My Fat Girl

My Fat Girl
Tak Terkendali



"Author Pov"


"Dasar anak beren****" Teriak Afanas sepeninggal Laika dari ruang kerjanya " Kau sudah berani membangkangku sekarang? kau tak mau membunuh ayahmu untukku?? tunggu saja aku pasti bisa membuatmu membunuh ayahmu untukku ha ha ha ha ha"


Sementara Laika yang amat kecewa dengan sikap papinya, mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia pun tak tau kemana tujuannya, yang pasti dia ingin membuang rasa kesalnya sekarang. Kini yang Laika sadari adalah papinya tak pernah sedikitpun menyayangi, yang papinya pedulikan hanya tentang harta, wanita dan menghabisi nyawa orang.


Tiba tiba Laika mengingat perkataan Alan tentang pengendalian emosi


"Jika kak Ai sedang marah perbanyak membaca istghfar agar hati kita bisa tenang"


"Istighfar,,,, apa itu??"


"Istighfar itu adalah bacaan dzikir memohon ampun kepada Allah agar hati kita yang sedang dalam kekalutan bisa menjadi tenang kak"


"Terus bacaan istighfar itu kayak apa Al??"


"Istighfar pendek bisa kita ucapkan seperti ini kak,,,. Astaghfirullah yang artinya aku memohon ampun kepada Allah, adapun istghfar penghapus dosa besar seperti ini Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih yang artinya aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia, yang Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepaka-Nya"


Setelah itu Laika langsung mencoba mengucapkan istighfar, meski cara pengucapannya belum sempurna, tapi itu cukup membuat emosinya turun.


Dan hal itu yang membuat Laika semakin yakin untuk masuk Islam, dan lagi papi yang menjadi pertimbangannya kemarin juga telah sangat mengecewakannya, jadi tak ada lagi yang menghalanginya untuk memeluk agama Islam.


Laika langsung mengeluarkan smarthphonenya kemudian langsung mendial nomor ustadzah Aisyah


"Halo Assalamualaikum" ucap ustadzah Aisyah di seberang telepon


"Waalaikumsalam ustadzah"


"Ada apa mbak Ai malam malam telpon saya??"


"Begini ustadzah,,, sepertinya kini saya sudah mantap ingin mengucapkan dua kalimat syahadat"


"Alhamdulillah,,,,,,,,,,baiklah mbak Ai silahkan sekarang langsung menuju ke musholla Al Ikhlas, saya akan menghubungi ustadz Syam untuk memandu mbak Ai membaca dua kalimat syahadat"


Setelah menutup panggilannya dengan ustadzah Aisyah, kemudian Laika menghubungi Alan, dia meminta Alan menemaninya mengucapkan kalimat syahadat, karena di kota ini hanya Alan dan ustadzah Aisyah yang Laika kenal baik.


Selesai menelpon Alan Laika langsung memacu mobilnya menuju musholla Al Ikhlas, yang biasanya ia gunakan untuk belajar Islam dengan ustadzah Aisyah.


Tak lama Laika sampai di musholla Al ikhlas, disana sudah terlihat ustadzah Aisyah menunggunya dengan beberapa orang ibu ibu, karena jarak rumah ustadzah Aisyah dengan musholla dekat, jadi ustadzah Aisyah sudah siap di sana, sedangkan Alan datang sejenak setelah Laika sampai.


Kini mereka hanya tinggal menunggu ustadz Syam datang, namun tak berapa lama ustadz Syam juga datang membawa temannya. Tanpa menunggu lagi acara segera dimulai, setelah melakukan pembukaan dan penjelasan kepada para jamaah dan Laika, ustadz Syam memandu Laika mengucapkan dua kalimat syahadat.


Laika dengan kemantapan dan keyakinan penuh, mengucapkan dua kalimat syahadat


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah"


"Alhamdulillah,,,,,," ucap semua jamaah bersama sama


"Alhamdulillah mbak Laika sekarang mbak Laika sudah sah sebagai pemeluk agama Islam, dan sebagai pemeluk agama Islam mbak Laika wajib melakukan rukun Islam keempat Lainnya. Yang kedua setelah syahadat adalah sholat lima waktu jangan ditinggalkan dan diusahakan di awal waktu, puasa wajib di bulan ramadhan, zakat, dan haji ke tanah suci jika mbak Laika mampu" jelas ustadz Syam pada Laika


"Iya ustadz,,,, terima kasih untuk bantuannya. Mohon bimbingannya ustad Syam dan ustadzah Aisyah" ucap Laika sambil memandang ustadz Syam dan ustadzah Aisyah bergantian


Sementara seorang laki laki yang berada di dalam mobil di jalan depan musholla langsung menelpon Afanas


"Terus awasi dia Dim" titah Afanas dari seberang telepon


"Baik tuan"


Setelah telepon dimatikan Afanas membanting semua barang di atas meja kerjanya


"Dasar anak beren**** kau sudah tak bisa ku kendalikan lagi, rupanya selama aku pergi kau sudah mengenal orang orang baik" teriak Afanas sambil terus membanting semua barang.


Berbeda dengan keadaan Laika yang kini lebih tenang, entah mengapa kini setelah memiliki agama hatinya jauh lebih tenang, dia bertekad untuk terus mendalami Islam.


"Al terima kasih kamu telah mengenalkan Islam pada kakak" ucap Laika pada Alan


Sekarang mereka berdua sudah berada di serambi musholla, sedangkan orang orang lain juga sudah habis meninggalkan tempat itu.


"Iya kak,,,, tapi tanpa mendapat hidayah dari Allah kakak gak akan bisa seperti ini, Al hanya perantara"


"Sekarang hati kakak makin tenang Al,,,,, kakak mau meninggalkan semua hal buruk yang dulu pernah kakak lakukan" ucap Laika optimis


Laika tak pernah menceritakan kepada siapapun, kalau sebenarnya berulang kali dia telah membunuh orang.


"Aku akan selalu dukung kakak" jawab Alan menyemangati


"O ya Al,,,,, sejujurnya kakak curiga kalau kakak bukan anak kandung papi kakak"


"Kenapa kakak berfikir begitu??" tanya Alan penasaran


"Dari kecil kakak tak pernah merasakan hangat pelukan papi kakak, padahal kami hidup bersama, sementara mami ya g sangat menyayangi kakak sudah meninggalkan kakak sejak kakak umur 13 tahun, apakah mungkin kakak ini anak tiri papi kakak sehingga papi tak pernah menyayangiku?" ucap Laika dengan mimik wajah yang terlihat sendu


"Kakak yang sabar ya,,,, meski papi kakak seperti itu, dalam ajaran Islam kita tetap wajib menghormati dan berbakti kepada orang tua. kecuali orang tua menyuruh kita dalam hal kejahatan misalnya mencuri atau membunuh kita tidak wajib mengikutinya"


Mendapat jawaban Alan fikiran Laika seperti terbuka, membunuh adalah kejahatan jadi Laika tak wajib mengikuti papinya. Sebagai langkah awal Laika akan keluar dari rumah, dia juga ingin menyelidiki benarkah dia anak kandung Afanas atau hanya anak tiri.


Tanpa banyak fikir Laika memindahkan uang di rekening lama Laika ke rekening lain Laika yang tidak di ketahui papinya, kabur juga butuh modal ya gezz hihihihihi jadi untuk bertahan tanpa papinya Laika harus tetap memiliki uang.


"Al bantu kakak cari kos kosan"


"Kakak gak mau pulang? Kakak gak mau menyelesaikan masalah kakak dengan papi kakak??


"Kak Ai butuh waktu Al, kalau sekarang kak Ai pulang yang ada kakak makin bertengkar dengan papi kakak"


"Ok kalau gitu Al temeni kakak cari kos kosan


Kemudian mereka berdua mulai berjalan mencari kos kosan yang sesuai dengan keinginan Laika. Setelah satu jam mencari akhirnya mereka menemukan kos kosan yang lumayan nyaman untuk Laika.


Kos kosan khusus putri dengan kamar yang lumayan besar dan ada satpam yang menjaga di depan, jadilah malam ini Laika tak pulang ke rumah papinya.


To be continue


Jangan bosen Like, comment dan vote ya gezz,,,,,,,