
"Fatih pov"
Qiya benar benar menepati kata kata terakhirnya pada ku,,,,,,,, dia memutuskan pacarnya,,,,dan mulai pendekatan dengan Aruna, dan kalian tentu tau perasaanku makin risau dan sakit sekarang,,, "apakah aku pecundang????" sepertinya benar aku memang seorang pecundang, tapi senyum Aruna kini yang membuatku seperti itu, aku memilih untuk menyerah dan mengiklaskan kebahagiaan Aruna, bagiku itu lebih penting dari perasaanku sendiri.
Semalam Aruna mengirim chat kalau dia mau menceritakan sesuatu padaku,,,maka di belakang gudang sekolah inilah aku menunggunya ,,,,,,selang beberapa menit ada suara langkah kaki mendekat padaku, aku yakin itu Aruna,,,,kemudian aku menengok
" Run,,,,,,,,," aku terkejut ternyata dia bukan Aruna
"*ah,,,,, sepertinya aku mengecewakanmu??"
"oh,,,,, maaf ku kira kau tadi Aruna"
"Boleh aku duduk di sini???" pinta gadis itu
"kenapa??" aku bingung mengapa gadis ini tiba tiba ada di sini,,,,setauku tempat ini sangat jarang di datangi siswa siswi lain, ya tapi selain aku dan Aruna, ini adalah tempat kebersamaan kami
"*emmhh,,, sebelumnya maafkan,,,,,, aku sebenarnya,,,,,, aku yang meminta Aruna untuk memanggilmu ke sini"
"Apa?? " belum juga hilang rasa terkejutku karena mendapati gadis lain di tempat ini dia malah bilang bahwa dia yang meminta Aruna untuk membawaku kemari " jadi kenapa kau meminta Aruna melakukan hal ini?"
"ah,,,, sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu,, bisakah kau mendengarkannya dulu??
"iya,,,, tentu kenapa tidak??
"Terima kasih,,,,, emmhh,,,,emhhh ,,,,,,sebenarnya aku di sini untuk mengungkapkan perasaanku padamu,, a,,,,aku sangat menyukaimu,,,,, a,,,, tapi jangan khawatir aku tak akan memaksamu untuk menerima atau menyukaiku,,,, aku hanya ingin mengungkapkannya saja, aku tak mau suatu hari aku menyesal karena tak pernah mengungkapkan isi hatiku ini"
Aku begitu terkejut dengan ungkapan perasaan gadis ini padaku, meskipun tak begitu mengenalnya aku tau namanya Alfia Sara, dia juga teman sekelas ku dia juga siswi yang cukup pandai, dia energic dan cantik tapi mau bagaimana lagi hatiku sudah untuk Aruna,,,,, aku hanya bisa menunjukkan ekspresi terkejutku,,,,,, walaupun aku tak mungkin menerima perasaannya, tapi aku sangat mengapresiasi keberaniannya, dia berani mengungkapkan perasaannya padaku terlepas aku akan menerimanya atau tidak, sedang aku,,,, aku bahkan tak berani sekalipun mengucapkan rasaku pada Aruna
"Fi ,,,,, maafkan aku,,,,, aku tak bisa menerimamu, hatiku sudah untuk wanita lain,,, tapi aku sangat mengagumi keberanianmu ini" aku mencoba tersenyum hangat padanya, meskipun ku tolak dia masih menunjukkan ekspresi biasa saja, di matanya tak ada kekecewaan atau kesedihan
"aku tau kau akan menjawab seperti ini,,, sudah ku bilang tadi,,,,, aku hanya ingin mengungkapkan padamu,,," Dia masih saja tersenyum manis padaku
"*ku harap kau tak membenciku setelah aku mengungkapkan perasaanku ini" (seharusnya aku yang khawatir karena sudah menolaknya)
"jangan mengucapkan itu,,,,aku akan merasa bersalah kalau gara gara pengakuanku ini kamu jadi sedih"
"Kau gadis baik Fi,,, semoga kau mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku,,,,"
"Terima kasih ,,," lalu dia mengajak aku berjabat, kemudian dia beranjak pergi meninggalkanku,,, dan beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi, aku juga melangkah kan kaki meninggalkan tempat ini untuk masuk ke kelas.
Waktu terlewati begitu cepat kini bel pulang sudah berbunyi,,,, tadi sepanjang jam pelajaran aku memfikirkan perasaanku, haruskah aku juga mengungkapkan perasaanku pada Aruna aku juga tak ingin menyesal suatu hari nanti,,,,, meskipun nanti Aruna menolakku, aku akan tetap merasa lega dan aku bertekat untuk mengungkapkan perasaanku sekarang
"Run,,, bisa ikut aku sebentar,,,,,," aku menarik tangannya untuk mengikutiku,,,dia terlihat kaget karena aku menarik tangannya di depan anak anak lain, tapi aku sudah tak lagi perduli
"*Fat,, lepaskan aku dulu aku malu,,,,,"
"Baiklah,,,,," lantas aku melepaskannya dan dia berjalan mengikutiku
"*apa yang ingin kau sampaikan,,,,,aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu,,,,,ow,,, biar aku tebak kau pasti sudah jadian kan dengan Alfia,,,, aku turut senang Fat,,,,,,,"
"Bu,,,bukan itu"
"o ya??,,, ah tapi biar aku yang menyampaikan dulu aku sudah tak sabar,,,,,,"
"baiklah,,, sampaikan beritamu dulu*" aku mempersilahkan Aruna untuk menyampaikan berita yang membuat dia terlihat begitu senang terlebih dulu
"Fat,,,,,, Qiya,,,,, dia nembak aku,,,,,,"
deg,,,,,,,,,,,
ada beribu senyum di bibirnya tapi hatiku seperti di hujam seribu pedang, lagi lagi aku harus mundur.
to be continue,,,,,,
ya,,,,,maafkean aku makin buat mas Fatih sedih,,,,,,,,😁😁 yuk kritik dan saran yang membangun silahkan mampir,,,,,,,🙏🙏