My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Bagaimana Ini?



London Inggris


"Jadi skripsi kamu sudah masuk bab tiga untuk penelitian?" tanya Gabriel saat mereka berdua sudah ada di dalam mobil.


"Iya Gab. Nggak sia-sia aku begadang membuat skripsi bab dua sungguh-sungguh" senyum Garvita.


"Alhamdulillah. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil." Gabriel mengusap kepala Garvita sayang.


"Alhamdulillah. Tadi kamu telepon papa ada apa?"


"Aku gabut jadinya aku laporan dengan Mr Schumacher."


"Astaghfirullah, Gabriel! Kamu masih memanggil papaku dengan formal? Why?"


"Sebelum aku resmi menjadi suamimu, maka aku akan tetap memanggil papamu formal."


Garvita menoleh kearah pria yang sudah bersamanya sejak usianya 13-14 tahun. "Gab..."


"Yes Garvita?"


"Thank you."


"Buat apa?"


"Tabah dengan kelakuan aku selama ini" senyum Garvita.


"Terimakasih juga sudah mau bersamaku" balas Gabriel yang merangkul bahu Garvita membuat gadis itu bersandar di bahu pria blasteran Brazil dan Amerika tersebut.


"Ngomong-ngomong, mas Sendra sudah punya pacar lho..."


Gabriel menoleh ke arah Garvita. Saat ini mobil mereka sedang berada di lampu merah. "Siapa?"


"Kamu tidak akan menyangka siapa gadis itu."


***


Kediaman Keluarga McCloud London


"Gemma? Gemma sekretaris nya mas Bayu?" seru Sakura sedangkan Eagle hanya melongo. "Kok bisa?"


"Tunggu, Gemma Benardi kan?" tanya Eagle. "Gemma yang menyamar jadi Antonio saat Deya punya roomate psycho kan?"


"Iya. Jadi sebenarnya tidak sengaja. Mas Bayu kan datang ke Dubai untuk urusan bisnis bersama mas Damian dan Oom Direndra terus ketemuan nih anak Dubai dan Gemma ikut serta. Entah kenapa Mas Sendra tertarik dengan gadis itu" senyum Garvita. "Setelah ngobrol banyak, mas Sendra merasa cocok dengan Gemma akhirnya pacaran LDR an deh!"


"Alamat mas Bayu kehilangan sekretaris lagi dong... Ngomong-ngomong Gemma itu sekretaris ke berapa?" gelak Sakura.


"Kata Deva sih sekretaris yang ke 98" kekeh Garvita.


"Oh my God! Kayaknya baru kali ini rekor gonta ganti sekretaris sampai hampir seabad!" celetuk Eagle sambil memegang pelipisnya. "Bayu memang terlalu rewel!"


"Mas Bayu mah lebay! Aku doain dapat sekretaris yang super galak, super judes, dan berani nendang mas Bayu sampai ke planet Namec! Biar kagak seenaknya!" ucap Sakura dengan gaya berdoa.


"Aamiin!" jawab ketiga orang disana.


***


Waktu pun berlalu hingga kabar duka didengar oleh keluarga London. Takeshi Takara, mantan pemimpin Yakuza Takara, meninggal dunia akibat serangan jantung. Eagle, Sakura, Garvita, Dewa Gabriel bersama dengan Aidan dan Thara berangkat dengan pesawat PRC Group milik keluarga Neville karena Taufan, Natasha, Apsarini, Jayde dan Tristan Neville ikut serta untuk memberikan penghormatan terakhir ke Yakuza reseh yang juga ayah Emi Takara Bianchi, istri Luca Bianchi, Opa Luke dan Leia juga Opa tiri Shinichi dan Sakura.


Sepanjang perjalanan Sakura tidak hentinya menangis di pelukan Eagle. Semua orang tahu bagaimana dekatnya Sakura dengan opa Takeshi terlepas mereka lebih sering ributnya dibandingkan dengan akurnya tapi ada rasa sayang diantara mereka.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 14 jam, akhirnya pesawat PRC Group milik keluarga Neville tiba di bandara Narita Jepang. Luca dan Luke sudah mengirimkan mobil-mobil untuk menjemput para keluarga dan pelayat yang datang dari luar negeri.


Rumah duka tempat abu Takeshi Takara disemayamkan akan dibuka tiga hari guna memberikan kesempatan pada pelayat yang datang dari jauh, untuk bisa memberikan penghormatan terakhir.


Sakura dan Leia adalah cucu kesayangan Takeshi, tampak terpukul dan berduka, berada di pelukan Hideo dan Dante. Shinichi sendiri menangis terus kehilangan Opa kesayangannya selain Opa Ashley. Valentino dan Arka tidak jauh-jauh dari anggota kampretnya yang tampak sangat terpukul.


***


Kediaman Rumah Takara Dojo Tempat Latihan keluarga Takara Bianchi


Garvita dan Gabriel bersama Eagle hanya bisa menatap tenang ke arah Valentino dan Arkananta saat terjadi keributan bahwa hubungan Sakura dan Alesandro Moretti terbongkar juga. Tiga gadis lainnya, Katya D'Angelo, Arabella Satrio dan Kedasih Jayanti ikut serta disana.


"Kami memang tahu kalau Sakura bersama Alessandro" jawab Eagle.


"Setidaknya Alessandro gentle kok dibandingkan dengan Raffa Moretti" timpal Garvita.


"Nggak grasak-grusuk" sambung Gabriel.


"Kalian bertiga ini bisa nggak sih ngomongnya nggak pakai kata berantai? Macam kuis saja!" hardik Valentino kesal membuat tiga gadis disana cekikikan.


"Beneran deh! Aku tidak menyangka kalau Sakura akhirnya memilih manusia copic itu!" gumam Arka.


"Copic? Spidol?" celetuk Arabella.



Copic Spidol


"Iya Arabella" ucap Arkananta.


"Kenapa nggak snowman saja?" cengir Arabella.


"Guys, tinta tattoo Alessandro bukan pakai copic atau snowman permanen ya" kekeh Garvita.


"Kok ya malah bahas sesuatu yang unfaedah..." gerutu Katya bingung.


"Kay, kapan kita bahas sesuatu berfaedah?" goda Valentino.


"Iya ya, nyaris tidak pernah!"


***


London Inggris


Berjalan nya waktu, Garvita dan Gabriel memutuskan untuk refreshing ke Liverpool dan Manchester lagi tapi hanya mereka berdua karena Sakura harus mengejar skripsinya yang sedang dijalani sedangkan Eagle sibuk dengan pekerjaannya di RR's Meal. Garvita pun sudah menyelesaikan skripsinya dan akhir bulan akan sidang. Sebelum maju, Gabriel mengajak kekasihnya jalan-jalan untuk healing.


"Kamu tahu nggak Gab, kata mbak Zee, bang Krisna Rao sekarang di Manchester."


"What?" Gabriel menoleh ke arah Garvita.


"Iya, dan mbak Mintang terkadang suka bertemu denga kembarannya. Namanya Arjun Raj Rao, seorang dokter bedah."


"Mintang tidak apa-apa bertemu dengan kembaran mantan suaminya?" tanya Gabriel yang takut sepupu Garvita itu mengalami trauma lagi.


"Nggak sih. Kata mbak Zee, mbak Mintang jauh lebih bahagia dan cerah. Lagipula Raj Rao berbeda dengan kembarannya sifatnya. Itu yang diceritakan sama mbak Mintang ke mbak Zee sih."


"Padahal muka mereka sama?"


"Bagaikan pinang dibelah dua."


"Tapi Mintang tidak apa-apa?"


Garvita mengangguk. "Mbak Mintang wanita cerdas dan kuat, Gab. Aku yakin mbakku satu itu bisa bisa mengatasinya."


***


Manchester Inggris


Garvita dan Gabriel sengaja tidak memberitahukan kedatangan mereka ke Manchester karena memang tujuan mereka hanya untuk berjalan-jalan menikmati liburan.


Keduanya pun berjalan - jalan di sebuah area pertokoan di Barton Arcade dimana banyak terdapat cafe disana.



Garvita dan Gabriel sambil bergandengan tangan menuju ke sebuah cafe kopi kecil yang memiliki pastry lucu-lucu. Setelah memesan kopi dan makanan, keduanya memilih duduk di dekat jendela hingga bisa melihat pemandangan orang berlalu lalang.


Garvita dan Gabriel tampak asyik mengobrol untuk rencana mereka di masa depan. Gabriel sudah memutuskan untuk melamar Garvita tahun depan karena pas waktunya untuk dirinya dan gadisnya beradaptasi dengan bidang pekerjaan yang baru.


Garvita sudah mau membantu Gasendra untuk mengurus AJ Corp meskipun dirinya harus mulai dari bawah agar bisa memahami isi perusahaan keluarganya.


Ketika keduanya sedang menatap luar jendela, baik Garvita maupun Gabriel terkejut karena tampak Apsarini berjalan sambil bergandengan tangan dengan Krisna Rao.


"Gab... aku tidak salah lihat kan?" bisik Garvita.


"Oh my God. Sari dengan Krisna Rao?" ucap Gabriel.


"Jadi suami orang yang dimaksud itu adalah mantan suaminya mbak Mintang?" Garvita menatap panik ke Gabriel. "Bagaimana ini Gab?"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️