"ah ternyata hanya asam lambung bukan hamil" lirihku dalam hati tapi kenapa aku begitu senang,,,ah entahlah,,,, aku benci perasaan ini, tapi sekarang dia mengalami dehidrasi
"*sus beri dia cairan infus dia mengalami dehidrasi"
"baik dok*,,,,," jawab suster itu sambil mulai mencari pembulu darahnya ,,,,,lalu ku tinggalkan sebentar ke ruanganku untuk memulai memeriksa pasien lain lagi,,, hari ini sungguh penuh dengan kejutan,,, karena aku sangat khawatir pada aruna aku berinisiatif untuk menelepon eric untuk menggantikan jam praktikku karena aku ingin menjaga aruna, sebelum itu aku masih menerima beberapa pasien sampai akhirnya eric datang menggantikanku
Hampir setengh jam aku meninggalkan aruna, dia sudah dipindah ke ruang perawatan oleh suster tapi dia belum juga tersadar,, sepertinya ia kecapean,, kini aku menungguinya ku genggam tangannya sambil memandang wajahnya yang terlihat pucat,,, tiba tiba bulu matanya mulai bergerak gerak sepertinya ia mulai tersadar
saat matanya sudah membuka sempurna dia melihatku dan kembali meneteskan air matanya
"kamu kemana aja selama ini huuuuuu huuuuu huuuu"
to be continue