
Rio de Janeiro Brazil
Mobil ambulans yang membawa Garcia Ruben bergegas menuju bandara dan disana sudah ada pesawat kecil yang disewa Abiyasa untuk mengirimkan 'paket' ke New York. Obat mati suri buatan Geun-moon memang hanya efektif maksimal tiga hari.
Luke dan Antonio pun melanjutkan untuk pengintaian di sebuah bar karena salah seorang anak buahnya mengatakan melihat Harland Rochester masuk ke bar high class itu.
"Kita masuk?" tanya Antonio.
"Seriously? Harland tahu wajah kita dan dia pasti bisa merangkai bahwa kita mengincar empat orang agen itu." Luke menatap sepupunya.
"Jadi biarkan Ikeda dan Tobias yang masuk?" Antonio memakai kacamata nya yang merupakan pengganti binoculars ( teropong ) agar tidak mencolok mencari dua pengawal dari Dante dan Luke.
"Ikeda, kamu dengar?" tanya Luke ke earpiece pengawalnya.
"Loud and clear, Sir. Saya dan Tobias dekati Rochester?"
"Exactly. Kalian tahu kan apa harus bagaimana?" ucap Luke.
"Yes Sir."
***
São Conrado
"Tuan O'Grady."
"Apa Jubal?" tanya Bayu.
"Anda habis berapa ini biayanya?"
Bayu menoleh ke arah pria yang lebih tua darinya. "Seriously? Kamu tanya itu sekarang?"
"Sebab saya tahu biro pasti tidak akan mau mengeluarkan uang sebanyak ini" ucap Jubal.
Bayu tertawa. "Dengar Jubal, uang yang kami keluarkan tidak akan membuat kami bangkrut. Boleh dibilang kami butuh refreshing dari rutinitas bekerja kami meskipun harus meninggalkan keluarga. Dante harus meninggalkan Leia dan Vic, Luke meninggalkan Rin dan Hyde. Kami melakukan ini selain untuk have fun, tapi juga untuk menyelesaikan masa lalu Gabriel. Dia berhak tahu siapa pembunuh orangtuanya dan kenapa."
"Kamu nggak usah mikir soal biaya kami habis berapa. Bukannya sombong tapi ini hanya mengurangi 0,5% total kekayaan kami semua" sambung Luke.
"Itu tetap saja sombong babang Lukie..." kekeh Shinichi.
"Shut up Shinchan! Bagaimana hasil penyelidikan kamu kenapa Oom Benji tidak bisa masuk ke melacak keempat orang itu?" tanya Luke.
"Bukan aku dan Shinichi mendahului Oom Benji, tapi satelit yang biasa dipakai dijam oleh NSA" sambung Valentino. "Oom Benji juga merasa urusan dengan Harland sudah selesai dan Gabriel tidak mencari tahu soal kedua orangtuanya lebih lanjut."
"Dan CIA sendiri yang malah membongkar semuanya!". sambung Dante.
"Kamu dimana Inferno?" tanya Bayu.
"Membuntuti agen Jameson."
"Sudah pakai kevlar? Glock ready?" tanya Luke yang bagaimana pun khawatir karena Dante adalah suami kakaknya dan Gabriel adalah pengawal merangkap kekasih Garvita, adiknya yang manja.
"Done and done Luke. Tenang aku dan Gabriel masih ingin pulang ke wanita kami masing-masing!" jawab Dante tenang.
"Mas Bayu. Heads up ( siap-siap )" ucap Valentino.
"Ada apa?"
"Ada mobil Jeep Cherokee keluar" jawab Arkananta.
"Kamu tidak pakai satelit Amerika kan Ka?" tanya Bayu sambil menstater mobilnya untuk mengikuti Jeep Cherokee hijau itu.
"Nope."
"Pakai satelit mana?"
"UAE."
Bayu hanya tertawa. "Dasar Gasendra!" Gasendra Schumacher memang sudah diresmikan menjadi pengganti Enzo Al Jordan karena Ken Al Jordan memilih mundur demi menjadi dokter spesialis.
"Boys!" panggil Benji.
"Gimana Oom?"
"Kalian semua punya ijin menggunakan senjata api di Rio tapi hanya saat darurat! Kalau bisa macam Eduardo dan Garcia."
"Tampaknya kalau si Jameson agak sulit karena aku dan Gabriel melihat ada tiga orang di dalam mobil Mustang itu" jawab Dante.
"Kalau memungkinkan, jangan sampai ada baku tembak!" ucap Benjiro Smith.
Benji terdiam. "Yang benar saja kamu bawa senjata itu!" bentaknya di earpiece semua orang membuat telinga mereka sedikit berdenging.
"Yaaaa paling nggak dipakai" sahut Bayu cuek. Jubal menoleh ke arah tas hitam yang berada di jok belakang. Apa itu PW-10? Senjata apalagi?!
"Guys. Mobil Jameson berhenti di sebuah brothel ( rumah bor*Dil )" ucap Dante.
"Shinichi out kalau soal meshum! Shin masih imut!" celetuk sulung Hideo Park dan Fayza Sky.
"Kamu kan sudah kepala dua Kungkang!" hardik Luke gemas.
"Aku masuk atau gimana?" tanya Dante.
"Tunggu. Simon dan Aditya akan sampai ke lokasimu, Dante. Biar kamu nanti bersama dengan Simon masuk ke brothel dan kalau bisa bawa sekalian!" ucap Luke.
"Bay, kamu dimana?" tanya Antonio.
"Aku dan Jubal masuk ke sebuah taman nasional. V, kamu aktifkan semua GPS punyaku, Luke dan Dante!" perintah Bayu.
"Sudah dari tadi mas. Oh ada bangunan di dalam hutan nasional itu. Mas Bayu jangan terlalu dekat..." ucap Valentino yang mengawasi dari New York bersama dengan Arka di ruang IT Jang Corp.
"Damn it! Itu markas Kartel yang tersembunyi di hutan nasional!" umpat Bayu.
"Mas, jangan gegabah!" pesan Arkananta.
"Kayaknya PW-10 harus kita coba ini" alibi Bayu.
"Woi! Bay!" hardik Benji yang sekarang berada di ruang monitor Smith Corp.
Bayu sengaja memarkirkan mobilnya diantara pohon-pohon rindang apalagi mobilnya bewarna hijau tua hingga semakin berkamuflase. Pria itu mengambil jaket army nya begitu juga dengan Jubal. Bayu mengambil tas hitam di kursi belakang dan membukanya. Tampak senapan bewarna hitam dan desainnya berbeda dengan senapan sniper lainnya.
"Oom Benji, berapa rekor tembakan sniper Oma Sabine?" tanya Bayu.
"2,500 meter. Kenapa?"
Bayu mengarahkan senapan itu ke arah agen Roberts yang sedang mengobrol dan berhasil mendapatkan face recognition untuk lock on target. "Aku ingin tahu apakah PW-10 bisa menembak di jarak 5000 meter."
***
Maracana Beberapa kilometer dari Méier
Dante dan Simon, pria berdarah Spanyol itu pun masuk ke dalam sebuah brothel dan begitu masuk, aroma s3k5 sangat terasa di dalam membuat Dante mual.
Sebelum menikah dengan Leia, Dante memang dikenal Casanova khas Italiano tapi dia tipe pemilih bukan tidur dengan sembarang wanita. Setelah bertemu dengan Leia, Dante auto tobat dan berjanji hanya bersama Leia dan Vicenzo selamanya.
"Dimana dia?" ucap Dante sambil celingukan mencari agen Jameson. Banyak wanita yang merayu dua pria berwajah tampan itu untuk melakukan transaksi tidur bersama.
"Saya rasa target ada di sebelah sini Signor Mancini."
"Bagaimana kamu tahu Simon?" tanya Dante.
"Saya tadi mendengarkan percakapan beberapa wanita yang mengatakan pria Amerika itu datang lagi bersama dengan salah satu wanita yang termasuk dibayar mahal."
"Kita cari saja..." suara Dante menghilang ketika melihat agen Jameson keluar dari sebuah kamar.
Wajah agen Jameson tampak marah dan gusar membuat Dante dan Simon berpandangan.
Agen Jameson melihat ke arah Dante dan menghampirinya. "Hei, kamu! Apakah kamu membawa uang sekitar $200?"
"Ada apa man? Kenapa kamu butuh uang segitu?" tanya Dante.
"Dompetku hilang dan aku butuh sekarang uangnya!"
Dante tersenyum. "Aku bahkan bisa memberikan $1000 asalkan kamu ikut denganku ke mobilku karena uangku ada disana."
"Ayo kita ambil!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️