My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Tiba Di Dubai



Usai Acara Resepsi Juliet dan Romeo, Dubai International Airport


Pesawat Gulfstream yang disewa oleh Sean dan Zinnia, mendarat dengan sempurna di runway dan segera menuju hangar milik keluarga Al Jordan.


Garvita dan Gemintang keluar dari pesawat setelah mendarat dengan sempurna. Kedua gadis itu tampak lega setelah sampai di negara Garvita. Riyadh yang bagian menjemput pun sudah berada di parkiran khusus dengan mobil Range Rover milik Gasendra.


"Alhamdulillah sampai juga" ucap Garvita sambil menyalakan ponselnya karena dia dan Gabriel mematikan ponselnya sebelum berangkat. Ponsel milik Gemintang sendiri sudah mati sejak semalam.


Suara notifikasi baik dari ponselnya maupun ponsel Gabriel terdengar ramai dan semua intinya sama, 'Gemintang dibawa kemana?'.


"Mbak, besok mbak Gem dan bang Michel ke Tokyo" lapor Garvita sambil masuk ke dalam mobil.


"Ada apa ke Tokyo?" tanya Gemintang bingung.


"Bang Michel mendapatkan dokter ophthalmologists untuk mbak Gem. Dan dokter itu bersedia mengoperasi mbak Gem meskipun delicate."


Mata hijau Gemintang tampak berkaca-kaca. "Alhamdulillah..." Kedua gadis itu saling berpelukan di dalam mobil membuat Riyadh dan Gabriel yang sudah memasukkan koper-koper mereka tampak bingung saat masuk ke dalam mobil.


"Ada apa?" tanya Gabriel sambil menengok kebelakang.


"Ada dokter yang mau mengoperasi mbak Gem, Gab" jawab Garvita dengan wajah bahagia.


"Alhamdulillah" ucap Gabriel dan Riyadh.


"Semoga mata nona Gemini bisa melihat lagi ya" sambung Riyadh.


"Aamiin."


"Kita pulang Riyadh" pinta Garvita.


"Baik nona."


***


Kamar tamu Istana Al Jordan Dubai UAE


Gemintang menatap wajah cantik kakaknya yang dihubunginya usai membersihkan diri.


"Alhamdulillah kamu sudah sampai rumah" ucap Zinnia yang berada di kamar hotelnya setelah Garvita mengirimkan pesan kalau Gemintang ingin berbicara dengannya. "Untung aku masih ingat nomor FaceTime kamar tamu."


"Bagaimana Jakarta?"


"Kacau. Krisna nyaris gila kamu tinggal sampai harus diseret Sean ke ruang kerja Oom Hoshi." Zinnia menatap adiknya. "Maafkan kalau mbak Zee egois. Tapi kamu pikirkan diri kamu sendiri dulu, dan bahagia kan serta sehatkan mental kamu. Oke?"


Gemintang mengangguk.


***


Kamar Garvita


"Jadi mbak Gem besok berangkat ke Tokyo bareng dengan keluarga Bianchi?" tanya Garvita ke Sakura.


"Iya dan kamu tahu, mas Shin mulai dengan drama lebaynya membuat Arsya ikutan merengek membela Oomnya. Ampun deh! Mommy sampai menjewer telinga mas Shin karena tidak tahan" gelak Sakura. "Terkadang aku malu punya kakak seperti itu."


Garvita terbahak. "He's your brother Sakura, suka maupun tidak suka."


"Sama kan dengan mas Sendra. Meskipun wajahnya cool gitu dan tegas macam Oom Ay, tapi dia kakak terbaik kamu Gar."


"Benar. Mau diganti pun ogah, karena kita yang tahu bagaimana kakak kita sendiri meskipun sering membuat kesal" senyum Garvita.


"Memang sudah dikasih plot masing-masing."


***


Ruang Tengah Istana Al Jordan


Gabriel mendengarkan dengan patuh perintah Ayrton dan Sean dari MacBook nya.


"Lusa, aku dan Zee bersama anak-anak pulang ke Brussels. Dan lusa kamu serta Garvita mengantarkan Gemintang ke Belgia. Greg dan Sarah sudah aku perintahkan untuk membawa kalian ke istana. Setelah kalian liburan ke Brussels, kalian bisa kembali ke London atau ke Dubai. Mintang biar tinggal di Uccle" ucap Sean.


"Gabriel! Disini aku bukan raja Belgia!" hardik Sean gemas karena kekasih Garvita sering lupa kalau sekarang dia sudah masuk bagian keluarga.


Ayrton tersenyum mendengar keributan menantu dan calon menantunya.


"Intinya Gab, kamu bawa Mintang ke Brussels dengan selamat. Pesawatnya pakai yang di sewakan oleh Sean" sahut Ayrton menengahi kedua pria tampan itu.


"Baik tuan" jawab Gabriel membuat Ayrton malas mengoreksi.


***


Makan Malam.


"Jadi lusa kita ke Brussels?" tanya Garvita. "Terus kita liburan disana dan mbak Mintang tinggal di Uccle?" Garvita menatap wajah kakaknya. "Apa mbak Mintang berani tinggal di villa Uccle ? Bahasa Jerman dan Belanda mbak Mintang gimana?"


"Jerman okelah, Belanda aku nggak fasih" jawab Gemintang.


"Yang penting bisa Jerman saja atau nggak pakai aplikasi penerjemah juga bisa lah..." gumam Garvita.


"Banyak cara Gar. Di Brussels pun bisa bahasa Inggris, yang tidak bisa bahasa Jawa... Addduuuhhh!" Gabriel mengusap bahunya yang kena tonjok Garvita.


Gemintang tertawa melihat keributan Garvita dan Gabriel. "Apa kalian selalu KDRT?"


"Garvita yang selalu KDRT, aku pantang menyakiti wanita" senyum Gabriel mesra ke Garvita membuat kekasihnya memerah wajahnya.


"Senang ya Gar kalau memiliki kekasih yang sayang sama kamu."


"Mbak Mintang, sebenarnya bang Krisna juga cinta sama kamu cuma caranya super ngawur! Kalian memang butuh time out!" omel Garvita. "Lagian ya mbak, kenapa sih dulu selama di Singapura kamu nggak minta tolong kita semua?"


"Garvita, papa kamu disorot pemerintah Singapura saat dulu berkelahi dengan menantu mantan pejabat Singapura ( Baca The Four Emirs ) dan otomatis keluarga kita diawasi padahal bisnis kita juga ada disana. Aku tidak mau kalian pada buat rusuh Singapura dan kasus aku berbeda dengan kasus Gabriel."


"Tapi mbak, mental mbak yang kena. Bejo mbak Mintang ora melu gendeng ( Untung mbak Mintang nggak ikut gila )."


"Kamu tahu obatnya? Fokus di kuliah dan binatang-binatang yang aku obati. Bersyukur kampus aku dan Rao dulu berbeda gedung dan lokasi yang cukup jauh. Jadi aku tidak bertemu setiap hari meskipun rumor itu sampai ke kampusku dengan massive."


Garvita bangun dari tempat duduknya lalu memeluk kakaknya dengan menangis. "Maafkan Gar yang nggak bisa nolong mbak..."


Gemintang ikut menangis. "Ini mbak sudah kamu tolong..." ucap Gemintang dengan terisak.


Gabriel hanya menatap lembut ke dua bersaudara sepupu itu. Meskipun jarang bertemu, tapi Gabriel merasakan bagaimana dekatnya semua keturunan klan Pratomo.


***


Keesokan Harinya


Garvita mengajak Gemintang berjalan - jalan untuk menyenangkan hatinya karena semalam mereka mendengar berita kalau Krisna bertengkar dengan Bayu dan Gasendra karena nekad hendak menyusul ke Dubai. Sampai-sampai Anarghya harus memberikan obat penenang agar Krisna bisa tidur.


"Mbak Mintang, besok sudah siap ke Brussels?"!tanya Garvita.


"Insyaallah siap. Mbak ingin suasana baru, menata hati dan mental. Kalau kata Shinichi, demi iman, imun, Imron dan Ali Baba" kekeh Gemintang membuat Garvita terbahak.


"Mas Shin tuh memang. Sampai bawa-bawa Imron dan Ali Baba segala. Katanya biar berima macam pantun."


"Belum punya pacar ya? Kan Arka sudah sama Arabella, Valentino dengan Katya."


Garvita menatap horor ke kakak nya. "Mbak, seriously. Siapa juga yang betah dengan mas Shin, cowok dengan otak yang tidak bisa diprediksi dan sering membuat darting semua orang? Hanya cewek yang ususnya sepanjang terusan Suez yang bisa tabah menghadapi mas Shin."


Gemintang terbahak.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️