My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Sidang



Kediaman Keluarga McCloud London Inggris


Garvita dan Gabriel akhirnya kembali ke London malam harinya dan karena gadis itu tinggal menunggu sidang skripsi, membuat dirinya lebih santai.


Sakura langsung mengekor ke Garvita yang hendak masuk kamar. Dirinya merasa harus berbagi gosip dengan sepupunya itu.


"Ada apa Sakura?" tanya Garvita sambil berganti pakaian ke baju tidurnya.


"Mas Eagle serius mau ta'aruf."


"Alhamdulillah. Dengan Elane?"


Sakura mengangguk. "Katanya dia sudah mantap ingin menjalani ta'aruf dan mungkin tidak akan sering bertemu biar masing-masing tahu isi hatinya."


"Aku ikut senang akhirnya si elang dapat rain nya" senyum Garvita.


"Eh iya ya namanya mas Eagle kan perpaduan nama Opa Elang dan Oma Rain ya. Tapi Elane nggak mirip Oma Rain, dia tidak bisa bela diri atau menembak. Yakin lihat Glock atau SIG langsung pingsan" gelak Sakura.


"Kalau misal Elane jadi jodoh mas Eagle, jangan didoktrin harus bisa bela diri atau pegang senjata... Bisa kena amuk sama mas Eagle."


"Tapi Gar, kamu kan tahu ceritanya mamamu, Tante Nura, Tante Raana dan Tante Georgi yang tadinya nggak mau pegang senjata, sekarang apa kabar? Yakin deh Oma Sabine bakalan warisin si baby ke mamamu bukan ke mas Sendra atau kamu" ucap Sakura yakin.


"Bisa jadi malah diwariskan ke mbak Zee" kekeh Garvita.


"Bang Sean yang kebakaran brewok!" gelak Sakura.


Keduanya pun menggosip soal Alessandro dan Gabriel namun Garvita masih menahan cerita soal Apsarini yang pacaran dengan Krisna Rao karena masih menunggu keputusan Gemintang.


***


Seminggu kemudian


Siang ini Garvita dan Gabriel memutuskan jalan - jalan bersama dengan Nadira, Sakura dan Biana berkeliling London. Eagle dan Aruna sedang memeriksa perkembangan RR's Meal jadi keduanya memilih untuk tinggal di restauran keluarga milik mereka.


"HAAAAAHHH? Serius?" pekik Nadira setelah tahu Gemintang akhirnya meminta kepada Sean untuk membuka blacklist Krisna Rao.


"Iya mbak. Mbak Mintang sudah bilang sama Bang Sean untuk meminta departemen luar negeri dan pihak imigrasi membuka akses bang Krisna bisa ke Brussels" jawab Garvita.


"Terus si Sari beneran pacaran sama Krisna? Oh ya Allah... Gimana perasaannya jika tahu si Rao terbang ke Brussels dan ketemu Mintang... Aduh mbak jadi pusing... Terus sekarang Mintang sama siapa di Brussels kalau bertemu dengan Rao? Kan tidak mungkin sendirian menghadapi mantan suaminya." Nadira menatap ke ketiga orang di hadapannya. Kelimanya kini sedang berada di sebuah bristo daerah perbelanjaan Harrod's.


"Mbak Mintang akan ditemani Raj Rao, saudara kembar bang Krisna Rao" ucap Sakura.


"What the fluff?" Mata coklat kehijauan Nadira tampak mendelik. "Mintang ada hubungan khusus dengan Raj?"


"Aku tidak tahu tapi kata mbak Zee, kemarin mereka berdua sempat ngobrol pribadi dengan Raj disaat mbak Mintang diminta masuk sama Arsya, dan mereka berdua, maksud aku bang Sean dan mbak Zee sepakat bahwa Raj suka dan sayang sama mbak Mintang" jelas Garvita. "Soal pacaran atau tidak, sepertinya belum kata mbak Zee."


"Astaghfirullah... apakah ini yang dinamakan jodoh yang tertukar?" Nadira menatap ketiga adiknya.


"Mungkin..." jawab Gabriel tenang.


"Oh ya ampun... " Ibu satu anak itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


***


Tidak terasa waktunya Garvita melaksanakan sidang skripsi pun tiba. Pagi ini bahkan Mariana sudah datang dari Dubai untuk mensupport putri bungsunya. Mariana melakukan hal yang sama saat Zinnia dan Gasendra hendak sidang skripsi dulu.


"Tidak ada yang tertinggal, Gar?" tanya ibu tiga anak itu.


"Tidak ada mama, semua sudah Gar siapkan sejak semalam."


"Ya udah, yuk berangkat" ajak Gabriel.


"Good luck sidangnya" ucap Sakura sambil memeluk sepupunya.


"Thank you Sakura." Garvita membalas pelukannya.


"Jangan gugup, konsentrasi" pesan Eagle sambil memeluk dan mencium pelipis Garvita usai gadis itu melerai pelukannya dengan Sakura.


"Iya mas."


"Kami berangkat dulu" pamit Gabriel.


"Hati-hati" senyum Eagle dan Sakura.


***


"Mrs Schumacher..."


Mariana mendelik. "Ya ampun, Gabriel, kenapa kamu masih memanggil dengan formal sih?"


"Kan saya dengan Garvita masih belum resmi. Jadi saya masih memanggil anda dan tuan Schumacher formal" jawab Gabriel.


"Gab, dengar, sudah panggil 'mama' saja karena kupingku risih mendengar kamu masih sok formal manggil aku!"


"Tapi..."


"Gabriel..." Mata coklat tua Mariana semakin melirik judes.


"Ba...baik mama..."


Mariana tersenyum puas. "So, apa rencana kamu usai Garvita wisuda? Yang jelas kalian kembali ke Dubai kan?"


"Iya ma. Kami akan kembali ke Dubai dan Garvita akan mulai masuk ke AJ Corp sedangkan saya sudah diplot tuan Ayrton ke perusahaan pengawal istana Al Jordan dan Al Azzam."


"Gab, kalian tidak akan menikah tahun ini kan?"


"Belum ma. Garvita ingin mendalami bisnis AJ Corp terlebih dahulu sekitar satu tahun, baru kami memikirkan menikah. Insyaallah tahun depan. Kenapa ma?"


"Sebab tahun ini menurut rencana, Savrinadeya dan Raveena akan melangsungkan double wedding besok Juni" jawab Mariana. "Ini dua anak Italia itu sudah melamar ke kedua orangtuanya Deya dan Veena. Dan diputuskan untuk acara pernikahan besok Juni di New York."


"Iya ma. Kami tahun depan ma. Kami masih ingin fokus ke bidang pekerjaan kami."


Mariana menepuk bahu Gabriel. "Mama senang kamu yang akan menjadi pendamping Garvita. Setidaknya anak itu sudah tidak tomboy banget dan bisa berpikir dewasa. Terima kasih Gab sudah banyak merubah Garvita menjadi lebih baik."


"Ah, tidak ma. Karena pada dasarnya, Garvita memang gadis baik dan kalau soal tomboy dan bar-bar brutal kan memang keturunannya seperti itu semua apalagi melihat kakaknya yang perempuan juga sama saja pemberani nya jadi ya kebawa deh..." senyum Gabriel mengingat Leia, Blaze, Zinnia dan Nadira.


"Salah panutan dia..." gumam Mariana.


Pintu ruang sidang Skripsi pun terbuka dan wajah Garvita tampak cerah lalu menghambur ke Mariana.


"Lulus nak?" tanya Mariana.


"Lulus ma. Alhamdulillah" senyum Garvita cerah.


"Selamat ya sayang..." ucap Gabriel. Garvita langsung memeluk kekasihnya yang memberikan ciuman di kening dengan mesra.


"Yuk kita ke cafe dulu sambil laporan ke papa, Sendra dan Zee" ajak Mariana yang senyum-senyum melihat putrinya mesra bersama dengan tunangannya.


***


Bistro dekat kampus Garvita


"Alhamdulillah..." ucap Ayrton, Gasendra dan Zinnia bersamaan saat Mariana menghubungi anggota keluarganya usai sidang skripsi Garvita di sebuah bistro yang nyaman tapi tidak banyak orang disana.


"Jadi habis wisuda, kalian pulang ke Dubai?" tanya Ayrton.


"Iya pa. Kan sudah selesai disini. Lagian aku sudah janji sama mas Sendra buat mempelajari bisnis AJ Corp" jawab Garvita semangat.


"Selamat ya dik. Mau hadiah apa?" tanya Zinnia.


"Nggak mau macam-macam mbak. Aku cuma ingin saat besok wisuda, semua anggota keluarga Schumacher datang ke London melihat aku maju mendapatkan penghargaan Suma cumlaude" jawab Garvita yang membuat semua anggota keluarganya terharu karena permintaan bungsu Schumacher itu sangatlah sederhana.


"Nanti bang Sean akan atur jadwalnya" ucap Sean.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️