My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Pergi ke New York



Ruang Gym Istana Al Jordan Dubai


Gabriel menatap nona judesnya dengan wajah dibuat datar meskipun jantungnya berdegup kencang. Bagaimana nona bisa tahu? Biasanya kalau tidur langsung terlelap.


"Masa sih?" akhirnya kalimat itu yang keluar dari bibir Gabriel.


Mata biru kehijauan Garvita terbelalak tidak percaya mendengar apa yang keluar dari mulut pengawalnya.


"GABRIEEELLLL!" bentak Garvita gemas sambil meninju wajah pengawalnya.


Gabriel yang tidak siap akhirnya terhuyung ke belakang setelah mendapatkan tinju kedua kalinya setelah sebelumnya dia mendapatkan bogem saat tidak sengaja menyentuh dada gadis itu saat berlatih judo.


"Astagaaa! Nona Garvita..." Gabriel mengusap pipi kirinya yang sekarang terasa senut - senut.


"Benar - benar kamu tuh!" Garvita menghentakkan kakinya tanda dia kesal. Gadis itu lalu mengambil botol air mineral yang memang tersedia di lemari pendingin disana.


Gabriel menghampiri Garvita yang berdiri membelakangi dirinya tapi bayangannya muncul di cermin yang terpasang di ruang gym itu.


"Maafkan saya nona..." Gabriel menundukkan kepalanya tapi Garvita bisa melihat wajah pengawalnya dari pantulan kaca.


"Kenapa kamu lakukan itu?" Garvita pun berbalik dan meneliti wajah tampan pengawal nya.


Gabriel hanya menatap Garvita dengan ekspresi tidak terbaca. "Hanya sebagai ucapan selamat tidur ke nona. Saya menganggap nona adik saya, karena adiknya Gasendra. Saya tidak akan melakukannya lagi."


"Bagus !" Garvita menatap tajam ke Gabriel. Gadis itu pun berjalan melewati Gabriel lalu keluar ruang gym meninggalkan pria yang melihat nona manjanya pergi dari pantulan cermin.


Kenapa makin kesini kok kamu semakin menggemaskan.


***


New York


Acara pernikahan Blaze dan Samuel berlangsung meriah meskipun keduanya tidak mengadakan pesta mewah seperti saat Leia maupun Zinnia, tapi berkumpulnya para keluarga besar membuat semua sangat bersyukur masih diberikan usia dan kesehatan.


Garvita seperti biasa berkumpul dengan semua sepupu perempuannya yang sebaya seperti Savrinadeya, Arabella, Sakura dan Juliet.


Keempat gadis cantik dengan khasnya sendiri-sendiri pun heboh saat Antonio Bianchi datang bersama dengan Alexis Accardi.


"Deya, lihat. Itu bang Antonio datang kemari" goda Garvita sambil menunjuk ke arah pria Italia yang mengenakan suit hitam.


Savrinadeya menoleh ke arah jari Garvita menunjuk dan wajah ayu gadis itu pun memerah melihat Antonio.


"Halo semua" sapa Antonio ramah. "Halo Deya."


"Huuuuuu" goda Garvita, Arabella, Juliet dan Sakura dengan wajah usil.


Apaan sih? Savrinadeya menatap judes ke para sepupunya yang terbahak melihat putri Rama McCloud itu salah tingkah.


Antonio hanya tersenyum geli melihat para gadis remaja itu heboh menggoda gadisnya. Gadisnya? Belum! Oom Rama belum kasih ijin.


"Bang Antonio bareng sama mbak Leia kesininya?" tanya Sakura ke pria jangkung itu.


"Nggak, Sakura. Leia sama Dante pergi duluan, aku dan Alexis belakangan."


"Dan bang Alexis langsung mendekati mbak Veena" gumam Arabella melihat pria blasteran Italia Inggris itu mendekati kakak sepupunya yang sedang mengobrol dengan Gemini dan Gemintang.


"Deya, temani cari makan yuk" ajak Antonio. Aku belum makan ini.


Keempat sepupu Savrinadeya melongo. "Wuuuiiihhh bang Antonio serius belajar bahasa isyarat?" seru Garvita.


"Iyalah Gar, kan harus bisa" senyum Antonio sambil melirik ke Savrinadeya yang menunduk dengan wajah memerah. "Yuk semua." Antonio menggandeng tangan Savrinadeya dan mengajak mencari makanan meninggalkan empat gadis yang hanya bisa melongo.


"Cowok beda usia jauh itu memang berbeda ya? Lebih matang macan buah mangga di pohon kesayangan Oom Hoshi..." gumam Arabella yang membuat ketiga sepupunya menoleh.


"Kok jadi buah mangga?" tanya Sakura.


"Yang keingat itu sih" cengir Arabella.


"Eh tapi itu pohon mangga kesayangan papa macan sempat bikin gegeran kemarin" celetuk Juliet.


"Kenapa?" tanya Sakura.


"Kata Tante Freya, ada penghuninya dalam tanda kutip..." seringai Juliet.


"Lha terus? Oom Hoshi apa nggak ngomel?" Sakura menatap ke sepupunya.


"Papa macan auto ngeroweng panjang lebar ke Tante Freya dan Oom Haris. Malah Tante Freya kasih lihat hasil rekaman video nya..." gelak Juliet. "Wah ramai deh!"


"Lagian Tante Freya kok ya usil banget sih!" gerutu Garvita.


"Kalau nggak gitu kan bukan Tante Freya."


"Nona Garvita." Suara Gabriel terdengar di belakang Garvita membuat para gadis itu menoleh.


"Apa Gab?"


"Dicari tuan Ayrton."


Garvita mengangguk. "Aku tinggal dulu girls."


"Oke!"


"Gabriel tabah banget ya sama Garvita. Sudah mau dua tahun kan dia ngawal si nona manja itu?" celetuk Sakura.


"Kayaknya Gabriel juga tabah jadi sasaran jotos Garvita. Apa kalian tidak lihat tuh wajah Gabriel agak memar pipi kirinya?" ucap Juliet.


"Kayaknya waktu mbak Leia menikah, Gabriel juga kena hajar Garvita deh!" ujar Sakura.


"Alah ya ampun, anak itu memang keterlaluan!" sungut Juliet.


"Really Jules? Mas Romeo apa kabar?" sindir Arabella yang membuat Juliet terdiam.


***


"Memang ada apa papa memanggil aku?" tanya Garvita ke pengawalnya yang berjalan di belakangnya.


"Saya kurang tahu nona."


Garviya hanya memajukan bibirnya. "Apa mau dikenalkan sama anak relasi Al Jordan Schumacher?"


"Saya sungguh tidak tahu nona..." Gabriel menghentikan langkahnya ketika Garvita tiba-tiba berhenti.


Garvita pun berbalik. "Gabriel, kamu pengawal aku bukan?"


"Saya... pengawal anda nona."


"Lalu kenapa kamu tidak tahu mengapa aku dipanggil papa?"


"Tapi nona..."


"Garvita!" panggil Ayrton yang membuat Garvita berbalik.


"Iya papa." Garvita berbalik dan melihat dua orang pria berbeda usia mengenakan baju gamis khas Emir yang gadis itu tahu berasal dari Qatar.


"Mana Kalila dan Ken?" tanya Ayrton.


"Oh, anak itu..." Garvita menoleh dan tampak Kalila dan Ken datang bersama Enzo dengan wajah cemebrut.


"Yang mulia Emir Khalid" sapa Enzo ramah ke pria yang lebih tua.


"Emir Al Jordan. Emir Schumacher. Jadi ini anak-anak Al Jordan?" tanya Emir Khalid itu.


"Iya tapi kurang putri dan putra saya yang paling besar" jawab Ayrton.


"Oh, saya tahu tentang kepergian putri Zinnia."


Ayrton dan Enzo mengangguk.


"So, ini kah cucu Reyhan?" tanya Emir Khalid.


"Iya Ken dan Kalila adalah cucu Daddy. Ayo beri salam Ken, Kalila" pinta Enzo.


Si kembar memberikan salam kepada Emir Khalid.


"Kalau ini pasti cucu Sabine. Ya ampun, kamu sangat mirip wanita galak itu" kekeh Emir Khalid.


"Apakah yang mulia ada story dengan Oma saya?" tanya Garvita setelah memberikan salam.


"Kami pernah satu batalyon saat menjadi tim perdamaian dan Sabine... Ya ampun gadis itu. Eer, pada saat itu dia masih gadis" kekeh Emir Khalid. "Dia wanita yang pemberani dan bar-bar. Bahkan berani melawan kepala batalyon karena strategi nya membahayakan kami."


"Ya ampun mommy..." gumam Ayrton sambil memegang pelipisnya.


"Apakah si 'Baby' masih ada?" tanya Emir Khalid yang membuat Ken, Kalila dan Garvita langsung antusias.


"Masih!" ucap ketiganya.


"Sayang, Oma kalian tidak da..."


"Siapa yang tidak datang Ahmed? Bagaimana dengan pantatmu?"


Emir Khalid hanya bisa terdiam dan berbalik melihat Sabine dan Karl di belakangnya.


"Hello Sabine."


"Ahmed."


Keduanya dengan cueknya saling berpelukan. "Ya ampun, kita sudah tua!" seru keduanya membuat semua orang disana melongo.


"Pa, apa benar dia Emir dari Qatar?" bisik Garvita ke Ayrton.


"Sayangnya iya..." balas Ayrton.


Garvita hanya tersenyum lebar.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Trio kampret, Gemini belum lolos dari pagi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️