
Miami Florida
Empat mobil mewah itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi menuju Miami Executive Airport yang khusus dipakai untuk perusahaan, rekreasi, pelatihan penerbangan dan kegiatan agen pemerintah.
Pesawat milik Giandra Otomotif Co memang stay disana dan sekarang empat mobil yang mendapatkan ijin khusus dari Miami Dade Police menuju ke bandara.
"Hunter, siapkan pesawatnya!" perintah Bayu O'Grady. "Kami akan tiba sepuluh menit lagi!"
"Yes sir." Selain Doogie O'Leary kepala pengawal keluarga O'Grady, Bayu juga punya asisten diluar pekerjaan resminya bernama Hunter McDouglas, pria berdarah Skotlandia dan Irlandia yang masih ada hubungan kekerabatan dengan keluarga O'Grady.
Hunter adalah mantan agen MI6 yang memilih bergabung dengan perusahaan spionase milik Jang Corp. Hunter dan Doogie bersahabat baik dengan Bayu karena sama-sama weapon junkie dan mempunyai visi yang sama.
Baik Hunter dan Doogie sama-sama jago menembak dan bela diri serta menerbangkan pesawat jadi Bayu tidak repot jika harus bepergian seperti ini.
"Signor O'Grady, tampaknya Escalade nya mengejar kita. Mereka curiga kita mendapatkan sesuatu" lapor salah satu anak buah Antonio Bianchi yang dikirimnya ke Miami.
"Kami akan menghalanginya" ucap salah satu anak buah Dante Mancini.
"Oke. Kalian langsung terbang ke Turin setelah ini. Pesawat yang disewa Antonio dan Dante masih berada di bandara kan?"
"Iya Signor O'Grady. Setelah ini kami terbang ke Turin."
"Good!" Bayu menatap pengawalnya yang bertugas menyetir. "Mobilnya Tante Geun-moon, kalian bawa pulang ke New York lewat darat. Doogie, V, Arka, begitu pintu mobil terbuka, kita langsung lari masuk pesawat. Hunter sudah siap!"
"Oke!"
Dua mobil Range Rover milik keluarga Bianchi dan Mancini berusaha menghalangi mobil Cadillac Escalade itu sedangkan dua Van hitam segera masuk ke bandara. Doogie, Bayu, Arka dan Valentino segera masuk ke dalam pesawat Giandara sedangkan tiga pengawal lainnya membawa pergi mobil Van itu. Pesawat Cessna yang sudah siap itu pun segera tinggal landas sedangkan dua mobil Range Rover itu segera masuk ke dalam pesawat Boeing yang disewa oleh Antonio dan Dante untuk membawa mereka kembali ke Turin.
Mobil Cadillac Escalade itu tidak bisa masuk ke dalam runway karena tidak memiliki ijin dan hanya bisa menatap dua pesawat itu tinggal landas meninggalkan Miami.
***
Di dalam pesawat
Doogie segera menuju kokpit menemani Hunter sedangkan Bayu, Arka dan Valentino segera mengambil MacBook masing-masing untuk memeriksa semua penemuan mereka.
"Duh di password!" umpat Arka saat membuka flashdisk nya.
"Pakai tanggal Gabriel ulang tahun coba. Ini tanggalnya" ucap Bayu sambil mengirimkan pesan ke Valentino dan Arka di ponselnya sedangkan dirinya sedang memeriksa memori card dengan MacBook nya.
"Nggak bisa mas." Valentino lalu mencoba dengan membuat algoritma password dengan bantuan aplikasi yang diberikan Benji dan Geun-moon. "Yes!"
"Apa V password nya?" tanya Arka.
"Tanggal Stephanie masuk CIA." Valentino lalu menyebutkan tanggal bulan dan tahun ke Arka dan semua data terbuka.
"Oh my God!" seru Arka dan Valentino.
"Apaan?" tanya Bayu yang sedang memperhatikan foto-foto yang ada di memory card.
"Lihat ini mas!" Valentino dan Arka kompak menunjukkan layar MacBook nya.
"What the hell?" Bayu menatap kedua adiknya bingung.
***
Kediaman McCloud London Inggris
"Kalian menemukan apa?" tanya Arjuna saat Valentino menelpon Opanya melalui panggilan video.
"Semua yang dicari CIA, ABIN dan Kartel."
"Apa itu V?" tanya Eagle penasaran.
"Buku besar kartel Rio de Janeiro yang menunjukkan aliran keuangan hasil penjualan narkoba dari kartel dan Harland Rochester ke oknum agen CIA dan ABIN."
"Benar opa tapi yang terungkap hanya sebagian, masih ada oknum yang ingin melanjutkan pembukuan ini" sambung Arkananta.
"Siapa?"
"Dua agen ABIN yang ditodong oleh Damian, dan dua agen CIA yang menemui Gabriel serta Eagle" ucap Bayu.
"Mereka lah yang ingin Gabriel menemukan bukti-bukti ini tapi semuanya tidak berjalan mulus. Juan Pablo Luna dan Stephanie James tahu rekan - rekan mereka adalah penghianat. Keduanya lalu mencari semua barang bukti dan menemukan aliran narkoba itu di Dubai" sambung Valentino.
"Aku rasa entah dua agen ABIN itu atau dua agen CIA yang membunuh kedua orangtuanya Gabriel demi bukti-bukti ini, Opa" lanjut Arka.
"Damn it! Sekarang kalian setelah mendarat di JFK, langsung ke gedung Jang Corp. Disana kalian lebih aman daripada di rumah Kaia maupun rumah Joey. Oke?" perintah Arjuna.
"Opa, apakah CIA, ABIN dan Kartel akan mengejar kami?" tanya Valentino. Sejujurnya dia cemas dengan Katya yang masih berada di Harvard.
"Kalau kamu memikirkan keselamatan Katya, tenang saja. Storm sudah mengirimkan pengawal untuk pacarmu itu V" kekeh Arjuna membuat Valentino manyun.
"Bay, kamu jangan lupa..."
"Tenang Opa Ai. Sudah aku copy banyak-banyak dan sudah aku simpan di data milik keluarga Pratomo" seringai Bayu.
***
Acapulco Mexico Sebulan Kemudian...
Seorang pria dengan wajah berantakan dan rambut gondrong menatap dingin ke arah seorang pria yang sedang menikmati smoothies nya. Pria berambut hitam itu pun duduk di sebelah pria smoothies itu.
"Eduardo Palemo alias Mule" senyum pria berambut gondrong itu.
Eduardo menoleh. "Siapa?"
"Kamu adalah Mule, pelaku penembakan terhadap Juan Pablo Luna dan Stephanie James" ucap pria itu.
Eduardo Palemo melengos. "Kamu salah orang."
Pria itu menunjukkan sebuah foto yang diambil dari CCTV. "Ini kamu kan?"
Eduardo terkejut melihat wajahnya tampak terlihat saat menembak ke arah Juan Pablo dan Stephanie James.
"Meskipun kamu, ABIN, Kartel atau pun CIA berusaha menutupi semuanya, pasti akan terbuka." Pria itu menusukkan sesuatu ke lengan Eduardo dan tak lama wajah Eduardo memerah dan seperti tercekik.
"Ka...kamu siapa..." ucapnya dengan suara tercekik.
"Gabriel Luna" seringai orang itu.
Tak lama Eduardo pun ambruk tak bernyawa membuat banyak orang bingung namun Gabriel sudah pergi meninggalkan bar itu.
Satu sudah, masih kurang tiga lagi. Damn, susahnya mendekati mereka.
Gabriel mengenakan kacamata hitamnya dan menstater motor Triumph nya. Aku harus ke Rio de Janeiro.
Motor itu pun melesat di padatnya jalan.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️