
Saint Kings Hospital Dubai UAE
Setelah terjadi adu debat di meja makan antara Garvita dengan ayah ibunya dan dirinya dibela oleh Sabine serta Paradina yang membenarkan tindakan cucunya membela diri, akhirnya Garvita menurut permintaan Karl Schumacher sang opa untuk membesuk Zayyan ke rumah sakit meskipun dengan wajah ditekuk.
Pagi ini dengan ditemani ayahnya, Gasendra dan Gabriel, Garvita mendatangi tempat remaja yang mengganggunya dirawat. Di belakang rombongan kecil itu, beberapa pengawal Al Jordan mengawal mereka.
Ayrton yang pagi ini mengenakan baju Emir nya bersama dengan Gasendra, langsung menemui asisten pangeran Khalif, ayah pangeran Zayyan.
Pangeran Khalif yang mendengar Emir Al Jordan Schumacher datang, keluar dari ruang rawat inap putranya. Ayrton dan Khalif pun bersalaman lalu keduanya pun terlibat dalam percakapan santai. Ayrton lalu memperkenalkan Gasendra dan Garvita.
"Oh, jadi ini gadis yang berani melawan putra saya" kekeh pangeran Khalif.
"Maaf, tapi putra anda yang mulai" jawab Garvita judes membuat Ayrton, Gasendra dan Gabriel melongo.
"Astagaaa, Garvita" tegur Ayrton merasa tidak enak dengan pangeran Khalif.
Tanpa diduga, ayah pangeran Zayyan itu malah tertawa. "Anda benar princess, Zayyan memang pantas mendapatkannya."
Keluarga Schumacher melongo mendengar ucapan pangeran Khalif.
"Saya orang nya fair, Emir Schumacher. Saya sudah melihat beberapa rekaman CCTV yang memang menunjukkan bagaimana nakalnya Zayyan." Pangeran Khalif tersenyum. "Dan saya tahu alasannya. Ternyata putri anda lebih cantik aslinya, Emir Schumacher. Pantas kalau Zayyan naksir ke kamu."
Ketiga anggota keluarga Schumacher semakin terkejut dengan penjelasan ayah Zayyan itu.
"Prince Zayyan naksir Garvita?" tanya Gasendra yang entah kenapa tidak suka mendengarnya. Bagi Gasendra, itu bukan cara yang gentleman untuk mencari perhatian seorang gadis.
"Zayyan sudah bercerita kepada saya alasan dia menggangu princess Schumacher."
"Boleh saya bertemu dengan Zayyan?" tanya Garvita dingin.
"Silahkan princess."
"Kamu sendirian?" tanya Ayrton dengan khawatir. Bukan Garvita yang aku khawatirkan tapi Zayyan.
"Tentu tidak! Gab, ikut aku!" perintah Garvita ke pengawal nya.
"Baik nona." Gabriel lalu mengkuti Garvita masuk ke dalam ruang rawat inap Zayyan.
Remaja berwajah khas timur tengah itu menoleh ke arah pintu yang terbuka dan sedikit terkejut melihat Garvita datang dengan wajah judes dan tidak sendirian.
"Garvita..."
Garvita hampir meninju wajah Zayyan kalau saja Gabriel tidak sigap langsung menarik tubuh nonanya.
"Brengseeekkk kamu Zayyan! Harusnya aku tidak hanya menendang perutmu tapi juga burungmu!" bentak Garvita kalap.
"Nona Garvita..." bujuk Gabriel sambil memeluk gadis itu.
"Aku... minta maaf Garvita..." ucap Zayyan pelan.
"Aku tidak akan menerima maafmu!" Garvita lalu menoleh ke arah Gabriel. "Lepaskan tanganmu, Gabriel."
Gabriel lalu melepaskan pelukannya dan melihat bagaimana nona nya mendatangi ke Zayyan. Dirinya tetap mengawasi dengan waspada penuh karena nonanya satu ini memang bar-bar.
"Apa benar kamu naksir aku?" tanya Garvita angkuh sembari berkacak pinggang.
Si nona judes
"Apa... ayahku yang memberitahukan padamu?" Wajah Zayyan tampak memerah merasa malu rahasianya selama ini disimpan rapat, terbongkar juga. Zayyan memang suka dengan Garvita dan berusaha menarik perhatian gadis itu tapi tetap saja tidak berhasil.
"Cara kamu itu childish, tahu nggak! Dan asal kamu tahu, aku semakin tidak suka padamu! Aku tidak peduli siapa kamu tapi mengingat apa yang kamu lakukan padaku selama ini, membuat aku lebih mudah menolak kamu! Jangan pernah mengganggu aku atau kamu akan mendapatkan lebih dari sekedar bogem di wajah dan memar di ulu hati!" bentak Garvita galak.
"Tapi Garvita, kamu tidak pernah melihat aku! Aku harus melakukan sesuatu agar kamu mau melihat aku sedikit saja..." ucap Zayyan yang terdengar memelas.
Gabriel dalam hatinya salut dengan gadis yang masih muda tapi pemberani itu. Dia bahkan bisa berpikir seperti itu.
"Garvita..."
"Jangan pernah mengganggu aku!" Garvita pun berbalik. "Kita keluar Gabriel!"
Gabriel hanya mengangguk patuh. "Baik nona."
Zayyan tampak sedih ditinggal Garvita yang ternyata tidak ada keinginan untuk dekat dengan dirinya.
"Maafkan aku, Garvita..."
***
Garvita keluar dari ruang rawat inap Zayyan dengan wajah manyun. Gadis itu lalu menghampiri ke ayah Zayyan sedang mengobrol dengan Ayrton.
"Tuanku pangeran Khalif, saya minta maaf karena sudah menghajar putra anda. Tapi saya tidak akan melakukan jika putra anda tidak mulai duluan. Dan saya jamin bahwa putra anda tidak akan bertemu saya lagi. Permisi. Assalamualaikum." Garvita membungkuk hormat lalu berjalan meninggalkan semua orang di sana dan Gabriel melihat kode Ayrton untuk mengikuti putrinya, langsung menyusul nona galak itu.
"Astagaaa! Apalagi yang diperbuat anak itu!" gumam Gasendra gemas.
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Sekali lagi Garvita mendapatkan Omelan panjang lebar dari sang ayah dan ibunya tapi gadis itu tetap dalam pendiriannya. Bahkan Garvita meminta untuk pindah sekolah bersama dengan duo K.
Sama-sama masih SMP tapi Garvita dan duo K sekolah di tempat berbeda. Sekolah Garvita adalah sekolah swasta sedangkan duo K yang memilih public school.
"Apa kamu yakin pindah sekolah?" tanya Mariana yang gemas dengan putrinya yang seenaknya.
"Iya mama. Garvita sudah tidak nyaman sekolah disana."
"Kamu sebentar lagi ujian akhir lho."
"Tahu. Tapi daripada Garvita disana isinya malah kepikiran dikejar-kejar Zayyan, semakin tidak konsentrasi belajar nanti."
Mariana menatap Ayrton. "Gimana ini Ton?"
"Ya sudah. Kalau Garvita sudah tidak mau sekolah disana, masa harus kita paksa."
Mariana hanya bisa menghela nafas panjang.
***
Pagi ini di sekolah Garvita, terjadi keramaian tentang kepindahan nona muda keluarga Al Jordan Schumacher dari sekolah elite itu. Banyak siswa yang bergosip gadis cantik itu jengah mendapatkan gangguan setiap saat oleh pangeran Zayyan.
Zayyan yang mendengar gadis yang ditaksirnya memilih pindah, merasa sedih. Ternyata apa yang dilakukannya selama ini membuat Garvita tidak nyaman.
Kini dirinya melihat gadis itu berjalan bersama dengan ayah dan ibunya serta pengawalnya keluar dari gerbang sekolah elite itu membuat Zayyan kehilangan tapi nasi sudah menjadi bubur karena Garvita memilih pergi.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Ternyata aku nggak kuat ngetik Bu guru. Besok aku lanjutkan
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️