
"Author pov"
"Yah maafkan Ai"
"Untuk apa Ai kamu meminta maaf??
"Untuk kesalahan Ai yang telah menjadikan ayah target pembunuhan Ai selanjutnya hikz hikz hikz,,,,,,,,,, " ucap Aira yang diakhiri dengan tangisan sesenggukan
Dan kata kata itu cukup mengejutkan penghuni lain ruangan itu.
"Se,,,,, hikz se,,,, ka,,, rang Ai ta,,, tahu kena,,. pa papi Afanas menyuruh Ai untuk membunuh ayah huwaaaaaa,,,,,,," ucap Aira sambil masih melanjutkan tangisnya "Papi merawat aku selama ini hanya untuk balas dendam sama ayah dan bunda huwaaaaaaaa ,,,,,,,,,"
Aruna kembali memeluk putrinya erat, dia ikut merasakan bagaimana sakit hatinya Aira mengetahui kenyataan menyakitkan ini.
"Selama ini Ai mengikuti apapun perintah papi, termasuk perintahnya untuk membunuh orang, Meskipun Ai tak pernah menyukai hal itu. Ai selalu merasa berdosa tiap kali membunuh orang, tapi kalau tidak menuruti perintah papi, Ai takut Ai akan dipukul lalu dibuang,,,,, hikzz,,,,, Ai sungguh takut bund karena yang Ai tahu, Ai hanya punya papi di dunia ini. Ternyata orang yang Ai sebut sebagai papi selama ini, hanya seseorang penjahat yang memanfaatkan Ai untuk balas dendam huwaaaaaaa" ucap Aira kembali dengan air mata yang berderai
"Maafkan bunda dan ayah Ai ,,,,, seharusnya dulu kami lebih keras lagi mencari kamu, sehingga kamu tak semenderita ini" ucap Arun penuh penyesalan.
Airi dan Alan ikut menangis mendengar bagaimana menyedihkannya hidup Aira selama ini, sedangkan Fatih merasa sangat ingin memukul Andi karena tahu bagaimana Andi memperlakukan anaknya, bahkan anaknya sudah dijadikan seorang pembunuh.
Jika saja waktu bisa diputar kembali, mungkin Fatih akan memohon pada pengadilan untuk memberikan hukuman mati pada Andi saat dia ditangkap dulu, namun mungkin ini sudah menjadi takdir tuhan, keluarganya harus melewati hal semacam ini.
Sekarang yang Fatih inginkan hanyalah menjaga Aira, dia tak mau kehilangan putrinya lagi, baginya anak anak dan istrinya adalah harta yang paling berharga.
"Yah,,,, selama beberapa hari ini Ai kabur dari rumah dan bersembunyi di kos kosan atas bantuan Al, Ai takut yah kalau orang itu menemukan Ai, apalagi jika orang itu menyakiti ayah dan bunda. Ai tak mau sendirian lagi" ucap Aira ketakutan hingga tak mau menyebutkan nama Andi
"Sayang,,, kamu tenang saja ayah akan melindungimu, kita memang tidak dapat melaporkan Andi karena kasusnya sudah 20 tahun yang lalu, tapi ayah akan mengerahkan banyak bodyguard untuk menjaga kalian semua" ucap Fatih meyakinkan Aira "Ayah tidak akan mau kalah lagi dari Andi"
Aira hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, namun sorot matanya masih jelas menyiratkan ketakutan.
Fatih langsung memeluk putrinya dan mencoba memberi kekuatan padanya.
"Ai kita punya Allah,,,,, percayalah segala takdir kita di dunia sudah di tulis sebelum kita lahir , Allah tau yang terbaik untuk kita"
"Tapi Ai takut yah"
"Tenanglah sayang kami semua ada bersama kamu"
Kemudian mereka semua saling mendekat dan berpelukan, menumpahkan kasih sayang mereka.
Sejak saat itu Aira tinggal bersama keluarganya, sementara ini Aira tidur sekamar dengan Airi kembarannya, sambil menunggu kamarnya selesai di renovasi.
Dan mulai hari itu kebahagiaan selalu menghampiri Aira, karena kini dia berada di tengah tengah keluarga yang sangat menyayanginya. Keluarga yang hangat dan penuh kelembutan, sangat jauh berbeda saat ia dulu hidup bersama Andi.
Berita kembalinya Aira ke dalam keluarga Fatih sangat cepat menyebar di kalangan keluarga, tetangga, teman dan relasi bisnis Fatih. Semua sangat bersuka cita dengan berita itu.
Namun berbeda dengan Andi, dia langsung mengamuk saat mengetahui Laika yang ia asuh untuk menjadi pembunuh ayahnya, sudah kembali dalam keluarga itu.
"Beren**** bagaimana Fatih bisa menemukan anak itu lebih dulu daripada aku??"
Sebenarnya selama ini Dimitri tau dimana keberadaan Laika, sebelum ditemukan keluarga Fatih, bahkan saat berjejer di lampu merah, saat itu Dimitri juga tahu kalau gadis yang dibonceng motor di samping mobilnya adalah Laika, bagaimana mungkin Dimitri tak mengenal mata gadis yang ia cintai. Namun dia tak mengatakan itu pada Afanas, dia khawatir Afanas akan menghukum Laika.
Dimitri tak akan tega melihat gadis yang ia cintai kembali disakiti Afanas seperti dulu, angan Dimitri terpaut kembali ke kejadian 8 tahun yang lalu, Itu adalah awal saat Dimitri menjadi anak buah Afanas.
Flashback on
Saat pertama kali Afanas memperkenalkan Laika pada Dimitri, pria itu benar benar jatuh dalam pesona Laika.Saat itu Dimitri masih berumur 22 tahun dan Laika 17 tahun, namun Dimitri tak lagi bisa berpaling dari Laika semenjak itu.
Saat itu adalah tepat satu bulan Dimitri bekerja pada Afanas, tiba tiba saat malam hari Afanas meneleponnya meminta agar segera datang.
Dengan cepat Dimitri datang ke kediaman Afanas, namun alangkah terkejutnya Dimitri saat memasuki ruang kerja Afanas. Disana tergeletak gadis yang ia cintai dengan luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan gadis itu sudah sulit bernafas .
"Tuan,,,, apa yang terjadi pada nona Laika??" tanya Dimitri panik
"Dia membuat kesalahan jadi aku memberinya hukuman,,,, itu pantas buat dia" jawab Afanas dingin
"Tapi dia putri tuan kenapa tuan menghukumnya sekeras ini??? bagaimana kalau nona Laika mati??"
"Dia bukan anakku Dim,,, dia anak musuhku yang aku persiapkan untuk membunuh ayahnya sendiri hahahahahahaha,,,,,," ucap Afanas sambil menunjukkan tawa devilnya
Dimitri terkejut mendengar penjelasan Afanas, dia benar benar baru tahu kalau Laika bukan anak dari Afanas melainkan anak musuhnya.
"Urus dia Dim,,,, obati dia jangan biarkan dia mati,,,, aku masih membutuhkannya" titah Afanas
Tanpa banyak berkata Dimitri langsung membopong tubuh lemah Laika ke dalam mobil. Dengan kecepatan tinggi Dimitri langsung melarikan Laika ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit Dimitri langsung berteriak teriak, memohon bantuan suster dan dokter untuk menyelamatkan Laika.
Suster yang melihat keadaan parah Laika langsung membawa Laika ke ruang IGD, para dokter langsung menangani Laika dengan cepat. Setelah semua selesai salah satu dokter menghampiri Dimitri yang sedang khawatir di luar ruangan.
"Permisi tuan keluarga nona Laika??" tanya dokter itu pada Dimitri
"Iya dok saya keluarganya" jawab Dimitri
"Apa yang terjadi pada gadis itu? dia mengalami luka yang cukup parah,,,, tulang hidung dan rahangnya ada yang patah, tapi kami sudah mengobatinya,,,, syukur anda cepat membawanya kesini, kalau tidak saya tidak tahu, banyak memar di sekujur tubuhnya"
"Terima kasih dok sudah menyelamatkan Laika"
"Itu sudah tugas saya,,, jadi apa yang terjadi padanya, sampai dia bisa terluka seperti itu???"
Mendengar pertanyaan itu Dimitri jadi binging harus menjawab apa pada dokter tersebut .
To be continue
Jangan kendor kasih like, komen dan votenya reader,,,,,🙏🙏