
"GARVITA!"
Wajah Garvita memucat saat sang ayah Ayrton berdiri sambil berkacak pinggang menatapnya tajam dan tampak matanya berkilat marah.
Pria berusia 40 akhir itu menghampiri putri bungsunya yang super manja dengan aura ingin menjewernya.
"Apa yang kamu lakukan pada Gabriel?" bentak Ayrton membuat semua orang disana menoleh ke arah salah satu Emir Al Jordan itu.
"Pa...aku cuma..."
"Cukup Garvita! Papa sudah menolerir kelakuan kamu sama Gabriel lama! Mulai saat ini, kamu papa hukum tidak boleh ke luar Dubai selama tiga bulan, termasuk saat Nadira menikah dengan Pedro!"
Garvita melongo. "Tapi pa...!" rengek gadis itu.
"Keputusan papa sudah final! Renungkan semua kelakuan kamu!" balas Ayrton galak membuat Garvita tercengang. "Kamu pulang besok ke Dubai! Gabriel, kamu kawal dia dan jangan ijinkan dia pergi keluar Dubai! Kalau perlu kamu tegaskan anak manja ini!"
Emir berdarah Jerman itu lalu berbalik meninggalkan Garvita yang mulai menitikkan air mata tidak menyangka papanya akan tega seperti itu.
"Nona..." panggil Gabriel.
"AKU BENCI KAMU!" bentak Garvita sambil menuju ke arah luar mansion melalui pintu samping. Tamerine yang melihat nonanya mode merajuk, segera mengejar gadis itu.
Gabriel pun menyusul keduanya dan ketiga orang itu diketahui menuju bandara JFK untuk terbang ke Dubai.
***
"Apa yang terjadi?" tanya Kaia Blair O'Grady ke Ayrton yang masuk dengan wajah kesal.
"Garvita buat perkara! Gabriel dihajar lagi!" sungut Ayrton.
"Ton, Tamerine laporan kalau Garvita minta ke JFK airport. Mau pulang ke Dubai katanya" lapor Mariana.
"Biarin saja! Sekali-kali anak itu harus dikerasin! Kalau nggak ngelunjak!" jawab Ayrton.
Blaze dan Samuel bingung dengan keributan di belakang pun menghampiri Ayrton dan Mariana.
"Maaf, Blaze dan Samuel, membuat pesta resepsi kalian berdrama ria" ucap Ayrton ke pasangan pengantin baru itu.
"Garvita memang manja" sambung Mariana.
"Tidak apa Oom Ay dan Tante Mariana. Aku kan tahu sifatnya anak satu itu. Sekarang dimana dia?" tanya Blaze.
"Katanya ke bandara mau balik Dubai."
"Malam-malam begini? Apa ada penerbangan kesana?" tanya Samuel yang agak khawatir tapi kenapa kedua orangtuanya Garvita santai-santai saja.
"Tenang saja Sammy, ada Gabriel dan Tamerine bersama Garvita" senyum Ayrton seolah tahu apa yang dibenak Samuel.
***
JFK Airport New York
Garvita bersama dengan dua pengawalnya pun tiba di bandara JFK dan langsung menuju Emirates untuk memesan tiket buat tiga orang. Beruntung penerbangan ke Dubai pukul 23.55 sedangkan ketiganya tiba di bandara pukul 21.55. Dan masih ada beberapa seat kosong di first class.
Tanpa berbicara gadis itu menunjukkan pasport nya yang selalu dibawanya di dalam clutch nya begitu juga dengan Gabriel dan Tamerine. Garvita langsung membayar tiket first class tiga orang ke Dubai menggunakan kartunya.
Di dalam pesawat, Garvita memeluk Tamerine yang mengusap kepala nonanya sedangkan Gabriel hanya melihat keduanya. Dirinya merasa bersalah karena memancing kemarahan Ayrton Schumacher tapi Gabriel tidak mengira hukuman yang diberikan akan separah itu.
Tidak boleh menghadiri pernikahan Nadirandan Pedro Pascal, tidak boleh ke luar negeri selama tiga bulan... Apalagi liburan begini? Apa betah? Padahal nona harus mulai mengurus daftar kuliah. Gabriel melihat Garvita terlelap dengan air mata masih mengalir di pipinya.
***
Dubai International Airport
12 jam lebih perjalanan yang ditempuh dari New York ke Dubai dan ketiganya pun dijemput oleh pengawal Al Jordan yang sudah dihubungi oleh Gabriel sebelumnya.
Di dalam mobil, tidak ada pembicaraan antara Garvita dan Gabriel. Tamerine pun cukup tahu diri sebab dirinya mendengar keributan yang awalnya hanya bercanda tapi membuat Ayrton salah paham.
Aku harus menjelaskan kepada tuan Ayrton agar hukuman yang diberikan kepada nona Garvita tidak selama itu. Tamerine menatap nonanya yang meletakkan kepalanya di bahu pengawalnya dengan wajah sendu. Wanita berusia 30 an tahun itu memegang tangan Garvita seolah hendak memberikan ketenangan untuk nona manjanya.
***
New York
Ayrton menerima kabar dari kepala pelayan istana Al Jordan kalau putrinya sudah tiba dengan selamat di istana.
"Dimana sekarang Garvita?" tanya Ayrton ke kepala pelayan itu.
"Gabriel?"
"Di paviliun pengawal tuanku. Nona tidak mau ditemani dan dikawal oleh Gabriel."
Ayrton menghela nafas panjang. Dasar bontot!
"Ya sudah. Awasi selalu."
"Baik tuanku."
Ayrton mematikan panggilan videonya dan menatap Mariana dan Sabine yang berdiri. Keluarga Al Jordan memang menginap di penthouse milik Kaia Blair O'Grady.
"Well? Sudah sampai Dubai cucuku?" tanya Sabine dengan wajah judes ke Ayrton. Iya benar ada darah Jerman tapi nggak kaku dan galak gini juga ih!
"Sudah mom..."
"Ay, apa kamu tidak keterlaluan?" tanya Karl yang duduk di sofa sambil menikmati sandwich yang dibuatkan oleh Sabine.
"Dad, Garvita sudah sering menghajar Gabriel dan ini sudah kesekian kalinya wajah Gabriel bengap dipukul cucu Daddy itu. Aku hanya ingin memberikan pelajaran agar tidak seenaknya meskipun dengan pengawalnya sendiri!"
"Dad, Ayrton benar. Kami selama ini diam dan hanya menegur tidak tegas tapi semalam saat aku melihat CCTV taman, memang tampak Garvita yang membuat perkara. Gabriel sudah cukup sabar menghadapi Garvita" sambung Mariana.
"Garvita masih labil tapi Ay. Janganlah kamu hukum seperti itu" pinta Sabine.
"Biar saja Mom. Sengaja aku buat shock therapy biar tidak seenaknya sama siapa saja!" ucap Ayrton tegas.
Mariana menatap Sabine dan Karl bergantian yang tahu jika Ayrton sudah punya keputusan, maka akan sulit membelokannya.
Macam Daddy Senna Al Jordan saja anak satu ini! Batin Sabine gemas merasakan putra tunggalnya.
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Garvita terbangun dengan kepala sakit akibat terlalu banyak menangis dan kesal luar biasa ke Ayrton sang papa yang lebih membela Gabriel dibandingkan putrinua sendiri. Hari ini adalah hari kedua setelah mereka tiba dari New York.
Gadis tinggi itu pun masuk ke kamar mandi untuk bersiap berendam dengan bom sabun berbau lavender. Garvita ingin menikmati momennya di dalam kamar mandi sembari menenangkan emosinya.
Setelah menikmati acara berendamnya, Garvita pun membilas tubuhnya dan mengenakan pakaiannya. Hari ini dirinya ingin berkuda apalagi sudah lama kuda kesayangannya tidak ditengoknya semenjak mulai ujian semester genap.
Gabriel yang baru saja menyelesaikan shift malam melihat Garvita sudah berganti pakaian untuk berkuda pun datang menghampiri.
"Nona mau berkuda?" tanya Gabriel.
Garvita hanya diam saja dan terus berjalan meninggalkan Gabriel.
"Nona Garvita!" panggil pria itu sedikit keras membuat gadis itu berhenti dan berbalik.
"Apa!" bentak Garvita.
"Maaf..." Gabriel menundukkan kepalanya. "Maafkan saya..."
Garvita menatap pengawalnya. "Kamu senang kan aku mendapatkan hukuman dari papa?"
"Tidak nona..."
"Gara-gara kamu! Aku jadi dihukum papa!"
"Bukankah itu karena ulah nona sendiri?" senyum Gabriel yang gemas dengan degilnya ( stubborn / kepala batu ) nona manjanya itu.
"Kamu memang nyebeliiiinnnn!" jerit Garvita kesal sambil berlalu dari Gabriel.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf buat yang lain besok. Aku teler habis minum obat.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️