My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Acara Double Wedding



Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York Acara double wedding Savrinadeya dan Raveena


Garvita dan Gabriel saling bergandengan tangan saat mereka semua masuk ke dalam ballroom yang akan dipakai untuk acara ijab qobul dua sepupunya yang akan menikah dengan pria pilihannya.


Gadis itu melihat kakaknya juga datang bersama Gemma saling bergandengan tangan. Gasendra tersenyum melihat adiknya datang bersama dengan tunangannya.


"Dik" panggil Gasendra yang pagi itu mengenakan suit warna krem tanpa dasi sedangkan Gemma mengenakan dress tali kecil bewarna hitam.


"Halo, nyenyak tidurnya?" tanya Garvita cipika cipiki dengan Gemma. Garvita pagi ini juga memakai dress yang hampir mirip dengan Gemma hanya saja warnaya biru tua.


"Nyenyak lah" kekeh Gemma yang sekarang menjadi langsing gara-gara dulu membantu Savrinadeya.


"Kita yang tidak nyenyak ya Sendra" kekeh Gabriel.


"Jadi semalam menembak di markas?" tanya Garvita yang semalam tidur bersama Sakura yang langsung terlelap karena capek bergosip.


"Jadilah!"


"Siapa paling jago?" tanya Garvita. "Di luar Radeva dan mas Bayu."


"Bang Pedro lumayan tuh. Bang Dante dan bang Lukie tidak usah ditanya. Kalau ipar lainnya Michel jago dan kamu tidak akan menduganya dik. Raj Rao itu juga jago menembak lho."


Garvita dan Gemma terkejut. "Ohya?"


"Rupanya karena sering berada di daerah konflik, Raj harus bisa membela dirinya" senyum Gasendra sambil memeluk pinggang Gemma.



Gasendra Schumacher



Gemma Benardi



Gabriel Luna



Garvita Schumacher


Keempatnya pun kini masuk ke dalam ballroom yang sudah ditata sedemikian rupa. Sean tampak memejamkan matanya sambil memangku Avaro sedangkan Zinnia tersenyum melihat adik-adiknya. Ratu Belgia itu tampak memangku Alisha. Arsyanendra sendiri memilih bersama dengan sepupu ciliknya, Biana, Rania, Vicenzo dan Hyde dengan pengawasan Jasmine, Sarah, bibi Lusia dan nanny Jepang.


"Bang Sean kenapa mbak?" tanya Garvita melihat kakak iparnya seperti tidur.


"Masih ngantuk. Kalian pulang jam empat kan? Baru tidur sejam, si kembar sudah heboh bangunin Daddynya dan sekarang ngantuk deh paduka raja" kekeh Zinnia.


"Aku juga ngantuk sih sebenernya" keluh Emir Al Jordan Schumacher itu sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gemma.


"Kamu mah modus, Sendra" ejek Zinnia.


"Zee... " panggil Sean dengan nada serak.


"Apa Sean?" tanya Zinnia dengan nada lembut.


"Bangunkan kalau sudah mulai ya. Masih setengah jam lagi kan?" gumam Sean tanpa membuka matanya.


"Iya..." senyum Zinnia. Ratu Belgia itu menoleh dan melihat Gasendra dan Gabriel sama-sama meletakkan kepalanya di bahu Gemma dan Garvita. "Oh Astagaaa..."


***


Acara ijab qobul pasangan Savrinadeya dan Antonio serta Raveena dan Alexis berlangsung lancar dan sekarang para sepupu pria memilih minum kopi daripada cocktail buah atau pun sparkling water.


"Ya ampun ngantuknyaaaaa" keluh Shinichi sambil meletakkan kepalanya diatas meja makan.


"Sendra, kamu habis berapa magazine semalam?" tanya Valentino sambil menguap sedangkan Arkananta dengan cueknya sudah tidur dengan kepala diatas meja.


"Berapa ya? Dua kayaknya ya Gab?" ucap Gasendra sambil menoleh ke Gabriel yang sedang menyesap kopinya.


"Dua. Aku dan kamu sama-sama menghabiskan dua magazine semalam."


"Kalian kapan menikah? Maksudku Garvita dan Gabriel" tanya Radyta Yung.


"Insyaallah tahun depan Rad. Menunggu Arkananta dan Valentino menikah dulu kata Garvita. Bukankah kalian sudah rencana untuk menikah?" Gabriel menatap Valentino yang diapit anggota duo kampretnya yang sudah tidur.


"Arka sih inginnya tahun ini resmi dengan Arabella, aku dan Katya insyaallah Februari tahun depan" jawab Valentino.


"Kamu itu tanya soal mas Kungkang kamu. Percuma! Dia mana paham cinta-cintaan, yang di otaknya cuma semua rumus fisika dan bagaimana bisa terbang ke planet Namec" gelak Valentino.


"Memang planet Namec ada?" tanya Mamoru sambil minum ice choco nya.


"Adaaaa!" sahut Shinichi sambil merem.


"Dih, elu merem mah merem saja Kungkang!" hardik Gasendra.


"Lha, enak kali mereka berdua molor?" ejek Damian sambil membawa ice Americano nya. "Ya Allah mataku sepet tenan!"


"Kopi nggak ngefek ya Dam" kekeh Gasendra.


"Blaaaasssss! Untung Oom Rama dan Oom Pandu membuka ruangan khusus keluarga jadi saat lainnya pada social butterfly, kita ngumpet saja disini" cengir Damian sambil minum kopinya.


Para pria itu asyik mengobrol tanpa mengindahkan tiga pria tampan yang dengan cueknya tidur di tiga sofa panjang yang terdapat disana. Sean Léopold,


si raja Belgia, Dante Mancini si kepala keluarga Mancini dan Pedro Pascal si agen FBI.


Jika para anggota keluarga Pratomo berkumpul, tidak ada jabatan dan kekuasaan disana, yang ada hanyalah opa, Oma, oom, Tante, kakak, adik, sepupu dan cucu yang menikmati kebersamaan dengan keluarga besar.


***


Garvita melongo ketika mendengar cerita Sakura kalau Alessandro melakukan pendekatan ke Hideo dan Fayza.


"Serius?" tanya Garvita saat mereka duduk berdua mengacuhkan para tamu undangan.


"Serius ! Yang masih belum bisa didekati itu mas Shin. Appa dan Alessandro bahkan terkadang golf dan nge-gym bareng coba! Jadi selama sebulan si manusia spidol itu benar-benar berusaha dekat dengan kedua orang tua aku!"


"Bagus dong Sakura. Namanya gentleman. Tidak hanya fisik bagus, tapi adab itu wajib" ucap Garvita.


"Itu juga yang dibilang mas Eagle. Aku pun sekarang rutin menelpon Tante Marjorie untuk sekedar ngobrol santai."


"Tante Marjorie itu ibunya Alessandro bukan?" tanya Garvita takut salah.


"Iya. Mas Eagle kasih contoh Elane Eonni juga melakukan pendekatan dengan Tante Aruna dan mbak Nadira jadi kenapa yang adab baik tidak aku tiru?" jawab Sakura semangat.


"Benar itu. Kamu sudah minta maaf ke Tante Marjorie dan Oom ... Benigno bukan?" Garvita berusaha mengingat nama ayah Alessandro.


"Iya, Oom Benigno. Sudah lah! Alhamdulillah mereka tahu kok kenapa dua anaknya bisa gegeran..." cengir Sakura.


"Mereka tidak marah sama kamu?"


"Nope. Mereka malah senang kalau akhirnya si Uno jadi sama aku karena tahu keluarga aku bagaimana. Kasarannya, aku bisa hidup bersama Uno yang notabene kehidupannya Mafioso begitulah, bukan tipe cewek menyek-menyek..."


"Hai..."


Garvita dan Sakura mendongakkan wajahnya lalu melihat wajah Elane yang sedikit bingung.


"Kenapa Eonni?" tanya Sakura.


"Aku agak bingung, banyak orang yang dikenalkan Tante Aruna dan sekarang agak pening..." senyum gadis berhijab itu dengan wajah tidak enak.


Garvita dan Sakura tertawa. "Yuk, kumpul disini saja biar nggak seperti anak hilang" kekeh Garvita.


Ketiga gadis tampak asyik mengobrol membuat Aruna, Fayza dan Mariana tersenyum karena Ketiganya tampak akur dan saling care satu sama lainnya.


"Elane calon menantu idaman, ya mbak" senyum Fayza.


"Aamiin. Insyaallah jadi jodohnya Eagle. Aku dan mas Jendra sangat suka gadis itu. Jarang anak gadis jaman sekarang tahu adab dan unggah ungguh" senyum Aruna.


***



Buat yang request Jayde dan Sadawira, sudah nongol yaaaa... Monggo dicekidot


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️