My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Ke Gedung FBI



Gedung FBI, Federal Plaza New York


Gabriel bersama dengan Nelson dan Nadya Blair mendatangi gedung FBI untuk melengkapi laporan dan hasil penyelidikan selama sebulan. Meskipun semua sudah lengkap tapi pihak FBI tetap mencocokan semua bukti yang sudah mereka pegang.


"Benar ini tuan Blair? Saya tidak perlu maju ke pengadilan di Dubai sebagai saksi?" tanya Gabriel yang tidak tahu bisa menahan dirinya untuk tidak menghajar Eduardo Palemo sebagai pelaku penembakan kedua orangtuanya.


"Marisol Braga sedang berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum di Dubai agar kamu tidak maju sebagai saksi. Apalagi saat itu kamu kan baru 12 tahun jadi kemungkinan ingatan akan kejadian mengenaskan itu sudah kamu tekan untuk dilupakan" jawab Nelson.


"Marisol masih judes mas?" tanya Nadya.


"Masih lah! Untung aku nggak sering pegang kasus di New York, bisa ketemu dia melulu!" sungut Nelson. Kini ketiganya sedang berada di depan front desk gedung FBI untuk mengambil tag name visitor.


"Gab, kamu itu sudah pacaran sama Garvita kan?" tanya Nelson sambil memakai kartu visitornya di saku jasnya. "Jadi manggil kita tidak perlu formal lah!"


Gabriel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sepertinya kebiasaan susah dilepaskan."


Nadya hanya menepuk bahu Gabriel. "Kebiasaannya dirubah."


"Baik no...eh Nadya."


Nadya Blair tersenyum manis. Seorang security yang dekat dengan lift bertanya hendak ke lantai berapa dan Nelson menyebutkan bahwa mereka hendak bertemu Isobel de Garza dan security itu pun memencet tombol lift ke angka tangga tempat kantor Isobel.


Ketiga orang itu pun masuk lift dan ketika berada di lantai sepuluh, pintu baja itu terbuka dan tampak Omar Zidane berdiri disana dan mengangguk ke ketiga orang itu lalu masuk.


"Nelson, Nadya, Gabriel" sapa Omar.


"Pagi Omar" balas ketiganya.


"Kalian hendak ke Isobel?" tanya Omar.


"Yup. Sekalian double check semua berkas yang hendak diajukan ke kejaksaan Dubai" jawab Nelson.


Omar menoleh ke arah Nadya yang masih asyik memeriksa Ipad-nya. "Apakah ujian pengacara kamu sudah keluar hasilnya?"


"Sudah. Dan aku sekarang official pengacara macam mas Nelson dan Daddy."


"Sayang Opa tidak bisa melihat kamu sudah resmi jadi pengacara ya." Nelson menatap lembut ke Nadya. James Blair sudah meninggal karena sakit tujuh tahun lalu, saat Nadya masih SMP.


"Iya sih tapi memang Opa sudah sakit kan mas" sahut Nadya.


Suara lift berbunyi pertanda mereka sudah tiba di lantai yang dituju, membuat keempat orang itu keluar bersama begitu pintu itu terbuka.


"OZ, tadi kamu habis dari mana?" tanya Nadya yang berjalan di belakang Nelson dan Gabriel.


"Oh tadi aku dari arsip mencari berkas dan data cold case. Karena kasusnya Gabriel sudah masuk ke kejaksaan, aku melanjutkan kasus ku yang berhubungan dengan penyelidikan Pedro."


"Pembunuhan berantai."


Nadya tampak antusias ingin tahu lebih lanjut.


"Seriously Nadya. Ini kasus masih aktif dan aku tidak bisa bercerita apapun padamu!" ucap Omar yang melihat wajah gadis cantik itu super kepo.


"Ah, OZ menyebalkan!" Nadya pun memajukan bibirnya membuat Omar gemas melihat pengacara belia itu.


"Kamu tuh benar-benar deh Nad! Ngeyel!"


"Kalau aku nggak tukang ngeyel, tidak bisa jadi pengacara dong!" kekeh gadis berambut coklat panjang itu.


Omar hanya menatap sebal ke gadis belia itu. Untung aku sudah mengenal keluarganya Leia, jadi tidak heran kalau Nadya hampir mirip rusuhnya dengan Raveena.


***


Ruang kerja Isobel de Garza.


Keempat orang itu pun masuk ke ruang kerja chief FBI, Isobel de Garza. Nelson terkejut ketika melihat Marisol Braga sudah berada di sana sedang berdiskusi dengan Isobel.


"Selamat pagi" sapa Gabriel dan Nadya bersamaan sambil mengangguk.


"Pagi. Ayo Gab, duduk di sebelah Marisol Braga. Mari, ini Gabriel Luna. Gabriel, ini Marisol Braga yang mewakili jaksa agung yang akan mendeportasi keeempat pelaku kejahatan ke Dubai UAE.


Gabriel dan Marisol saling berjabat tangan.


"Ayo kita lengkapi semua berkas karena lusa, keempat orang itu sudah akan diterbangkan ke Dubai dengan pengawalan ketat." Marisol tersenyum ke Gabrel.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Maaf pendek karena aji sirep main datang


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Lanjut besok Yaaaa