My Fat Girl

My Fat Girl
Menghabiskan waktu dengan mu



"Aruna pov"


ku lihat jam di pergelangan tangan kiriku menunjukkan pukul 07.45 saat kami memulai perjalanan ini


"fat aku pakai snikers ini aja gak usah beli sepatu sport jam segini mana ada toko buka" ujarku pada fatih yang sedang fokus menyetir


"ini kan udah hampir jam 8 bentar lagi juga pada buka tokonya" jawabnya padaku tanpa mengalihkan perhatiannya ke jalan


"entar lama lagi ??? keburu siang panas rengekku padanya


"takut item ya??" jawabnya sambil memalingkan pandangan padaku diselingi senyuman "kenapa sih senyumnya gitu banget" gumamku dalam hati


"ya udah deh terserah kamu"


tak berapa lama kami sampai di wilayah pertokoan,,, dan benar saja saat kami mencari cari belum ada toko yang buka


"*kan pada belum buka"


"tunggu sebentar,,,,, pasti sebentar lagi ada yang buka*" jawabnya menenangkanku


menunggu sekitar 10 menit ada satu toko sepatu yang mulai buka,,,, belum juga semua pintu di buka fatih langsung menggandeng tanganku menuju toko tersebut


"mbak bisa layani kami dulu gak kami buru buru" ucap fatih pada pegawai toko


"oh iya mas silahkan masuk" jawab pegawai itu


kemudian fatih mengajakku masuk ,,,,, dia langsung mengajakku menuju area sepatu sport yang terjejer rapi di rak


"ayo cepet pilih biar gak semakin siang" titahnya padaku


"aku bingung kalau suruh cepet cepet kamu pilihin aja biar cepet" pintaku padanya


"ya udah" dengan sigap tangannya langsung memilih salah satu sepatu sport berwarna dominan abu abu yang diselingi sedikit warna hitam,,, cukup cocok bila dipadukan dengan bajuku hari ini


"masih nomer 39 kan? tanyanya padaku dan kujawab dengan anggukan,,, "hafal sekali" gumamku dalam hati


kemudian kami segera menuju kasir,,, setelah fatih membayarnya kemudian dia menyuruhku duduk di salah satu kursi dalam toko dan setelah aku duduk tanpa ku duga dia langsung mencopot sepatuku dan memasangkan sepatu sport yang baru dia belikan,,,, kenapa dia jadi so sweet gini sih?? (ya elah run dari dulu kali kamunya aja yang gak sadar ini author yang ngomong heheheheheh)


"yuk berangkat" ajak fatih yang membuat aku tersadar


Dan mulailah lagi perjalanan kami, sekitar 25 menit perjalanan kami telah sampai di kawasan wisata bukit pertapan "ow ternyata hikkingnya lewat jalur wisata" batinku berkata


ya lumayan lah nanti gak terlalu capek kan ada tangganya hihihihi


setelah memarkirkan mobilnya fatih turun lantas membukakan pintu untuk ku dan kemudian menggandeng tanganku berjalan melewati tangga tangga yang sudah disusun sedemikian rupa menuju puncak, di pertengahan jalan kami berhenti sejenak,,, aku takjub ternyata diatas telah di bangun pasar dengan stand stand yang terbuat dari bambu yang dibentuk seperti gubuk dan kebanyakan dari mereka menjual jajanan janan pasar seperti kicak,tiwul,cenil, nasi jagung dan lain sebagainya ya meskipun ada beberapa juga jajan moderen seperti sosis telur ataupun minuman minuman ala kafe


"kamu mau beli sesuatu" tawar fatih padaku


"*air mineral aja"


"ok* " kemudian fatih meninggalkan aku sejenak untuk membeli air mineral


tak lama ia kembali dan membawa dua botol air mineral, satu di berikan kepadaku satu lagi untuknya, tadi kufikir menaiki bukit yang sudah di susun tangga akan mudah tapi tenyata lumayan buat ngos ngosan efek lama tidak olah raga untung sekarang badanku tak segendut dulu coba kalau masih gendut pasti aku akan kesusahan untuk sampai puncak


"yuk fat lanjut jalan lagi entar kalau kelamaan istirahat kita gak sampai puncak lagi" ajakku pada fatih


"ayuukk" kemudian dia berdiri dan mulai jalan lagi dan aku mengikutinya dari belakang


akhirnya terbayar sudah rasa lelahku menapaki satu persatu tangga tadi,,,,, pemandangan dari atas sungguh amat menakjubkan, fatih mengajakku duduk di salah satu bangku yang terbuat dari bambu yang dibentuk memanjang dan di sana juga banyak bangku bangku lain seperti itu, dan jangan lupa pemandangan sawah sawah dan rumah rumah kecil terlihat layaknya lukisan di atas kanvas sungguh sangat menarik perhatianku,,, bebanku yang menumpuk selama ini rasanya seperti menghilang begitu saja


"terima kasih" ucapku tulus pada fatih


"untuk,,,,???"


"untuk mengajakku ke tempat indah ini"


Lagi lagi dia hanya menjawabku dengan senyuman tapi kali ini aku juga membalas senyumannya,,,,


,kami berdua sama sama menikmati pemandangan ini ditemani semilir angin yang menerpa tubuh kami,,,, bukan rasa dingin yang aku rasakan di puncak bukit ini tapi rasa sejuk yang juga mewakili sejuknya perasaanku saat fatih menggenggam tangan seperti saat ini


tiba tiba tangan fatih terangkat menyentuh ujung pelipisku ia menatapku intens, rupanya yang ia lakukan menyibak anak rambutku yang mulai menjuntai tak beraturan namun karena perlakuannya itu kurasakan gelenyar aneh pada diriku padahal dulu ia juga sering melakukan ini padaku namun rasanya tak pernah seperti ini


apa kini aku sudah merubah arti fatih sebagai seorang sahabat di hatiku,,,,, entahlah aku juga belum tau,,,, tapi yang jelas aku kembali merasakan kenyamanan dan kebahagiaan setelah lama tak merasakan itu semenjak kepergian Qiya


"terima kasih telah menghabiskan waktu bersama ku hari ini" kata yang sementara ini hanya mampu ku ucapkan dalam hati


to be continue