
Kini sejoli itu sudah berada didalam mobil, Arga masih berusah menanyakan hal yang sama. Ia begitu penasaran akan apa yang dimaksud Cheryl tadi. Mungkinkah gadis itu tau apa yang tidak diketahuinya? Ia menepikan mobil yang dikendarainya dijalanan yang lumayan sepi. Lalu, mulai mentap serius kearah gadis itu.
"Sebenarnya apa yang kamu ketahui? Apa yang mau kamu beberkan?" tanya Arga untuk yang ke sekian kali. "Jawab jujur, Cher!"
Cheryl menghembuskan napas pelan. "Sebenarnya ... Aku gak tau apa-apa, hanya saja ..." Gadis itu menggantungkan kalimatnya, hal yang membuat Arga semakin penasaran.
"Hanya apa?" tanya Arga serius.
Sekali lagi Cheryl menghembuskan napasnya panjang, dengan atensi menatap Arga serius. "Aku tuh kesel sama dia. Aku gak terima kamu dikata-katain kayak gitu. Dan lagi, aku gak percaya kalo dia bener-bener setia sama kamu. Bisa aja 'kan dia juga selingkuh dibelakang kamu? Aku hanya menebak aja, dan kamu lihat ekspresi dia? Dia udah kayak maling tertangkap basah," cerocos Cheryl panjang kali lebar.
Arga terdiam sejenak, kemudian terkekeh saat ia menyadari sesuatu. Mungkinkah itu definisi perhatian seorang istri pada suaminya? Arga mengusek pucuk gemas pucuk kepala Cheryl. "Ciee, perhatian nih?" tanyanya dengan nada ledekan. Cheryl bedecak kesal, mendapati ledekan itu.
Arga tertawa seraya mengacak lebih kasar rambut Cheryl. "Tania gak mungkin kayak gitu. Dia baik, dan disini akulah yang salah," ucapnya diakhiri senyum kecut.
"Ck! Kamu juga gak salah. Ini takdir yang sudah Tuhan kehendaki," sergah Cheryl dan dibalas senyum dan usekan kembali pria itu. Tentu ia tak terima jika Arga terus merasa bersalah.
Sebenarnya ini sudah cukup dan siap untuk membongkar kebusukan Tania. Namun, belum ada waktu yang pas melakukan itu. 'Kamu emang salah, Ga! Salah karena terlalu percaya pada wanita ular itu,' batin Cheryl menatap suaminya sendu.
**
Sementara itu didalam kamar, Tania terus memutar otak untuk menyusun rencana kembali. Ia masih tidak terima Arga melepasnya begitu saja. Apalagi, ucapan Cheryl membuat ia semakin meradang dan dengan penuh tekad ingin menghancurkan gadis itu.
Tania mengusap air matanya kasar. "Oke, sekarang lu boleh tertawa. Tapi, besok jangan harap hidup lu bisa tenang. Gue akan bikin harga diri lu jatuh sejatuh-jatuhnya didepan umum!" ucapnya menyeringai.
Gegas wanita itu mencari sesuatu. Keadaan kamar yang seperti kapal pecah, menyulitkan ia mencari benda tersebut. Amarahnya sukses membuat keadaan kamar tak berbentuk lagi. Hingga ia menemukan benda pipih yang ia cari.
Tania mengotak atik benda tersebut dengan seringai nampak diujung bibirnya. "Hari ini juga lu hancur, Cheryl!" ucapnya, lalu tertawa puas.
**
Tring!
Tring!
Suara notif para penghuni di grup forum kampus terdengar begitu bising. Semua orang yang tengah beraktifitas menghentikan sejenak aktifitas mereka. Bisik-bisik mulai ramai dihalayak kampus akan berita yang mendadak viral hari ini.
Arga dan Cheryl, baru sampai diparkiran. Sejoli itu sedikit siang sampai di tempat itu setelah drama yang dibuat Tania sebelumya. Mereka juga mampir terlebih dahulu ke sebuah Kafe untuk mengisi perut kosong mereka.
"Aku duluan, ya!" pamit Arga terburu-buru. Pasalnya, ia memiliki jadwal pelajaran lebih awal dari Cheryl. Gadis itu mengangguk mengiyakan.
Arga berlari terburu-buru mengejar waktu. Sedangkan, Cheryl berjalan santai, karena memang jadwal ia masuk satu jam yang akan datang.
"Ah sebaiknya gue gak masuk kelas dulu, boring juga nunggu sejam. Mening gue cari Reysa aja," Cheryl berbelok untuk pergi mencari sahabatnya itu.
Disepanjang koridor, beberapa pasang mata terlihat menatap dirinya aneh. Mereka berbisik-bisik seolah tengah mengghibahinya. Kejadian kemarin tentu menjadi konsumsi publik yang kian menarik. Hingga, mereka tak henti membicarakan dirinya. Cheryl hanya mengedikkan bahu tak mau tau. Toh, seberapa keras ia bicara juga tidak akan ada yang percaya.
"Menjijikan sekali dia. Dengan percaya diri dia masuk kampus tanpa merasa dosa," celetuk salah satu gadis satu tingkat darinya. Tepatnya, mereka senior seangkatan dengan Reysa.
"Iya, kasihan sekali Tania. Dia pasti sangat teluka atas pengkhianatan itu," balas temannya. Tentu saja suara mereka dapat didengar oleh Cheryl. Namun, ia mencoba untuk tetap tenang mendengar ocehan-ocehan mereka.
"Harusnya orang kayak gitu diarak ramai-ramai mengelilingi kota. Biar tau rasa," celetuk teman satunya lagi. Mendidih sudah darah Cheryl, sebisa mungkin ia menutup telinga. Namun, tetap saja membuat amarahnya meluap.
Ia pun berbalik dan menghampiri para gadis tersebut. "Siapa yang kalian maksud?" tanyanya dengan berani. Meski ketiga gadis itu senior, ia tidak takut untuk membela diri.
"Kenapa? Lu kesinggung?" tanya salah satu gadis itu.
"Wah, ternyata pelakor satu ini cukup berani gaiss!" ledeknya yang disambut tawa meledek dari gadis lainnya.
"Heh!" tunjuknya pada bahu Cheryl dengan keras. "Lu pikir lu siapa? Cuma pelakor yang gak ngotak kayak lu, belaga sekali sama senior," ucapnya dengan pedas. Cheryl hanya menatap tajam kearah gadis tersebut.
Pertikaian mereka kembali menjadi tontonan publik. Semua orang mendekat melihat keriuhan yang ada. "Oh iya, gue lupa. Selain gak ngotak, lu juga gak punya hati. Benar gak gaisss?" ledek gadis itu.
"Iya, betul itu!"
"Iya, bener-bener!" Riuh semua menyutujui ucapan gadis itu.
"Pelakor meresahkan! Sebaiknya mati aja!"
"Iya, iya!"
"Suutt!!! Sutt!!! Sebaiknya, kita apakan pelakor kayak gini ya, gaiss?" tanya gadis itu.
"Telanjangin aja! Bawa keliling kampus!"
"Setuju, setuju!"
Keadaan mulai tidak kondusif. Cheryl menelan salivanya kuat-kuat melihat sekeliling yang dipenuhi orang-orang lebih banyak dari kemarin. Mungkinkah sekarang ia akan dihakimi masa?
'Arga!!! Tolongin gue!' batin Cheryl ketakutan. Namun, sebisa mungkin ia menunjukan wajah biasa saja.
Reysa yang baru selesai kelas. Dibuat bingung dengan adanya keramian yang tak jauh dari kelasnya tersebut. "Ada apa itu?" tanya heran.
"Eh, itu ada apaan, sih? Rame bener," tanya Reysa mencegat salah satu teman mereka.
"Itu anak-anak mau menghakimi si pelakor yang lagi viral itu. Katanya mau ditelanjangin mengelilingi kampus," balasnya.
Reysa mengerutkan dahi tak mengerti. "Yang lagi viral, siapa?" tanyanya.
"Issh masa lu gak tau, buka grup gih! Udah ah, gue penasaran mau nonton juga," Gadis itu berlalu meninggalkan Reysa.
Reysa yang penasaran segera membuka grup. Alangkah terkejutnya ia setelah tau yang lagi viral hari ini ternyata video Tania. Bukan itu yang menjadi perhatiannya. Komentar-komentar pedas para netizen yang menyudutkan Cheryl, hingga membuat ia sadar sesuatu.
"Cheryl!" pekiknya shok. Gegas ia menghampiri kerumunan tersebut. Ia menerobos masuk untuk menyelamatkan sahabatnya itu.
"Stopp!!!"
Seketika keriuhan itu terhenti dengan suara menggelegar seseorang. "Apa yang kalian lakuin?" tanyanya.
"K-Key?" cicit gadis si pemuja pria itu. Seketika wajah para gadis disana menegang ditatap satu persatu pria penuh pesona itu.
"Bubar!" ucapnya pelan.
"Tapi, Key-"
"GUE BILANG BUBAR!!!"
\*\*\*\*\*\*