My Enemy, My Husband

My Enemy, My Husband
Membuktikan



**


Sesuai janji, malam ini Key sudah menunggu disalah satu kamar hotel. Tak lupa ia menghubungi Arga untuk datang kesana. Ia juga meminta Doni untuk mengirim bukti transaksi dengan pak Alex.


"Jika lu benar Tania, akan gue pastikan li menyesal," ucap Key menyeringai. Ia berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum wanita dan sepupunya itu datang.


Baru saja pria itu memasuki kamar mandi, seseorang membuka pintu kamar. Seorang wanita dengan mini dress melekat ditubuh moleknya berjalan memasuki kamar tersebut. Wanita itu tersenyum puas saat tau pelanggannya ternyata bukan pria biasa. Dilihat dari pemilihan kamar saja, ia tentu bisa menebak, pria itu salah satu dari pria sultan.


Wanita itu mendudukan diri diatas kasur kingsize nan empuk itu. Senyum terus mengembang dari bibir merahnya, saat membayangkan berapa harga yang akan ia dapatkan sebagai tips?


"Gue yakin, malam ini gue akan dapat banyak," ucap Tania, wanita panggilan yang ditunggu Key.


"Btw, siapa pria ini? Mungkinkah seorang pengusaha sukses?" tanyanya bermonolog sendiri. "Hem, siapa pun itu. Gue gak akan sia-siakan ini," lanjutnya.


Tring!


Suara notif dari sebuah ponsel mengalihkan atensi wanita itu. Tania dapat melihat sebuah ponsel dari atas nakas. Tentu ia tau itu pastinya ponsel milik sang pria. Karena penasaran, ia pun melihat benda pipih yang masih menyala itu.


Terlihat chat dari seseorang yang menampilkan sebuah data transaksi diponsel tersebut. Hingga getaran pertanda panggilan masuk membuat wanita itu kaget. Ia hendak mengabaikan, namun entah kenapa ia merasa penasaran akan kontak bernama "Doni", kontak yang sama dengan pengirim chat tersebut. Hingga ia pun mengangkat panggilan itu, tanpa mengeluarkan suara.


"Key! Gue udah kirim apa yang lu minta. Setelah urusan lu selesai, segera delete data itu. Gue gak mau sampai bermasalah dengan pak Alex," cerocos pria.


"Hallo, Key! Hallo, lu denger gue gak?" tanya suara dari sebrang telepon. Segera wanita itu menutup panggilan sepihak, dengan hati berdebar.


"Key?" cicitnya dengan mata membola. Ponsel yang sudah tidak terkunci, tak disia-siakan wanita itu. Ia membuka chat yang ternyata sebuah transaksi dengan pak Alex, sang boss.


Ia melihat beberapa chat lagi. Alangkah terkejutnya wanita itu kala mendapati chat yang ternyata tertuju pada Arga kekasihnya.


Wanita itu tersenyum sinis. "Jadi, lu benar Key?" tanyanya menatap pintu kamar mandi. "Jadi lu main-main sama gue. Oke, kita lihat siapa yang akan menang," lanjutnya menyeringai.


Tania mengotak atik ponsel milik Key, sementara si empunya masih sibuk dikamar mandi. Hingga beberapa menit kemudian, Key selesai dengan ritual mandinya. Pria itu keluar dan sedikit terlonjak ketika melihat wanita yang ia tunggu sudah duduk ditepi ranjang.


Key tersenyum miring, ternyata dugaannya itu benar. "Jadi, lu Tania?"


Wanita itu menoleh dan sedikit terlonjak, namun beberapa detik berikutnya ia tersenyum manis pada pria yang kini berjalan menghampirinya.


"Hai, Key!" sapa Tania tersenyum manis.


Key tersenyum sinis. Ia mendekat seraya menggosok rambutnya yang masih basah dengan bathrub yang melekat ditubuhnya. Hal yang membuat wanita itu terpana. Terlihat dari cara ia menatap Key tanpa berkedip sekalipun.


"Gue pikir, gue salah mengenali orang. Ternyata lu beneran Tania yang gue kenal. Sejak kapan lu khianati sepupu gue?" tanya Key menarik dagu wanita itu seraya mendekatkan wajah.


Tania tersenyum tanpa getar, seolah dirinya tak berdosa sama sekali. "Kenapa lu penasaran?" tanyanya. Ia menarik kerah bathrub yang dikenakan Key hingga pria itu sedikit terkejut.


"Lu mau tau? Ini memang pekerjaan gue," bisik Tania ditelinga Key dengan gaya sensasional.


Mata Key membelakak lebar mendengar ucapan sarkas yang sama sekali tak pernah ia duga. Wanita yang selalu terlihat sopan dan manis itu ternyata tidaklah sesuai dengan kelakuannya. Bermuka dua mungkin itulah julukan yang pantas disematkan.


Tania mulai nakal, bibir sexy-nya mulai menjelajah area telinga Key. Bukan terangs*ng Key justru teramat kesal. "Apa yang lu lakuin, wanita sund*l?" geramnya.


Wajah Key mulai memanas, ia menarik diri dengan tatapan tajam menatap wanita itu dengan jari telunjuk mengarah wajahnya. "Lu denger baik-baik. Lu bisa mengelabui siapapun termasuk Arga, tapi akan gue pastikan, sebentar lagi lu akan dibuang sama Arga. Karena wanita jal*ng kayak lu, gak pantas jadi saudara gue!" ucapnya dengan aura dingin.


Tania tertawa remeh. Tentu ia sudah tau apa rencana pria itu. "Uhhh, takut!" ledeknya. "Tapi ..." Wanita itu berdiri, lalu mengikis jarak dengan Arga, bahkan menangkap jari Key. Namun, ditepis kasar pria itu.


"Sebelum permainan lu dimulai, apa kita gak bisa membuat permainan kita sendiri?" tanyanya seraya meminkan telunjuk didada Arga yang sedikit terbuka. "Sayang sekali, transaksimu disia-siakan. Iya nggak?" lanjutnya dengan tatapan menggoda pada pria itu.


"Cih! Menjijikan" Key berdecih seraya menepis kasar tangan gadis itu. Mata keduanya saling menghunus seolah tengah berperang.


Ditengah perang mata kedua manusia itu, tiba-tiba suara bel kamar berbunyi. Key menyeringai kala tau siapa yang datang kesana. Pria itu berlalu untuk membuka pintu, tanpa ia duga, Tania dengan cepat merobek dres dibagian bahu. Lalu, mengacak rambutnya dan juga bibir merahnya hingga benar-benar berantakan.


"Apa yang lu lakuin?" tanya Key tak percaya. Namun pintu sudah terbuka terlebih dahulu, hingga menampakan Arga diambang pintu tersebut.


Pecah sudah tangis Tania. Ia berlari menghampiri Arga. Tanpa aba-aba wanita menubrukan diri memeluk Arga. "To-tolong aku," isaknya.


"A-apa yang terjadi?" tanya Arga shok.


"K-Key, K-Key ..." Seketika mata Arga menatap tajam ke arah Key. Tentu tanpa penjelasan ia dapat mengerti apa yang terjadi. Apalagi dengan keadaan Key yang hanya mengenakan bathrub, memperjelas keadaan disana.


"L-lu?" Wajah Arga memerah dengan rahang mengeras menahan amarah yang membuncak.


Key menggelengkan kepala. "Gue bisa jelasin!" ucapnya yang ikut shok. Tentu ia tak mengira Tania akan sepintar itu.


Tangis Tania semakin kencang. Mengalihkan atensi Arga. Ia melerai pelukan dan mencoba melihat keadaan sang kekasih. Ia semakin shok saat melihat keadaan Tania yang berantakan. Seketika pikiran negatif diotak Arga menguasai.


"Ya ampun sayang kamu gak apa-apa?" tanya Arga kahwatir. Namun, Tania tidak menjawab apapun. Hal itu semakin menguatkan Arga, akan apa yang dilakukan sepupunya itu pada sang kekasih.


Pria itu membuka jaket yang dikenakan dan menyampirkan jaket itu pada sang kekasih. Lalu, ia beralih menatap Key yang masih terperangah. "Lu bener-bener keterlaluan!"


Dengan cepat Arga mendekat dan melayangkan satu bogeman mentah pada sepupunya itu.


"Bugh!!"


"Dasar brengs*k! Anj*ng lu!" Arga kalaf, ia terus mengahajar Key membabi buta. "Lu bahkan gak pantas disebut manusia!"


Key yang hanya mencoba menangkis, kini melawan dan melayangkan satu pukulan. Keadaan berbalik, Arga yang semula berada diatas tubuh Key. Kini berada dibawah kungkungan pria itu.


"Iya, gue brengs*k. Tapi, gue gak bodoh kayak lu!" geram Key. "Lu gak tau 'kan, siapa wanita yang lu bela? Hah?" tantang Key mencengkram kerah baju Arga.


"Dia wanita jal*ng! Dia gak lebih dari seorang pelac*r!"


Deg!


******


Gantung lagi ahh, biar pada penasaran🤣 tapi tenang aja, insyaAlloh malam up lagi yaa. Jangan lupa jejaknya gaiss, ramaikan kolom komentarnya. Biar mak othor tambah semangat💪😘😘