
Buat yang ingin tahu sistem kerja senapan PW-10, bisa dibaca di Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena chapter No Hug! Disana Bayu baru bilang buat prototipe bareng Jang Geun-moon dan Shinichi Park.
Maracana Beberapa kilometer dari Méier, rumah brothel
Agen Jameson berjalan bersama dengan Dante dan Simon menuju mobil sewaan pria itu yang terletak di gang belakang dimana disana sudah berdiri Gabriel dan Aditya sambil menyeringai.
"Gabriel? Tapi ..." suara Agen Roberts menghilang ketika Dante menyuntikkan serum mati suri ke lehernya.
"Done one. Tinggal kamu Bay!" ucap Dante ke earpiece Bayu.
"Good. Ini kami akan membuat Roberts mokat" kekeh Bayu di earpiece semua orang.
"Luke! Antonio! Ikeda dan Tobias sudah mendapatkan sedikit informasi dari Rochester?" tanya Benji.
"Kami sudah memasang penyadap dan GPS ke Harland Rochester di ikat pinggang dan ponselnya" lapor Ikeda.
"Good! Kalian berempat yang di bar, keluar semua! Kembali ke hotel, bereskan semua barang bawaan semua orang disana! Kita kembali ke New York malam ini! Pesawat Gulfstream yang menjemput kalian sudah dalam perjalanan." Benji memberikan instruksi ke keponakan dan para pengawalnya. "Bayu, jangan lama-lama!"
"Oke!"
"Dante! Gabriel! Kalian segera bawa paket ke bandara!"
Semua orang bergerak menuju bandara dan hotel untuk menuju bandara internasional Brazil. Mereka akan menunggu disana sampai Bayu dan Jubal datang membawa agen Roberts.
***
Hutan Nasional
Bayu menghitung berapa banyak orang disana karena dirinya hanya berdua dengan Jubal. Tahu gitu kirim drone jaman di Turin!
"O'Grady? Bagaimana cara membawa Roberts?" bisik Jubal.
"Kita tunggu." Bayu menoleh ke arah Jubal. "Kamu hitung berapa lama perjalanan dari sini ke bandara dengan kecepatan rata 100km/jam."
Jubal pun segera menghitung kalkulasi. "Sekitar satu setengah jam dengan catatan tidak macet di jalan."
Bayu mendecih kesal. Jalanan. di Rio de Janeiro memang ada beberapa yang padat membuatnya harus bisa memanuver mencari jalan alternatif.
Perhatian keduanya pun teralihkan ketika agen Roberts masuk ke dalam mobilnya... sendirian.
"Ayo, kita buntuti dia!" Bayu memasukkan senapan PW-10 nya yang sudah disiapkan dengan peluru mati suri di dalamnya
***
Bandara Udara Internasional Rio de Janeiro
Dua jam kemudian
Dante dan Gabriel bersama dengan Simon dan Aditya sudah bersiap di hangar tempat pesawat milik keluarga Luke dan Bayu akan datang. Agen Jameson yang posisinya terlelap tetap diperiksa kondisi tubuhnya secara berkala oleh Simon.
"Kamu dimana Luke?" tanya Dante yang memang tiba lebih dahulu.
"Lima belas menit lagi sampai. Bay, kamu dimana?" tanya Luke ke Bayu yang tadi langsung membereskan semua duffle bag mereka. Sengaja para pria tampan itu beserta pengawalnya hanya membawa tas yang simple karena mereka tidak mau repot dan tahu tudia akan lama di Rio de Janeiro setelah Gabriel memberikan informasi bersama Jubal.
"Tampaknya si Roberts mau ke bandara."
"WHAAAATTTT?" seru para sepupunya.
"Aku akan mendahului nya." Bayu pun tancap gas untuk sampai terlebih dahulu ke bandara.
"Dia pakai Jeep Cherokee kan?" ucap Antonio yang menyetir sambil melihat spionnya. Luke melihat mobil Bayu mendahului mobilnya dan tersenyum smirk mengetahui rencana sepupunya itu.
"Yup! Dia pakai Cherokee" jawab Bayu.
"Bay, jangan bilang..." suara Benji terdengar di earpiece semua orang.
"Mas Bayu, bolehkan aku tertawa durjana sebelum senjata yang aku cetuskan dipakai?" tanya Shinichi.
"Boleh!"
"Huahahahaha... Huahahahaha..." tawa Shinichi macam penjahat - penjahat di film anime.
"Berisik Kungkang!" hardik Luke kesal karena di situasi tegang seperti ini, adik imutnya masih saja sempat melawak.
"Dih, babang Lukie nggak asyik!" sungut Shinichi manyun.
"Kalian berdua langsung ke hangar, aku dan Antonio akan membantu Bayu dan Jubal" perintah Luke ke Tobias dan Ikeda yang berada di mobil belakang Luke.
***
Area Parkir menginap bandara Internasional Rio de Janeiro
Bayu dan Jubal memarkirkan mobilnya di area parkir menginap karena pihak penyewaan mobil akan mengambil mobil-mobil sewaan mereka disana. Kedua pria itu menoleh arah pesawat yang hendak mendarat dan Bayu hanya menggelengkan kepalanya melihat pesawat dari keluarga mana yang datang.
"Kenapa pesawatnya Oom Travis yang datang?" tanya Dante saat melihat logo keluarga Blair di pesawat Gulfstream yang hendak mendarat.
"Biar aman. Keluarga mereka kan lawyer internasional" jawab Luke cuek.
"Luke, tampaknya si Roberts juga akan ke parkiran menginap" ucap Antonio sambil memperhatikan mobil yang berada di belakang sekitar lima mobil melalui kaca spionnya.
"Good !" Bayu sudah mempersiapkan PW-10 nya. "V! Arka! Shin! Hack CCTV yang ada di parkiran dan sekitarnya! Biar senjata mas Bayu nggak terlihat!"
"Oke mas!" ucap trio kampret itu. Meskipun mereka sering membuat darting keluarga tapi soal didikan digital, mereka diajari langsung oleh Benji dan Geun-moon.
Ketiganya mulai bekerja di beda negara dengan dibantu tim dari Benji yang ikut membobol CCTV hanya di area parkir.
Mobil Luke dan Antonio tiba di parkiran untuk menunggu mobil Cherokee itu parkir. Bayu sendiri sudah siap di balik tembok pilar untuk membidik agen Roberts.
"CCTV clear all! Mas Bayu, elu bisa menembak kapan saja" ucap Valentino.
Bayu menembakkan senapannya setelah agen Roberts keluar dari mobil dan hendak mengunci pintu mobilnya. Jubal bisa melihat bagaimana peluru itu berbelok mencari target dan langsung menembus bahu Agen CIA itu.
Agen Roberts langsung ambruk dan serum yang di dalam peluru itu langsung bekerja. Luke dan Antonio langsung menghampiri Agen Roberts yang terkapar.
"Damn it Bayu! Beneran dipakai!" umpat Benji kesal.
"Huahahahaha... berhasil! Berhasil!" seru Shinichi senang. "Wah otak Kungkang itu memang cerdas!"
"Shut up Kungkang!" seru semua kakak sepupunya.
Jubal dan Bayu lalu membawa semua barang bawaan dan pengawal membantu Antonio dan Luke yang tadi segera membalut bahu Agen Roberts yang kena tembak.
Semua pria disana bersiap masuk pesawat yang sudah mendarat dengan sempurna di depan hanggar yang disewa oleh Emir Schumacher dari Dubai.
Tak lama pintu pesawat pun terbuka dan tampak pria tampan dengan wajah dingin berdiri disana.
"Ayo pulang! Sudah main suntik menyuntik dan tembak-tembakan nya!"
"Nelson nggak seru!" sungut Bayu manyun.
***
Di dalam pesawat Gulfstream milik keluarga Blair.
"Dua paket ini ternyata mudah juga menangkap nya" ucap Dante sambil melihat dua agen CIA yang tampak mati.
"Karena Gabriel dan Jubal sudah mengawasi sebulan terakhir ini" sahut Luke. "Jadi kita tinggal ambil saja lah!"
Bayu menuju kokpit dan hanya menggelengkan kepalanya melihat siapa pilot pesawat itu dan dengan siapa.
"Seriously Nad! Kamu lagi pilotnya? Dan kamu Omar Zidane! Ngapain kamu ikut?" hardik Bayu.
"Hanya menjaga paket dan tidak ada paket tambahan" senyum Omar.
"Mas Bayu duduk manis. Pesawat mau tinggal landas ini!" tegur Nadya.
"Benar-benar deh! Nggak percayaan!" omel Bayu sebal. "Soal Harland itu urusan biro mu dan tiga huruf kapital lainnya!"
Omar Zidane terbahak. Ya benar sih, FBI, CIA, NSA, MI6, KGB....
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaa
Sorry kalau kurang seru
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️