
"Author pov"
kemudian andi mendekatkan diri ke fatih lalu menyodorkan tangan untuk bersalaman dan di sambut oleh fatih,,, namun tatapan mata mereka tak seirama dengan sambutan tangan,,,,, ada kilatan permusuhan yang nampak jelas di sana seperti ada tulisan "ok kita rival"
sampai mereka tak sadar telah lama saling menggenggam tangan dengan keras
"eheeeemmmm" gumam papa aruna menyadarkan mereka kemudian mereka saling menjauhkan tangan, lantas andi berjalan menghampiri aruna dan mulai melancarkan modus cari mukanya di depan papa aruna
"run gimana keadaan kamu aku khawatir banget waktu denger kamu dirawat" sambil akan mengelus rambut aruna tapi langsung di tepis oleh aruna
"ih apaan di,,," dengan muka bete
sementara fatih yang melihat reaksi aruna pada andi menahan tawa sambil menutupi mulutnya dengan tangan ,,
"run gak boleh gitu ah" tegur papa aruna dan yang ditegur hanya cemberut
falashback on
sebenarnya dulu aruna sangat sopan pada andi, dia sangat berterima kasih karena andi telah membantunnya, dulu sesi terapi aruna yang seharusnya maximal satu setengah jam selalu andi tambah menjadi dua jam akibatnya perkembangan aruna makin pesat,,, karena seringnya pertemuan mereka meninbulkan getar getar cinta pada diri andi tapi itu tentu lain dengan yang dirasakan aruna jujur saja dia belum bisa move on
andi yang sudah sangat menyukai aruna mencoba mengungkapkan perasaannya pada aruna dan tentu saja jawaban aruna adalah tidak,,,, tapi andi tak mau menyerah setelah aruna dinyatakan benar benar sembuh dia tetap berusaha mengubah keputusan aruna dengan selalu nyamperin aruna ke rumah,,, hingga suatu ketika andi ingin mengajak aruna jalan dan seperti biasa karena aruna ingin menjaga jarak dengan andi dia menolaknya,,,, namun andi tak habis akal dia memanfaatkan papa aruna untuk memaksa aruna mengiyakan ajakannya,,,,,, satu dua kali aruna bisa mengerti tapi semenjak itu andi benar benar memanfaatkan ketidakberdayaan aruna lewat papanya,,,, bahkan papa aruna sampai pernah menyuruh aruna untuk menerima lamaran andi jelas itu juga atas bujukan andi,,, dan semenjak itu aruna menjadi illfeel pada andi dan sangat berusaha menghindarinya,,,, makanya kemarin saat mamanya mengancam akan memberitahu andi tentang sakitnya aruna langsung berdiri dari kemalasannya
flashback end
Saat papa aruna menegur perbuatan aruna pada andi tiba tiba pintu terbuka lagi dan kali ini mama aruna yang datang dari membeli colonge,,,,
"papa udah nyampai,,,,,eh ada nak andi juga" sapa mama aruna sambil melirik aruna,, mamanya tau betul kalau aruna jengkel pada andi
"iya tante malam,,,, tante dari mana" jawaban sekaligus pertanyaan andi
"*ini beliin colonge aruna, ya,,,,, biarpun gak mandi biar tetep wangi lah dia"
"gak mandi aja tetep cantik kon tan* " gombal andi
"tu pa lihat nak fatih dia baik banget udah dari siang sibuk sama pasiennya malam masih sempet sempetnya lo jagain aruna lagi" puji mama aruna sekalian mempromosikan mantu idamannya, beliau tau aruna tidak menyukai andi karena aruna selalu curhat dan kesempatan baik pas ketemu fatih lagi mama langsung gerak cepat,,,,, hihihihihihihi
"oh iya nak fatih terima kasih banyak lo,,,, ni tadi nak andi juga repot lo ma pas papa kabari aruna sakit langsung deh dia nyamperin papa ke kantor terus ngajak papa jenguk aruna barengan" ganti papa yang mempromosikan mantu idamannya
Dan tiba tiba suasana di kamar aruna jadi tegang karena sekarang tak hanya fatih dan andi yang terlibat persaingan lewat pandangan tapi kini mama papa aruna juga terlibat persaingan yang saling mengunggulkan jago mereka dan yang diperebutkan hanya bisa menengok ke kanan dan ke kiri bingung atas sikap kedua orang tuanya
"ehemmmm ma kayaknya aruna mau ganti baju deh udah gerah" perkataan aruna akhirnya menyadarkan mereka dari tatapan permusuhan
"ah iya sayang mama gantiin ya" jawab mama aruna "ehemmm tolong ya para lelaki sikahkan keluar" perintah mama aruna otoriter
"ah iya tan om fatih pamit mau pulang sekalian tadi ibuk sudah telepon fatih" pamit fatih
"kenapa keburu buru sih nak fat?" tanya mama aruna
"mama kenapa sih nak fatih kan punya keluarga" sahut papa aruna
"ah iya tan maaf besok pas aruna mau keluar fatih samperin lagi deh,,," jawab fatih sopan lalu dia bersalaman dan mencium tangan mama papa aruna dan kemudian berpamitan pada aruna
"aku balik dulu ya run" mengelus tangan aruna sekilas
andi yang melihat itu makin jengkel pada fatih dan ketika fatih mau menyalaminya andi tak menyambut tangan fatih dan pura pura tak melihatnya,,,,, fatih tak ambil pusing kemudian dia langsung pergi meninggalkan ruang aruna
"ayo papa dan nak fatih keluar dulu mama mau gantiin baju aruna,,, atau papa pulang aja sekalian" ketus mama aruna
kemudian andi dan papa aruna juga keluar dari ruangan aruna tapi belum sampai keluar mama aruna berbisik pada papa aruna
"papa besok jangan harap bisa tidur di kamar ya" ancam mama aruna yg masih jengkel dengan unggul unggulan calon mantu idaman tadi
to be continue
selamat tidur di luar ya papa aruna biar di temenin nyamuk deh boboknya,,,,,,,😁😁 the power of emak emak jangan dilawan ye,,,,,