
Kediaman Keluarga McCloud London Inggris
Pagi ini Garvita dan Gabriel mulai menata barang-barang miliknya untuk dipak lalu dimasukkan ke dalam kardus untuk dibawa pulang ke Dubai.
Jadwal wisuda Garvita adalah di awal bulan dan Sean bersama Zinnia sudah mengosongkan jadwal kerajaan mereka demi bisa ikut melihat adik mereka wisuda. Menurut rencana pangeran Arsyanendra, pangeran Avaro dan putri Alisha akan ikut serta.
"Tidak ada yang dimasukkan lagi sayang?" tanya Gabriel sebelum melakban kardus terakhir. Usai acara wisuda, keluarga Schumacher akan langsung kembali ke Dubai.
"Itu yang terakhir. Kan tinggal baju masih dipakai harian dan make up saja yang aku biarkan masih diluar. Nanti kan bisa masuk ke koper. Yang penting buku, barang-barang tidak aku pakai sudah masuk ke dalam kotak packing dan kardus."
Gabriel mengangguk lalu mulai melakban kardus itu dan mengikatnya. "Mbak Zee sudah oke jadwalnya?" tanya pria berdarah Brazil dan Amerika itu yang sekarang diwajibkan memanggil keluarga Garvita seperti kekasihnya.
"Sudah. Katanya bang Sean sudah mengosongkan jadwal kok."
"Kamu nggak minta apa-apa sayang?"
Garvita menggelengkan kepalanya. "Aku sekolah disini kan karena kemauan aku dan sudah kewajiban aku untuk memberikan yang terbaik supaya mama dan papa bangga bahwa aku memang patut sekolah disini. Jadi harusnya aku yang memberikan reward kepada papa dan mama, bukan mereka karena selama ini sudah membiayai sekolah aku."
Gabriel mengusap kepala Garvita. Keduanya sekarang berada di atas karpet tebal usai mengepak barang-barang Garvita. "Kamu semakin dewasa, Gar. Sayang kamu."
Garvita meletakkan kepalanya di bahu Gabriel. "Iyalah, kan aku mau masuk dunia kerja jadi pola pikir aku harus berubah "
"Tidak perlu berubah terlalu banyak, yang penting menjadi diri kamu sendiri" ucap Gabriel sambil mencium pucuk kepala Garvita.
"Gab, apa kalau kita sudah menikah, kita akan tinggal di istana Al Jordan?" tanya Garvita.
"Kamu maunya bagaimana?"
"Bisakah kita punya rumah sendiri?" tanya Garvita. "Aku ingin kita nikmati hidup berdua sebagai suami istri. Bukan apa-apa, yang berhak di istana nanti kan Mas Sendra dan Ken serta Kalila. Kalau aku sih lebih suka diluar istana."
"Kamu ingin keluar istana? Apa papa dan mama kasih ijin? Oma Sabine dan Opa Karl?" tanya Gabriel. Bukan masalah dia membeli rumah atau apartemen di Dubai, tapi dia ingin agar Garvita tetap merasa nyaman dengan semua fasilitas yang ada.
"Aku yakin papa dan mama kasih ijin Gab. Bukankah kamu juga lebih nyaman jika kita berdua saja? Toh weekend kita bisa menginap di istana?"
Gabriel menatap wajah cantik yang sedang tampak terpekur. "Kamu sudah memperhitungkan semuanya?"
"Kalau kamu tidak ada uang untuk membeli rumah..."
"No, Garvita. Aku punya uang untuk membelikan rumah untukmu, aku kan juga punya apartemen yang sedang aku sewakan. Soal itu, kamu tidak usah khawatir karena adalah tanggung jawab aku sebagai laki-laki."
Garvita memeluk Gabriel. "Terima kasih. Benar kata papa dan mas Sendra pada saat awal kamu mengawal aku, kamu pengawal yang bisa diandalkan. Dan pria yang bisa dibanggakan."
Gabriel memeluk Garvita. "Terima kasih dicintai sedemikian rupa oleh seorang putri Emir Dubai..."
Keduanya saling berpelukan seolah siap untuk menghadapi masa depan mereka bersama.
***
Imperial College of London hall
Garvita sudah siap dengan toganya dan tampak tersenyum sumringah melihat kedua orangtuanya duduk di deretan depan sebagai tamu undangan yang juga jejeran orang tua mahasiswa berprestasi.
Di luar sudah duduk Sean, Zinnia, Gabriel dan Gasendra mengikuti jalannya acara wisuda Garvita. Ketiga anak Sean dan Zinnia sengaja ditinggal di rumah Eagle agar tidak rewel.
Para dekan, dosen dan rektor kampus Garvita tampak heboh dengan kehadiran raja Belgia bersama dengan ratu Zinnia tapi mengingat ratu Belgia itu adalah putri sulung Emir Schumacher dan kakak Garvita, maka tidak heran kalau mereka menyempatkan untuk hadir, apalagi bungsu keluarga Schumacher itu mendapatkan Suma cumlaude.
"Habis ini, kalian pulang ke Dubai?" tanya Sean.
"Iya your... bang" jawab Gabriel.
"Kalian nikah kapan rencananya?" tanya Gasendra sambil menatap layar monitor yang memperlihatkan acara wisuda di dalam hall.
"Insyaallah tahun depan, Sendra."
"Berarti habis Valentino dan Katya saja" timpal Zinnia. "Aku dengar Valentino ingin menikah bulan Februari sama dengan Leia dan Dante bulannya. Entah kalau tanggalnya mau samaan dengan tanggal lahir V."
"Besok Juni katanya jadi double wedding?" tanya Gasendra.
"Iya, Raveena dan Savrinadeya katanya mau double wedding. Kemarin malah sudah lamaran dan dipingit mereka berdua, Antonio dan Alexis, tidak boleh ke New York sampai Juni menjelang hari H" kekeh Zinnia.
"Namanya juga cinta bang" cengir Gasendra.
"Gemma gimana kabar, dik?" tanya Zinnia.
"Gemma masih ditahan mas Bayu. Katanya sekretaris penggantinya yang ke 99 masih belum cocok tapi masih mau bertahan. Jadi Gemma disana dulu lah... Lagian cuma Gemma yang tahan banting sama mas Bayu karena sudah terbiasa menghadapi bang Tomat dan Alexis yang cerewet dan super teliti" jawab Gasendra.
"Memang kamu sudah yakin sama Gemma?" tanya Sean.
"Insyaallah yakin bang. Gemma itu kan tipikal cewek yang aku suka" senyum Gasendra.
Zinnia dan Sean saling berpandangan lalu tersenyum. Semenjak bersama Gemma, pintu kulkas Gasendra sedikit mencair dan Ayrton serta Mariana pun juga menyukai gadis cerdas dan pemberani itu.
"Semoga jalan kalian lancar ya Sendra" ucap Gabriel tulus.
"Thanks Gab. Semoga kamu dan adikku juga saling bersama selamanya..."
"Aamiin." Gabriel tersenyum.
Keempat anggota keluarga Garvita tampak bertepuk tangan heboh melihat gadis itu naik ke atas podium dan resmi diwisuda. Wajah cantiknya tampak bahagia melihat kedua orang tuanya hadir disana.
"Akhirnya wisuda juga setelah drama menunggu dosen pembimbing sampai malam" kekeh Gabriel.
Ketiga saudara Garvita menoleh. "Haaaaahhh?"
***
Restauran RR's Meal West End London
Para anggota keluarga Schumacher menikmati acara makan-makan usai acara wisuda Garvita. Arsyanendra sendiri langsung meminjam toga milik tantenya.
"Mommy, lihat, Arsya wisuda seperti Tante Vita" cengir bocah tampan itu.
"Lha kamu belum kuliah sayang. Baru mau masuk SD" kekeh Zinnia.
"Arsya loncat langsung kuliah" eyel pangeran berambut pirang dan bermata biru seperti Sean daddynya.
"Boleh nanti ikut kelas akselerasi" senyum Garvita sambil memangku Alisha.
Tak lama suara pintu VIP terbuka dan tampak Eagle masuk bersama dengan wanita cantik berhijab.
"Halo semua. Selamat ya Garvita, sudah wisuda" senyum Eagle sambil memeluk adiknya. "Ohya Oom Ayrton, Tante Mariana, bang Sean, mbak Zee dan Sendra, perkenalkan ini Elane Moon, calon aku."
Elane mengangguk hormat sambil menangkupkan tangannya. "Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh."
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh" balas semua orang disana.
"Wah, E, pintar kamu cari calon istri" puji Sean.
"Thanks bang" senyum Eagle malu-malu.
"Eagle, maaf. Apakah bang Sean itu, raja Belgia?" tanya Elane takut-takut.
"Iya. Memang kenapa Ela... Elane!"
Elane sudah jatuh pingsan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️