
Brussels Belgia
Garvita terbangun di kamar tamu tempat dia menginap selama liburan ke Brussels sembari mengantarkan kakak sepupunya, Gemintang Lexington yang pergi meninggalkan suaminya. ( Baca Gemini dan Gemintang Love Stories ).
Gadis itu bergegas menunaikan ibadah subuhnya karena sudah kesiangan akibat kelelahan perjalanan dari Dubai ke Brussels. Setelah selesai, Garvita pun memilih mandi pagi agar tampak segar. Apalagi dirinya bukan di rumahnya sendiri yang kalau liburan bisa dengan cueknya mandi sehari sekali mengacuhkan Omelan Mariana. Selama tidak acara urusan istana, Garvita pun memilih mandi jam satu atau dua siang agar sore tidak usah mandi lagi kecuali dia sibuk nge-gym.
Setelah tampak segar dan rapi, putri bungsu Ayrton Schumacher itu pun keluar kamar dan tampak Sean dan Arsya sedang asyik bermain PlayStation. Keponakannya tampak senang dan tawanya yang seperti suara lonceng, terdengar di dalam rumah besar mereka.
"Good morning. Lho bang Sean nggak kerja?" tanya Garvita sambil duduk di sofa. "Sya, pagi-pagi kok main video game? Arsya sudah mandi belum sih?" Garvita lalu mencium pipi balita itu gemas. "Iiissshhh bau kecut!" Padahal Arsya baunya harum khas bayi dengan esensial oil dan minyak telon.
"Ini si Arsya minta main puzzle bubble tapi yang disuruh main Daddynya" jawab Sean yang jengkel karena acara mau morning lover dengan Zinnia harus diinterupsi oleh mini me nya.
"Sya, main sama Tante Garvita aja yuk. Daddy biar mandi dulu" bujuk Garvita yang tahu kakak iparnya manyun belum mendapatkan kiss dari kakaknya.
"Iya Sya, Daddy mau mandi dulu. Hari ini ada pertemuan dengan Oom Greg dan Oom Peter" sambung Sean. "Tante Garvita sudah mandi tuh."
Arsya tampak berpikir dengan gaya tengilnya. "Oke deh! Asya mau main sama Tante Vita."
Sean menatap adik iparnya dengan wajah lega dan bibirnya mengucapkan 'thank you' tanpa suara. "Daddy mandi dulu ya."
Arsya pun mengangguk dan menempel ke tangan Tantenya yang asyik memegang keypad PlayStation untuk bermain puzzle bubble.
Game Puzzle Bubble.
***
Kamar Zinnia dan Sean.
"Lho Arsya sama siapa Sean? Tidak boleh lho main PS sendirian!" tegur Zinnia yang selesai memberikan ASI untuk Alisha.
Sean hanya mengunci pintu kamarnya lalu menghampiri Zinnia. "Dobel Al sudah dapat ASI kan?"
Zinnia menganggukkan kepalanya sambil menggendong Alisha kembali ke cribnya. Alvaro sendiri tampak tertidur lagi usai kenyang.
"Ini Alisha sebentar lagi bobok. Kenapa Sean?"
"Panggil Jasmine untuk mengawasi dobel Al. Giliran aku yang ingin minta ASI."
Wajah Zinnia memerah mendengar ucapan vulgar suaminya lalu mengeplak bahu kekar Sean yang tertutup kaos hitam rumahannya.
"Omonganmu itu lho!" desis Zinnia gemas.
"Sudah sana! Panggil Jasmine dan jangan lupa pintu penghubung dikunci. Aku tunggu di bathub" ucap Sean sambil merengkuh tubuh Zinnia dan menyusupkan tangannya ke dalam kimono istrinya lalu bermain - main di sumber makanan anak kembarnya. Bibir pria itu pun mema*gut panas bibir Zinnia.
"Jangan lama-lama!" bisik Sean parau. "Ini si junior. sudah setengah jalan..."
"Seeeaaannnn!" hardik Zinnia dengan suara tertahan.
***
Ruang Tengah Istana
Arsya dan Garvita tampak heboh melihat balon-balon itu berhasil dihabiskan semua membuat para pelayan istana tersenyum mendengar suara ramai pangeran cilik dengan putri Emir Dubai.
Gabriel yang sudah bangun dan hendak menghampiri Garvita, hanya bisa tertawa geli melihat gadisnya tampak heboh dengan keponakannya.
"Oom Gab! Ayo main tembak-tembakan!" ajak Arsya ketika menoleh melihat pengawal tantenya.
"Tembak apa, my prince?" tanya Gabriel sambil duduk di sebelah Garvita yang konsentrasi untuk mencocokkan warna bola yang melayang agar bisa diledakkan.
"Itu game Zombie" cengir Arsya. "Yang Oom Shin main di Indramayu."
Gabriel menatap Garvita bingung. "Memangnya boleh main game itu?"
"Selama Arsya ditungguin, nggak papa sih... Biasanya di Indramayu begitu" jawab Garvita. "Aaaaaahhhh meleset Sya!"
Suara pintu kamar terbuka membuat Ketiganya menoleh dan tampak Zinnia bersama Sean sudah rapih untuk bersiap sarapan.
"Lho Arsya belum mandi?" tegur Zinnia yang melihat putranya masih memakai piyama Woody Toy Story.
"Kata Oom Shin, kalau libur sekolah boleh mandi sehari sekali. Oom Arka dan Oom Valentino juga bilang begitu. Irit air katanya soalnya bumi semakin tua dan kekurangan air bersih" jawab Arsya dengan wajah polos membuat semua orang dewasa disana melongo.
"Hah? Apa kamu bilang?" tanya Zinnia tidak percaya kalimat panjang itu keluar dari mulut putra imutnya. "Oom kamu yang bilang begitu?"
Arsya mengangguk tegas. "Iya mommy."
Setelahnya Garvita dan Gabriel tetawa geli begitu juga dengan para pelayan yang mendengar nya membuat Sean melengos menuju ruang makan.
"Astaghfirullah... Oom kamu itu memang deh! Alibinya saja pada malas mandi jadinya ngajarin anakku kacau balau!" gerutu Zinnia kesal.
Suara pintu kamar tamu terbuka dan tampak Gemintang menatap semua orang dengan bertanya - tanya. "Ada apa ini?"
"Arsya malas mandi gara-gara diajari trio kampret" gelak Garvita.
"Ya ampun Sya, memangnya Oom Shin, Oom Val dan Oom Arka ngajarin apa?" tanya Gemintang sambil menghampiri keponakannya.
"Kalau libur mandi sekali saja biar irit air" jawab Arsyanendra dengan polosnya.
Gemintang pun tertawa mendengar ucapan keponakannya. "Ya ampun Sya, itu kan ajaran Oom kamu saja yang memang malas mandi kalau liburan."
"Berarti Asya harus mandi?" Mata biru itu menatap mommy, Oom dan tantenya bergantian.
"Iya dong sayang" bujuk Gemintang. "Yuk dimandiin sama Tante Mintang."
"No Tante, Asya sudah bisa mandi sendiri." Arsya menatap Zinnia. "Mommy, tapi boleh kan Asya main PlayStation sama Oom Gabriel nanti habis sarapan?"
Zinnia mengusap kepala putranya. "Boleh tapi kamu habis sarapan, membersihkan kandang dan pasir pochi, mochi, salt and pepper lho. Kalau sudah, baru boleh main PlayStation."
"Nanti Tante Mintang bantu bersihkan" senyum Gemintang.
"Yaaaayyyyy! Danke schön ( terima kasih ) mommy."
"Keine Ursache ( Sama-sama )" balas Zinnia sambil memeluk putranya.
***
Acara sarapan pagi ini tampak heboh dengan Arsya berceloteh bersama Gemintang tentang semua hewan peliharaannya di rumah dan suara Alvaro dan Alisha yang ikutan heboh mendengar suara kakaknya.
Sean dan Zinnia tampak menikmati acara pagi ini yang lebih ramai daripada biasanya. Apalagi keduanya senang melihat wajah ceria Gemintang saat bersama dengan Arsya.
"Mbak Zee, mbak Gemini sudah di kamar rawat inap" lapor Garvita saat membaca pesan dari Rin Ichigo Bianchi, yang membesuk ke rumah sakit.
"Apakah operasinya berhasil?" tanya Zinnia ke adiknya.
"Dokter Yamashita sih positif dengan hasilnya tapi memang harus menunggu dua sampai tiga bulan. Aku rasa dokter Yamashita tidak akan berani menjanjikan positif kalau dia tidak yakin" jawab Garvita.
"Insyaallah Gemini bisa melihat lagi ya" ucap Sean.
"Aamiin."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️