
Manchester Inggris
Pagi ini Garvita berjalan-jalan bersama dengan Apsarini, Jayde dan Gabriel ke pusat perbelanjaan kota Manchester. Menurut rencana mereka akan menghabiskan waktu di luaran sebelum menonton pertandingan Manchester United versus Bolton Wanderers.
Kedua gadis itu tampak asyik berghibah membuat Jayde dan Gabriel memutuskan ngobrol sendiri sambil melihat - lihat male stuff.
"Jadi kamu naksir suami orang?" desis Garvita ketika dirinya bertanya soal pacar. "Kok bisa? Kamu mau jadi pelakor?"
"Sebentar lagi dia pisah kok sama istrinya." Apsarini menatap serius.
Garvita melongo. "WHAT? Are you joking?"
"Nope!" jawab gadis cantik itu.
"Ya ampun Sari, elu tuh cantik, cerdas tapi kok ngincar laki orang sih? Gimana ceritanya kamu bisa termehek-mehek sama tuh orang?" Garvita menyeret Apsarini ke sebuah cafe dan duduk disana. Mata biru gadis itu memberikan kode kepada Gabriel untuk tidak ikutan. Gabriel hapal dengan semua kode gadisnya lalu memilih ke meja yang berbeda.
"Kamu hapal ya sama semua kode Garvita" komentar Jayde saat melihat sepupunya ke pengawal plus kekasihnya.
"Aku sudah mengawalnya sejak dia usia 14 tahun jadi hapal lah" senyum Gabriel.
"Kapan kalian menikah?"
"Menunggu Garvita selesai kuliahnya, baru aku menghadap Mr Schumacher."
Jayde menepuk bahu Gabriel. "Alhamdulillah Garvita mendapatkan pria yang baik dan bisa diandalkan."
***
"Back up, Sari! Cerita dari awal bagaimana kamu bisa bertemu pria ini?" Garvita menatap tajam ke sepupunya.
"Jadi tahun lalu aku mendapatkan penawaran magang di sebuah perusahaan di London. Memang hanya tiga bulan tapi disana aku pertama kalinya melihat pria itu. Menurut ku dia pria paling tampan yang aku lihat..." Mata Apsarini tampak berbinar. "Sayangnya, aku seperti kasat mata di dia. Meskipun sudah berusaha menarik perhatian dia, tetap saja dia acuh."
Garvita masih menunggu kelanjutan cerita Apsarini.
"Eh, dua hari sebelum magangku selesai, cowok itu resign dan aku kehilangan jejak. Katanya dia pindah ke negara lain mendapatkan penawaran lebih bagus. Dan aku tidak memiliki nomor ponselnya jadi ya sudah. Eh beberapa bulan kemudian aku mendapatkan kabar dia menikah. Patah hati dong aku, tapi aku berharap pernikahan mereka tidak bertahan lama karena aku tahu mereka memang tidak cocok..." ucap Apsarini.
Garvita masih menatap gadis itu serius.
"Dan benar. Akhirnya dia segera bercerai dengan istrinya" seringai Apsarini.
"Berarti dia duda kan Sari?" celetuk Garvita.
"So? Yang penting sekarang dia bukan suami orang kan Gar..."
"Apa nggak ada pria lain?"
"Apa kamu bisa berpaling dari Gabriel?" balas Apsarini yang membuat Garvita terdiam. "Nah, itu rasanya. Jadi sekarang waktunya aku untuk membuat dia melihatku!"
"Kamu terlalu obsesi, Sari."
"Bukan mbak, aku terlalu jatuh cinta."
"Lalu dimana pria itu sekarang?" tanya Garvita.
"Entah, aku belum mendapatkan update lagi. Tapi yang aku tahu, dia sebentar lagi duda."
Garvita memegang pelipisnya. "Kamu memang nyeleneh!"
"Jaman sekarang, wanita boleh lebih agresif untuk mendapatkan pasangan yang diincarnya bukan?" kerling Apsarini.
"Oom Tristan tahu? Jayde tahu?" tanya Garvita.
"Nope. Hanya kamu yang tahu."
"Aku harap kamu tidak kecewa jika pria itu tidak seperti yang kamu harapkan..."
"Yang jelas dia seiman, Gar."
"Seiman bagus tapi kepribadiannya yang harus kamu pelajari juga. Jangan hanya fisik..."
"Kamu kok sekarang lebih dewasa sih?"
***
"Kita mendapatkan kursi VIP dong buat pertandingan nanti malam" ucap Apsarini sambil memamerkan tiket mereka untuk menonton pertandingan Manchester United.
"Kamu tuh anaknya pak Tristan sampai nggak dapat tiket VIP, kebangetan tahu nggak!" kekeh Jayde.
"Ya iyalah! Lagian jatah tiket VIP Daddy juga kadang kita nggak ambil juga kan Jay" kerling Apsarini.
"Iya. Terkadang aku memilih tidur kalau weekend" senyum Jayde.
"Sakura gimana kabar? Masih dikejar dua pria Italia?" tanya Apsarini.
"Masih kayaknya Sari dan aku tidak tahu anak itu memilih siapa. Tahu sendiri kan dia suka seenaknya" senyum Garvita.
"Kamu juga sama" celetuk Gabriel.
"Iyakah?" goda Garvita sambil merangkul lengan kekasihnya. "Tapi kamu sayang aku kan?"
"Banget!" balas Gabriel sambil mencium kening Garvita di depan Jayde dan Apsarini membuat kedua sepupu Garvita memalingkan wajahnya tidak enak melihat keuwuan pasangan itu.
***
Old Trafford Stadium Manchester
Keempat orang itu akhirnya tiba di stadion Old Trafford, markas Klub Manchester United yang akan mengadakan pertandingan home melawan Bolton Wanderers malam ini.
Tristan Neville menyempatkan diri menemui putri dan keponakannya sebelum kembali ke ruang VIP khusus direktur.
"Akhirnya sampai juga ke Manchester" sapa Tristan sambil memeluk Garvita dan Gabriel. "Oom tinggal dulu soalnya harus bertemu dengan tim lawan. Sari, kamu jadi tuan rumah ya?" Tristan pun menuju ke ruang khusus direksi bersama dengan asistennya.
"Bokap lu sibuk banget ya?" gumam Garvita.
"Daddy kan memang jadi direktur humas MU jadi sibuk terus" jawab Apsarini.
"Yuk, kita duduk di tribun" ajak Jayde.
***
Apsarini menoleh ke arah Garvita yang asyik mengobrol dengan Jayde dan Gabriel. Gadis itu memilih membuka ponselnya sambil membaca grup chat. Matanya terbelalak ketika membaca pesan dari Nelson Blair kalau Gemintang resmi bercerai dengan Krisna Rao.
Bibir Apsarini tersenyum tipis dan hatinya merasa bahagia mendengar perpisahan sepupunya dengan pria yang sudah mencuri hatinya di London. Gadis itu sudah bertekad untuk meraih hatinya pria India tampan itu. Apsarini tahu bagaimana perasaan Krisna ke Gemintang tapi dia percaya sepupunya juga ogah bersama dengan pria yang membuatnya trauma di Singapura.
Mereka kan menikah karena terpaksa.
Apsarini lalu mengirimkan pesan kepada seseorang.
📩 Miss Neville : Apa dia masih di FH Ranch?
📩 Unknown : Rencananya akan resign dan kembali ke Mumbai.
📩 Miss Neville : Berikan aku update terus.
📩 Unknown : Baik Miss.
"Kamu kirim pesan ke siapa?" tanya Garvita.
Apsarini menyimpan ponselnya ke dalam tas Burberry nya. "Sekretaris nya Tante Natasha. Ada berkas yang tertinggal. Aku minta disimpan dulu di mejanya."
"Oooohhhh." Garvita mengangguk dan tak lama pertandingan pun dimulai.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️