
Key yang tengah diatas rooftop setelah jam pelajarannya selesai lebih awal, dibuat kesal dengan notif yang beberapa kali memasuki ponselnya. Sudah dipastikan itu chat dari para gadis pemuja dirinya. Karena terlalu bising, ia hendak men-silent benda pipih tersebut. Namun, terlihat dinotifikasi sebuah postingan yang sudah dibanjiri beberapa komentar.
Terlalu penasaran, ia pun membuka postingan tersebut. Ia berdecih melihat Tania dalam sebuah video. Hingga atensinya tertuju pada sebuah komentar yang tersemat nama Cheryl disana.
"Brengs*k!!"
Gegas ia berlalu untuk mencari sepupu iparnya itu. Ia sudah bisa menebak, kemungkinan yang terjadi pada Cheryl.
**
"Maafin aku, Ga! Mungkin selama ini aku bukan perempuan yang baik untukmu. Maka itu kamu lebih memilih Cheryl untuk menjadi selingkuhanmu dan menikahinya," ungkap Tania diringi tangis lirih.
"Dan untuk Cheryl. Terima kasih, sudah mengambil hal yang begitu berharga dariku. Terima kasih, sudah mengajarkan aku arti sebuah keikhlasan ...." lanjutnya terisk lirih. Membuat siapa saja yang melihat merasa tersayat.
"Aku memaafkan kalian, meski mungkin sulit dan membutuhkan waktu untuk melupakan pengkhianatan yang kalian lakukan padaku. Tapi ... Aku akan mencoba untuk ikhlas!"
"Aku mencintaimu, Arga!"
Cheryl berdecih melihat ungkapan Tania diakhir video tersebut. Video yang menampilkan beberapa potret manis antara wanita itu dengan Arga setahun belakangan ini, sebelum akhirnya memberi ungkapan tersebut. Dengan caption "Aku ikhlas!". Oh sungguh drama sekali.
"Isshh dasar drama queen, licik banget dia," kesal Reysa yang kini tengah menonton video viral tersebut dengan Cheryl dan Key.
Kini ketiga manusia itu tengah berada di base camp Key, tepatnya di atas rooftop. Setelah kejadian tadi, Key mengajak kedua gadis itu kesana. Pria itu tersenyum sinis melihat kelakuan wanita bermuka dua itu.
"Lu masih mau mikir?" tanya Key melipat tangannya. Key sudah menyarankan Cheryl membongkar kebusukan Tania dari kemarin-kemarin. Namun, gadis itu masih tak menanggapi. Dan sekarang, ia kembali menawarkan hal yang sama.
"Mikir apa?" tanya Reysa yang tidak tau apapun.
"Lu mau tau?" goda Key menjawil dagu Reysa. Namun, ditepis kasar oleh gadis itu.
"Isshh apaan sih lu? Anak kecil yang sopan sama yang lebih gede," kesal Reysa.
"Gede apanya, hem?" goda Key kembali mendekatkan wajahnya.
"Otak lu minta dicuci pemutih kayaknya," Reysa menoyor jidat pria itu hingga terkekeh. "Minggir-minggir! Gak minat gue sama buaya kayak lu," usirnya menjauhkan tubuh Key dari dirinya.
Jika perempuan lain akan senang hati mendapat godaan atau gombalan pria tampan itu. Hal itu justru tidak berlaku untuk Reysa. Ia begitu muak dengan typical pria buaya seperti Key. Gadis itu lebih menyukai pria kalem yang setia sama satu wanita.
"Kriteria cowok yang lu mau tuh kayak apa? Cowok sekeren gue dianggurin," ledek Key.
"Yang jelas bukan brondong dan gak buaya kayak lu," tegas Reysa. Hal itu membuat Key tertawa. Sungguh, sulit sekali menaklukan gadis itu.
Sementara dua manusia itu masih sibuk berdua, Cheryl tengah berpikir keras seraya membaca setiap komentar yang semakin memojokan dirinya. Ucapan pedas dan segala macam sumpah serapah dilayangkan mereka. Bahkan, terlihat Tania terus mengoceh dengan bahasa mengiba pada para netizen.
"Key!" panggil Cheryl dengan mata masih fokus pada layar ponselnya.
Seketika Key dan Reysa menghentikan aktifitas mereka. Key hanya menaikan sebelah alis sebagai pertanyaan.
"Lakukan! Lakukan sekarang juga. Buat wanita uler itu hancur sehancur-hancurnya. Jangan biarkan dia lolos dari sanksi sosial. Kalo perlu bongkar semua kebusukannya!" tegas Cheryl memerintah.
Key tersenyum miring. "Dengan senang hati," ucapnya.
Reysa yang tentu tidak tau, tidak memahami apa yang mereka bicarakan. "Apa sih, lakukin apa?" tanyanya bingung. "Cher?" Ia meminta penjelasan pada Cheryl.
"Nanti lu tau sendiri," ucap Cheryl dengan ekspresi datar. "Sekarang, waktunya membungkam!"
**
Wajah Arga berbubah sendu, saat melihat beberapa foto yang sempat ia ambil bersama Tania diirngi lagu yang menyayat hati, sungguh hal itu membuat Arga sesak. Perasaan bersalah semakin menyeruak didalam hatinya. Entah dengan cara apa ia bisa meminta maaf pada wanita itu.
"Maafin aku, Tan," lirihnya setelah video itu selesai.
"Lu bener-bener keterlaluan sih, Ga!" ucap salah satu temannya menepuk pundak Arga. "Sangat disayangkan, cewek sebaik Tania lu sia-siain!" lanjutnya, namun tak digubris oleh Arga.
"Eh, tapi lebih kasihan juga istri lu. Sekarang dia kena bully. Lihat!" sambar satu temannya lagi di satu samping Arga. Pria itu memperlihatkan deretan komentar buruk mengenai Cheryl.
Segera Arga tersadar, bukan Tania yang harus ia khawatirkan. Melainkan sang istri yang pastinya sudah menjadi bulan-bulanan warga kampus.
"Cheryl!" Gegas ia berlenggang cepat untuk mencari istrinya itu, tanpa berpamitan pada kedua temannya tersebut.
Tujuannya hanya satu, memastikan keadaan gadis itu. Mengingat situasi kemarin, tentu ia tidak ingin hal itu terulang kembali. Dengan napas terengah-engah, ia melihat kelas Cheryl yang ternyata masih terdapat dosen disana. Arga melihat situasi kelas dari luar jendela, tidak ada tanda-tanda istri mungilnya ditempat itu.
"Kamu dimana, Cher?" tanyanya cemas.
Arga kembali berjalan mengitari lorong. Ia tidak menghiraukan tatapan orang lain terhadapnya. Tak lupa ia meraih benda pipihnya untuk me nghubungi sang istri. Hingga terdengar suara Cheryl disebrang telepon.
"Kamu dimana?" tanya Arga khawatir.
"Aku di roptof, aku-"
Belum selesai ucapan Cheryl, Arga sudah memutus panggilannya sepihak. Hatinya tak tenang sebelum bertemu dengan istrinya itu. Segera ia berlari menuju tempat yang dimaksud.
**
"Aku- hallo, ha-hallo?" panggil Cheryl saat hanya terdengar bunyi "Tut! Tut!" saja dari ponsel tersebut.
"Isshh main matiin aja," kesal Cheryl, melihat layar yang ternyata panggilan itu sudah berakhir.
"Arga?" tanya Reysa dan diangguki Cheryl dengan wajah memberenggut kesal.
Sementara Key tengah sibuk dengan laptop dipangkuannya, mempersiapkan sesuatu yang akan menggemparkan seantero kampus.
Reysa terkekeh melihat ekspresi Cheryl. "Kenapa cemberut? Gue yakin, SUAMI lu sedang khawatir saat ini," ucapnya menekan kata suami dengan tangan merangkul gadis itu, Cheryl hanya berdecak menanggapi membuat Reysa tertawa karenanya.
"Eh, tapi ya, gue gak nyangka banget Tania kayak gitu. Isshh jijik gue inget muka dia," celetuk Reysa bergidik.
Reysa yang melihat kegiatan Key, benar-benar dibuat shok. Ia tak mengira Tania wanita seperti itu. Cheryl pernah mengatakan jika ia tau Tania berselingkuh, tapi tidak sedetail itu.
Cheryl tersenyum kecut, "gue juga. Sangat jijik!"
"Done!" celetuk Key. Kedua gadis itu segera mendekat kearah Key yang berada disofa tunggal untuk melihat hasil kerja Key yang sudah selesai. Lalu, mereka tersenyum senang karena rencana mereka sudah berjalan lancar.
Ditengah kesibukan ketiga manusia itu, tiba-tiba saja pintu terbuka keras. Hingga mengalihkan atensi mereka.
Brakkk!!!
"Arga," cicit Cheryl terperanjat.
Arga mendekat dengan cepat. Lalu, tanpa aba-aba mendekap erat tubuh Cheryl. Mendaratkan kecupan bertubi-tubi dipucuk kepala gadis itu.
"Maaf! Maafin aku!"
\*\*\*\*\*\*