
Autodrome Circuit Dubai UAE
Omar berdiri mematung tidak bisa berbuat apa-apa hanya menikmati bibir Nadya yang rasanya sangat manis menurut nya. What the hell! Omar pun membalas ciuman gadis itu, menulikan suara riuh yang terdengar di telinga nya. Bodo amat dengan kakak - kakak Nadya yang akan menghajarku nanti!
Tak lama Nadya melepaskan pagu*tannya dan menatap pria jangkung itu. "Bagaimana hadiahnya?"
Omar Zidane hanya bisa melongo dan cukup susah payah untuk mengatakan... "Wow..."
Nadya terkikik melihat wajah merah padam pria Mesir itu. "Oh Omar, kamu sangat menggemaskan kalau begini bentuknya."
( Aku cari visual yang mirip ya... Kira-kira begini lah usai acara pemberian hadiah ).
"Nad... Apakah habis ini aku akan babak belur dihajar oleh semua kakakmu?" tanya Omar dengan nada sedikit panik.
Nadya hanya mengedikkan bahunya. "Mana aku tahu..." jawabnya cuek sambil meninggalkan Omar Zidane yang masih berdiri bingung.
Duh!
***
Luke, Bayu dan Dante Mancini menatap Nadya yang berjalan anggun sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar!" gumam Bayu mengomentari adik sepupu kandungnya itu.
Omar Zidane yang berjalan mendekati para generasi keenam tampak gugup dan beberapa kali mengusap lehernya. "Boys..."
"It's okay! Welcome to our family ( selamat datang di keluarga kami )" senyum Luke Bianchi sambil menepuk bahu pria itu.
"Setidaknya aku tenang. Omar sudah tidak mengingat Leia ku!" kekeh Dante Mancini.
"Astaghfirullah! Masih dibahas?" protes Omar Zidane kesal membuat Bayu terbahak.
***
Garvita dan Gemintang menatap Nadya yang datang menghampiri keduanya. Raj dan Gabriel pun merasa takjub dengan keberanian pengacara muda itu.
"What?" tanya Nadya melihat keempat orang didepannya.
"Hei, tidak perlu menunggu pria proklamir. Wanita pun bisa memproklamirkan perasaannya kepada pria yang dicintainya" seringai Nadya. "Momentum nya pas kan?"
"Nice move Nadya. Aku salut sama kamu dan keberanian kamu" senyum Raj. "Definisi maju duluan mikir belakangan."
Gemintang tertawa menatap kekasihnya. "Gitu ya Arjun."
"Iyalah! Ngomong-ngomong sejak kapan suka Omar?" tanya Raj.
"Well ... Habis Brazil."
Gabriel tertawa mengingat saat itu Bayu dan Omar bertengkar lalu dibentak oleh Nadya. "Ternyata Omar memang suka wanita badass. Dulu Leia, sekarang Nadya. Tapi cintanya benar-benar untuk Nadya."
"Leia?" Raj menatap Gabriel bingung. "Leia istrinya Dante Mancini?"
"Yup. Mereka ada storynya bang Raj" jawab Garvita. "Kejadiannya sudah lama kok, hampir lima tahun yang lalu. Mbak Leia itu dulu direbutkan antara bang Dante dan bang Omar tapi bang Dante yang menang. Habis itu bang Omar patah hati... Eh ketemu cewek satu ini malah bisa move on."
"Namanya jodoh yang tertunda. Allah pastilah sudah menyiapkan pasangan masing-masing dan terbaik..." gumam Raj sambil menggenggam tangan Gemintang.
Nadya mengangguk tanda setuju. "Lagipula Omar kan tipe pria yang gentleman. Oh ini juga akibat aku waktu kecil kalau nyapu setiap weekend disuruh mommy berantakan dan katanya bakalan dapat pacar brewokan. Tapiiii kalau modelnya macam OZ, nggak rugi kan?" Mata hijau kecoklatan Nadya mengerjap-ngerjap jenaka.
Garvita dan Gemintang hanya melongo mendengarkan argumen gadis berambut panjang itu. "Haaaaahhh?"
***
Acara balapan pun dilanjutkan lagi dan sekali lagi Radhi membuktikan ucapannya bahwa Koenigsegg diadu dengan La Ferarri nya dan Bugatti Chiron yang disetiri Dante, masih kalah cepat. Padahal Bayu yang menyetir Koenigsegg tidak menggunakan tenaga full macam Radhi maupun Dante.
Menjelang subuh, semua generasi keenam dengan mobil masing-masing menuju garasi mirip showroom Keluarga Emir untuk mengembalikan semua mobil disana. Setelahnya mereka semua pun pulang ke hotel dan istana Al Jordan untuk beristirahat.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️