
Brussels Belgia
Hari ini karena liburan, Arsya pun menolak ikut sang mommy ke acara kerajaan menjenguk para anak-anak yang dirawat di rumah sakit khusus anak karena ada Oom dan tantenya. Zinnia pun tidak memaksa putranya karena baginya dan Sean, kebahagiaan Arsya yang utama.
"Kalau begitu, mommy titip dik Al dan dik Sha ya, mas Arsya" senyum Zinnia sebelum pergi. "Dijaga ya adik-adiknya. Kalau mas Arsya repot atau tidak bisa, ada Tante Garvita dan Tante Mintang ya."
"Iya mommy. Mas Asya akan menjaga dik Al dan dik Sha" ucap Arsyanendra sambil memeluk dan mencium pipi sang mommy seperti kebiasaannya. Zinnia yang berjongkok agar sama tinggi dengan putranya pun membalas pelukan dan ciuman putra sulungnya yang mirip dengan Sean.
Setelah Zinnia pergi bersama dengan Jasmine dan Sarah, Arsya pun langsung mencari Tante Garvita, Tante Mintang dan Oom Gabriel nya.
"Tante, yuk bersih kandang pochi, mochi, salt and pepper" ajak Arsya sambil menarik tangan Gemintang yang sedang menggoda Alisha.
"Gar, titip double Al ya" pinta Gemintang yang sudah diseret Arsyanendra ke kamarnya.
"Oke." Garvita bersama dua orang nanny khusus dua pangeran dan putri bayi itu tampak asyik menggoda Alvaro dan Alisha.
"Sepertinya princess Alisha besarnya akan mirip Nona Zinnia" ucap Gabriel yang ikut di kamar bayi.
"Iya nih. Kalau Arsya itu mini me nya bang Sean, Alisha mini me nya mbak Zee" senyum Garvita sambil menggendong bayi perempuan itu.
"Gar, kalau kita menikah, kamu mau anak berapa?" tanya Gabriel yang entah kenapa hatinya menghangat melihat Garvita dan Alisha.
"Aku? Inginnya sih dua tapi sedikasihnya lah" senyum Garvita. "Aku sudah pantas ya punya anak?"
Wajah Gabriel memerah melihat gadisnya dan keponakannya tampak cantik. "Sudah. Aku foto ya buat aku tunjukkan kepada tuan Ayrton dan nyonya Mariana."
"Gabriel! Mereka itu calon mertua kamu! Kenapa manggilnya formal banget!" tegur Garvita gemas.
"Kan baru calon, belum resmi. Kalau sudah, baru lah aku panggil papa dan mama..." jawab Gabriel kalem.
"Kadang kamu manggil juga papa mama..." kekeh Garvita.
"Kalau hanya kita, ya aku panggil seperti kamu tapi kalau di publik, formal lah."
***
"Semua sehat kan Tante?" tanya Arsya saat Gemintang memeriksa dua anjing shitzhu dan dua kucing Munchkin peliharaan keponakannya.
"Sehat semua Sya. Kamu pintar deh pelihara mereka, selalu menjaga kesehatan dan kebersihan pasukan berbulu" jawab Gemintang sambil mencium kucing yang mirip ulat bulu itu.
"Kata mommy, kalau Arsya tidak bisa merawat, nanti pada sedih" ucap Arsyanendra sambil memasang mimik wajah memelas.
Gemintang gemas melihat wajah keponakannya yang meniru gaya Shinichi. "Ya ampun Sya, kamu kok macam Oom Shinichi sih?"
"Kan Asya keponakannya, jadi mirip kan?"cengir pangeran Belgia itu.
"Tapi Sya, kata Daddy Arsya, Oom Shin, Oom Valentino dan Oom Akrka tidak boleh main kemari" ucap Gemintang ikutan mendrama gara-gara semalam Shinichi minta tolong ke dirinya untuk merayu Arsya supaya bicara dengan Sean, guna mengijinkan dirinya masuk Belgia.
"Kenapa Tante? Kok Oomnya Asya tidak boleh kesini?" Arsya tampak panik mendengar ketiga Oom kesayangannya tidak boleh main ke rumahnya.
"Tante tidak tahu Sya. Kasihan kan Oom Shin tidak bisa lihat pochi dan mochi..." Wajah Gemintang dibuat sedih demi Arsya mau merayu Daddynya.
Dasar Shinchan! Awas anak itu! - batin Gemintang gemas.
"Asya nanti bilang sama Daddy, biar Oom Shin bisa kesini."
Shinchan, kamu hutang banyak!
***
Arsyanendra dan Gabriel tampak asyik bermain game Resident Evil dengan pengawasan Garvita dan Gabriel yang sedang mengobrol.
"Gimana mbak Mintang? Sudah nyaman disini?" tanya Garvita.
"Alhamdulillah lebih tenang...."
"Mbak, aku senang mbak Mintang sudah ceria lagi. Soalnya lusa aku mau balik ke London buat lanjut kuliah. Mbak Mintang, nikmati disini sama Arsya, Alisha dan Alvaro ya."
Gemintang memegang tangan Garvita. "Terimakasih Garvita. Sudah mau membantu mbak Mintang."
Tiba-tiba terdengar teriakan Gabriel dan Arsyanendra.
"Oom, kok. bisa mati?" teriak Arsya heboh. "Ayo Oom, kalahkan zombienya!"
Gabriel pun yang sebenarnya penasaran akhirnya menurut permintaan keponakannya.
"Arsya nggak papa tuh main game horor begitu?" tanya Gemintang.
"Selama ditemani dan dikasih tahu pelan-pelan, nggak papa kok mbak. Arsya tahu kalau main itu harus sama Oomnya. Kalau sama tantenya, game unyu-unyu macam puzzle bubble tadi."
Gemintang mengangguk.
***
Heathrow Airport London, Dua Hari Kemudian
Garvita dan Gabriel tiba di London menjelang subuh dan segera menuju kediaman keluarga McCloud menggunakan taksi airport. Sengaja mereka tidak menghubungi Eagle untuk meminta salah seorang pengawal untuk menjemput karena tidak mau merepotkan.
Tak lama, taksi hitam itu pun tiba di gerbang rumah keluarga McCloud. Setelah membayar, keduanya pun masuk ke dalam rumah menggunakan password yang diberikan Eagle.
Di dalam rumah sudah ramai kegiatan pagi itu dan Garvita menyapa Eagle dan Sakura dengan hebohnya.
"Kamu mandi dulu! Kita ngobrol di meja makan!" perintah Eagle.
***
"Jadi Mintang sekarang di rumah mbak Zee?" tanya Eagle.
"Iya mas. Soalnya mbak Mintang mau ambil ijin praktek di Uccle dan semua urusannya di Brussels jadi daripada bolak balik urus disana dulu baru urus di Uccle" jawab Garvita.
"Kenapa nggak langsung minta bang Sean kasih memo?" tanya Sakura sambil mengoles roti bakarnya dengan selai kaya.
"Mbak Mintang tidak mau memakai nama bang Sean. Memang untuk pengajuan ijin praktek tahu kalau mbak Mintang adik ipar bang Sean tapi mbak Mintang mau ujian sendiri bukan langsung dapat lisensi."
"Mas Eagle salut sama Mintang. Dia bisa cepat bangkit."
"Mbak Mintang itu mental baja mas tapi aku ingat ucapan Oma Haura kalau migrain mbak Mintang karena stress berat" ucap Garvita.
"Masih minum obat Oma Haura?" tanya Sakura.
"Aku tidak tahu Sakura tapi aku yakin, selama di Kingaroy pasti sudah minum beberapa kali."
"Tapi selama kalian di Dubai dan Brussel, Mintang baik-baik saja kan?"
"Baik mas. Sama sekali tidak ada rasa tertekan atau apapun."
"Gabriel, kamu juga melihatnya?" tanya Eagle ke pengawal Garvita.
"Mintang tampak relaks dan banyak bercanda dengan Arsya. Bahkan kemarin sempat berkuda dengan Garvita dan Arsya" jawab Gabriel yang sudah mendapatkan pelototan dari Garvita kalau menyebut dengan formal.
"Syukurlah. Mas Eagle kepikiran adik-adik perempuan mas" jawab cicit Elang McCloud itu.
"Mas Eagle, don't worry, adik-adik mas kan sehat, kuat dan rajin minum susu biarpun tinggiku masih minus dari yang aku inginkan tapi mau gimana lagi setidaknya aku semampai... semeter pun sampai ... lebih malah..." jawab Sakura membuat semua orang di meja makan melongo.
"Sakura kamu itu nggak pendek..." gumam Eagle sambil tertawa.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️