
Viral!!! Seorang Mahasiswi didalam kamar hotel bersama seorang pria dewasa.
Kembali ramai postingan baru di forum grup tersebut. Semua orang shok bukan main, mendapati orang yang tengah mereka kasihi ternyata adalah wanita yang dimaksud.
Terlihat jelas wajah sexy Tania didalam video tersebut, tengah melakukan poreplay dengan seorang pria dewasa yang sudah tersensor wajahnya. Gerak gerik wanita itu begitu tampak tidak kaku sama sekali. Terlihat ia seorang pemain profesional. Video berdurasi lima belas menit itu terjeda sesaat sebelum permainan inti dimulai. Lalu, kamera itu pun blur dan hanya memperdengarkan suara sexy wanita itu saja yang menggelegar.
Bukan hanya itu saja, postingan berikutnya tak kalah mencengangkan. Sebuah foto bukti transaksi transfer uang dengan nominal tak tanggung-tanggung diterima oleh nama rekening "Tania Maurina" yang tentu saja mereka tau siapa pemilik nama tersebut. Dengan caption "Tarif sesuai kualitas!".
"Ya ampun ini beneran Tania?" tanya seorang gadis dengan wajah tak percaya.
"Bener ini Tania!"
"Iya, ini dia."
Suasana dikantin kampus kembali ramai dengan berita viral terbaru itu. Kini semua tidak menyorot pada berita viral sebelumnya. Bahkan kini mereka berspekulasi lain, mereka bisa menghubungkan video viral pertama dan kedua itu.
"Wah, pantesan Arga lebih memilih Cheryl dari pada dia."
"Ini sih siapa yang khianati siapa?"
"Dia cewek bokingan, ya?"
"Isshh memalukan sekali."
"Dasar sampah, pel*cur!"
Komentar demi komentar mulai membanjiri kolom dari postingan tersebut. Keadaan semakin tidak kondusif. Bahkan berita itu lebih viral dari sebelumnya.
Sementara itu, Tania yang belum melihat kembali ponselnya dengan percaya diri datang ke kampus. Rencananya ia akan memberikan drama lebih menyayat lagi. Tujuannya sekarang bukan lagi mendapatkan Arga, tapi membalas dendam pada sepasang suami istri itu.
"Kalau lu gak bisa nikahin gue, lu juga harus kehilangan Cheryl." ucapnya menyeringai.
Menjatuhkan mental lawan adalah cara yang tepat dalam langkah penyerangan. Tanpa harus mengotori tangan sendiri, lawan akan jatuh ke titik paling dasar.
**
"Kamu gak apa-apa?" tanya Arga menangkup wajah Cheryl. Telihat gurat ke khawatiran mendalam dimata pria itu.
"Enggak, aku gak apa-apa!" balas Cheryl menggelengkan kepala disertai senyuman.
"Hah, sykurlah!" Terdengar helaan napas lega dari bibir pria itu.
"Bukannya lu lebih mengkhawatirkan pacar lu itu?" celetuk Key dengan nada sindiran.
Arga memicing menatap sepupunya itu. "Gue lagi malas ribut sama lu," kesalnya.
Key hanya mengedikan bahu dengan mencebikan bibir. Cheryl menghela napas melihat kelakuan dua pria itu. "Udahlah, gak bisa apa kalian itu akur?" lerai Cheryl. Namun hal itu tak ditanggapi Arga.
"Mungkin sebentar lagi dia bisa berubah pikiran," celetuk Key menyeringai.
Seketika mereka menatap heran pada Key. Hingga tiga detik kemudian, suara notif mereka serempak terdengar. Sebuah postingan baru yang diunggah di forum kampus membuat Arga shok.
Deg!
Mata pria itu membelalak dengan mulut terbuka lebar. Rasa sesak memenuhi rongga dadanya, saat tiba-tiba saja ia kehilangan oksigen yang diraupnya.
"I-Ini?" cicitnya tergagap. Ada sesuatu yang menghantam keras dibagian hatinya. Ia berjalan terseok dengan tubuh seolah tak bertulang, hingga ...
Brukkk!!!
Arga jatuh dan terduduk diatas sofa panjang. Seiring dengan air mata yang ikut berjatuhan dari kedua sudut matanya. Cheryl yang khawatir segera ikut mendaratkan bokong disamping pria itu.
"Gue bodoh, gue benar-benar bodoh," ucap Arga tertawa sumbang.
"Aaarrgghh!!!"
Arga melempar benda pipih dari genggamannya ke atas lantai Hingga benda itu hancur tidak berbentuk lagi. Hal itu tentu membuat kedua gadis disana terperanjat kaget. Lalu, ia juga menjambak rambutnya frustasi.
"Kenapa? Kenapa gue harus percaya sama lu, kenapa?" teriaknya dengan napas tersenggal-senggal.
Arga terisak menundukan kepala, dengan tangan tak lepas dari rambut. Disaat ia begitu merasa bersalah akan pernikahannya bersama Cheryl. Merasa sudah mengkhianati kekasihnya itu. Namun, ternyata wanita itulah yang sudah mengkhianatinya terlebih dahulu.
Cheryl segera merangkul kepala Arga kedalam dekapannya. Tau pasti sang suami begitu hancur akan pengkhianatan yang diberikan wanita itu. Gadis itu tak bersuara, hanya tepukan dibahu dan usapan ditambut saja yang ia berikan. Dengan air mata yang juga ikut luruh.
Sementara Key dan Reysa memilih untuk meninggalkan sejoli tersebut dari sana. Memberikan ruang untuk Arga menumpahkan luka dihatinya.
Memori Arga terputar pada kejadian dimana ia bertengkar hebat dengan Key. Saat-saat pertama kalinya ia tidak mempercayai saudaranya itu, karena seorang wanita. Namun, apa yang ia dapat? Ia justru mendapat pengkhiantan yang teramat dalam.
Menyesal? Tentu saja, rasa bersalah membuat ia tak henti merutuki dirinya sendiri. Merutuki kebodohan yang membuat ia buta dan tuli karena wanita itu.
**
Didepan kampus, Tania berjalan turun dari taxi online. Belum juga langkahnya sampai menapaki lantai gedung bertingkat itu, ia dikejutkan dengan sesuatu yang tiba-tiba saja mendarat dikepalanya.
Plokk!!!
Seketika wanita itu shok bukan main merasakan sakit dan sejuk diarea kepalanya. Ia meraba rambutnya yang basah. Dan ternyata itu adalah sebuah cairan kental kuning yang menjijkan.
Wanita itu hampir muntah, melihat cairan tersebut dengan bau amis yang menyengat. Dengan amarah yang membuncak, ia pun berteriak kesal. "Siapa yang lakuin ini?"
Seorang gadis yang ternyata sipelaku, tersenyum remeh mendekati wanita itu dengan memangku tangan didepan dada. "Gue! Kenapa?" tanya salah satu gadis itu.
Tania membelakak kaget. Sebab pelaku yang tega padanya adalah temannya sendiri, Dinda. "Lu, lu kenapa lakuin ini?" tanya Tania pelan namun mengandung kekesalan.
"Udahlah, Tan. Gak usah lagi berpura-pura munafik dan sok polos. Semua orang udah tau siapa lu sebenarnya," tegas Dinda menujuk bahu wanita itu.
"Apa maksud lu?" tanya Tania bingung.
Dinda tersenyun sinis. Kemudian, ia meraih ponsel miliknya dan memperlihatkan berita terviral hari ini. Sontak saja mata Tania membelakak dan hampir terlepas dari sarangnya. Wajahmya menegang dan memerah seketika.
"I-ini?" gagapnya hendak meraih ponsel Dinda, namun ditepis gadis tersebut.
"Dasar rubah," umpat Dinda. "Selama ini gue udah sangat percaya sama lu. Gue bantuin lu, yang ternyata gak lebih dari seorang manusia busuk. Gue pikir lu temen yang baik, tapi apa? Lu pengaruhi gue buat membenci orang. Gue percaya, karena apa? Karena lu temen gue."
"Lu bohongin gue dengan tampang polos lu itu. Dan bodohnya gue percaya. Apalagi yang lu tutupi dari gue, hah? Atau ... Jangan-jangan lu juga godain pacar gue, iya?" teriak Dinda.
"Din, gu-gue, gue gak-"
"Cukup!" tegas Dinda menyela ucapan Tania.
"Udah cukup lu bodohin gue. Gue udah kecewa sama lu. Gue udah muak dengan segala drama lu ini. Mulai sekarang lu bukan teman gue lagi!" lanjut Dinda dan berlenggang meninggalkan Tania yang berkali-kali memanggilnya.
"Din, Dinda, Dinda!!!"
Tanpa ia sadari, keberadaanya sudah menjadi tontonan warga kampus. Semua orang yang merasa tertipu dengan kelakuan Tania. Mendekat dengan tatapan remeh dan juga benci dari mereka.
"Ka-kalian mau apa?" tanya Tania tergagap ketakutan akan banyaknya orang yang mendekat.
"Gaisss, sebaiknya kita apakan wanita pel*cur ini?"
\*\*\*\*\*\*