
Flashback Bayu, Arkananta dan Valentino
Pesawat milik Giandra Otomotif Co mendarat dengan mulus di bandara JFK New York dan segera masuk ke dalam hangar milik keluarga O'Grady.
Dua mobil Range Rover milik Bayu dan Joey Bianchi sudah siap disana dan membawa kelima orang itu menuju gedung Jang Corp yang berada di area Poughkeepsie, dua jam dari New York City, dimana dekat dengan tempat latihan milik keluarga McGregor - Blair.
Kota Poughkeepsie
Jang Corp sendiri memiliki kantor di Manhattan, satu gedung dengan PRC Group dan MB Enterprise tapi tempat semuanya dibuat, memang di kota Poughkeepsie yang berada di pinggiran. Bahkan gedung Jang Corp lebih mirip sekolah daripada pabrik senjata dan alat spionase.
Dalam perjalanan, Valentino menghubungi Shinichi Park yang berada di Tokyo.
"Apa V?" tanya Shinichi.
"Kungkang, kamu aku kirim data tolong diperiksa ya."
"Data apa ini V? Kalian sudah keluar dari Miami?"
"Sudah. Dan kami tadi dikejar oleh kartel tapi kami bisa lolos."
"Alhamdulillah. Oke aku akan coba olah data dan metadata yang kalian kirim." Shinichi pun mematikan panggilan Valentino.
***
Laboratorium Fisika Tokyo University Jepang
Keesokan harinya Shinichi mendatangi kampusnya dan tampak asistennya Kedasih sudah datang dan menunggu di kubikel nya.
"Burung kenari, kamu tidak ada kuliah?" tanya Shinichi ke gadis blasteran Indonesia Jepang itu. Kedasih Jayanti, asisten dan juga cucu Professor Takeda, dosen pembimbing Shinichi itu mengalami shock berat saat menyaksikan kedua orangtuanya terseret tsunami kecil di Okinawa. Sejak itu Kedasih tidak bisa berbicara dan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Tidak ada kuliah hari ini mas Shin.
"Ya sudah, kamu bantu aku ya?"
Bantu apa?!
"Memisahkan data dan semua yang aku berikan." Shinichi memberikan satu dari dua flashdisk yang dipegangnya. Keduanya pun langsung serius membongkar data yang diberikan Valentino.
Mas Shin. Kedasih menepuk bahu Shinichi yang duduk di sebelahnya.
"Apa burung gereja?" Kedasih hanya melengo mendengar dirinya dipanggil seenaknya oleh kakak kelasnya.
Orang ini menembak. Wajah Kedasih tampak cemas.
"Kamu dapat dari mana?" tanya Shinichi dan Kedasih menunjukkan sebuah folder yang awalnya dienkripsi tapi bisa dibongkar oleh gadis itu.
Shinichi menzoom gambar itu dan membandingkan foto-foto yang diperoleh nya. "Oh my God."
Kenapa mas Shin?
"Tunggu dulu. Ini foto kapan?"
Hampir 14 tahun lalu.
Shinichi mencoba merangkai semua ketika ponselnya berbunyi dari unknown number.
"Siapa ini?" Shinichi menggeser tombol hijau. "Halo?"
"Tuan Park?"
Shinichi terkejut mendengar suara orang yang menelponnya. "Gabriel?"
"Iya tuan Park."
"Kamu dimana kampret!" bentak Shinichi kesal membuat Kedasih terkejut mendengar kakak kelasnya bisa marah.
"Saya tidak bisa mengatakan tapi saya tahu kalian ke Miami untuk mencari sesuatu di rumah saya. Apakah anda menemukannya?"
"Aku menemukan rekaman CCTV saat kedua orangtuamu dibunuh, Gabriel" ucap Shinichi dan Kedasih menatap tidak percaya jika video yang dilihatnya tadi masih berhubungan dengan keluarga pria imut itu.
"Bisakah anda mengirimkan pada saya. Apakah tuan Park mengetahui siapa orang itu?"
"Dengar Gabriel, gara-gara kamu minggat, Eagle hampir kehilangan nyawanya gara-gara kartel!"
"Maafkan saya tapi saya butuh video itu."
"Eh kupret, bagaimana aku bisa kirim kalau kamu pakai unknown number?" hardik Shinichi.
"Anda bisa kirim ke email saya." Gabriel menyebutkan alamat email nya dan Shinichi mencatat nya.
"Gab, jangan gegabah! Oke! Pikirkan Garvita" pesan Shinichi.
Mas Shin, ini ada apa? Aku kok bingung.
"Nggak usah bingung Dasih, nanti aku ceritakan." Shinichi lalu mengirimkan rekaman CCTV yang hilang itu. "Tunggu, kalau ini rekaman CCTV saat penembakan Juan Pablo Luna dan Stephanie James, siapa yang mengambil dan menyimpan nya di flashdisk lalu diletakkan di bawah lemari Gabriel?"
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Ayrton sedang mempelajari semua yang diperoleh oleh ketiga keponakannya dan mulai mencoba menyusun semua kepingan puzzle. Kalau ini memang saat penembakan orangtua Gabriel yang kita cari rekamannya, siapa yang menyimpan di rumah Gabriel?!
Suara ponselnya berbunyi dan Ayrton melihat unknown number disana dan segera mengangkat nya.
"Gabriel..."
"Tuan Ayrton."
"Bagaimana kabar kamu? Sehat kan?"
"Alhamdulillah."
"Dimana kamu?"
"Saya tidak bisa mengatakan dan saya minta tuan Ayrton jangan melacak saya karena saya masih menyelidiki sesuatu."
"Apa yang sudah kamu dapatkan?"
"Orang yang menyimpan barang bukti itu."
Mata abu-abu Ayrton membelalak. "Kamu tahu?"
"Yes Sir."
"Siapa?"
"Salah satu agen CIA yang menyamar di kartel Brazil dan setelah mengetahui kedua orang tua saya tewas, dia berusaha mengumpulkan semua bukti - bukti. Orang ini diluar lingkaran Agen Jameson dan Agen Roberts."
"Kapan dia meletakkan bukti-bukti itu?" tanya Ayrton karena dirinya tidak yakin CIA tidak teliti dalam membongkar mencari alat bukti.
"Dua tahun lalu... Orang itu yang berhasil menemukan saya saat saya pergi dari rumah keluarga McCloud."
Pantas CIA, kartel dan ABIN sumbut mencari semua bukti-buktinya. "Gabriel, apa rencana kamu?"
"Saya akan mencari satu persatu empat orang yang terlibat pembunuhan kedua orang tua saya. Saya hanya tahu yang menarik pelatuk adalah agen ABIN dengan kode Mule dan agen CIA dengan kode Killer Whale. Sayangnya saya belum tahu siapa."
"Gabriel, agen Jameson dan Agen Roberts, AWOL ( Absent Without Leave - Pergi tanpa permisi ). Sekarang CIA juga mencari mereka. Dua agen ABIN Eduardo Palemo dan Garcia Ruben pun sama." Ternyata feeling-nya Damian saat menodong dua agen itu benar.
"Tuan Ayrton, saya akan cari mereka berempat! Pasti mereka lah yang mempunyai kode M alias Mule dan K alias Killer Whale yang ada di buku kakek Ahmed."
"Apa yang akan kamu lakukan?"
"Saya bunuh mereka."
Ayrton terkekeh. "Jangan Gabriel. Kita buat mereka mati kalau kamu berhasil menemukan nya."
"Bagaimana sir?" tanya Gabriel.
"Tampaknya Raveena dan Geun-moon pernah mempraktekkan racun mati suri" seringai Ayrton.
***
Markas Jang Corp Poughkeepsie NY
Bayu merebahkan tubuhnya yang besar Diatas kasur pompa di ruangan yang disulap menjadi tempat tinggal sementara dirinya, Valentino dan Arka. Valentino sendiri sampai harus mengikuti kuliah online demi keselamatannya karena para pengawal yang disebar mengatakan pihak kartel mencari mereka.
Katya D'Angelo yang tahu akan situasi Valentino, memilih mengikuti semua instruksi dari sang Opa, Storm Grimaldi dan kedua orangtuanya yang cemas. Bahkan Oomnya yang salah seorang pangeran Spanyol, juga mengirimkan pengawal untuk keponakannya. Kerajaan Spanyol yang terkena imbas dari Harland Rochester, benar-benar melakukan pembersihan besar-besaran. Tak heran ketika keluarga Klan Pratomo tersangkut masalah ini, pihak keluarga Katya menjaga sekali gadis itu.
Valentino yang selesai melakukan kuliah online menatap kakaknya yang terlelap sedangkan Arka sudah ngorok tanpa beban karena semalaman berusaha mencari jejak sedikit pun kemana saja uang itu berjalan.
Valentino membuka MacBook milik Arka dan mulai mencari aliran dana yang berlangsung hingga dua tahun lalu. Mata coklat Valentino melotot. Tunggu, kalau data ini sampai dua tahun lalu, siapa yang meletakkan semua barang bukti ini ?! Apakah ada orang lain? Lawan atau kawan?
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf Gabriel agak suspens thriller
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️