
Old Trafford Stadium Manchester Inggris
Keempat orang yang menyaksikan pertandingan Manchester United versus Bolton Wanderers bersorak saat peluit panjang dibunyikan wasit pertanda pertandingan sudah selesai dengan kemenangan 2-0 tuan rumah.
Euforia di dalam stadion menular ke semua orang pendukung Setan Merah karena kini Manchester United selisih sepuluh poin dari rival terdekatnya Arsenal yang berada di nomor dua ditambah Manchester United masih menyimpan satu pertandingan dari klub asal London itu.
"Yes! Tahun ini kami juara lagi!" seru Apsarini.
"Hebat tiga musim berturut-turut" senyum Jayde. Pria itu membuka ponselnya yang bergetar dan tersenyum smirk. "Sebentar."
Jayde pun pergi meninggalkan ketiga saudaranya.
"So, Oom Tristan bahagia dong bisa memudahkan untuk promosi lebih gencar lagi..." ucap Garvita.
"Iya! Bisa keliling dunia lagi deh bokap..." keluh Apsarini.
***
"Ya Oom Ega" sapa Jayde.
"Jayde, besok Oom akan ke Manchester ada seminar dokter anak seluruh dunia. Wira ikut sekalian mau lihat Old Trafford katanya" jawab Pandega Yustiono atau Ega, putra Danisha Giandra dan Iwan Yustiono.
"Wira ikut? Oke Oom. Kan ada Sari yang punya akses ke Old Trafford. Lha kuliahnya Wira gimana?"
"Bolos! Duh anak itu memang ketularan Dewa!" sungut Ega kesal karena putra nya dekat dengan putra Bagas Hadiyanto dan Safira Pratomo.
Pandega Yustiono menikah dengan Anjani seorang desainer di Giandra Otomotif Co. Keduanya memiliki seorang anak laki-laki bernama Sadawira Yustiono yang wajahnya mirip dengan sang ayah. Wira, biasa dipanggil, sekarang kuliah di Nanyang Technological University jurusan kedokteran.
Jayde tertawa. "Padahal tinggal coas satu lagi kan ya?"
"Iya tinggal coas satu thok tapi ampun deh!" gerutu Ega. "Ada siapa di Manchester?"
"Garvita dan Gabriel pada main kesini Oom tapi besok Minggu sudah pada balik ke London karena Senin kan Garvita kuliah."
"Kapan dua anak itu meresmikan hubungan macam Jules dan Romeo?" tanya Ega.
"Belum tahu Oom. Kata Gab sih setelah Garvita lulus" jawab Jayde.
"Alhamdulillah kalau Gabriel sudah ada niat baik."
"Iya Oom."
"Sampai Senin Jay."
***
"Siapa telepon?" tanya Garvita ke Jayde.
"Oom Ega."
"Ada apa?" tanya Apsarini.
"Lusa mau kemari ada konsorsium semua dokter anak dari seluruh dunia" jawab Jayde.
"Tante Anjani ikut?" tanya Garvita.
"Nggak, yang ikut malah Wira." Jayde mengucapkan itu dengan nada malas yang terdengar karena ada story diantara dirinya dan Wira.
Garvita dan Apsarini melengos sebal. Pasalnya pria satu itu mirip badungnya dengan Dewa tapi bedanya Wira jauuuuhhhh lebih dingin dari sepupunya itu. Hanya saja, ceweknya banyak saking pada penasaran dengan sikap dingin bocah itu.
"Apa si Wira itu pakai ajian 'hei, I'm like a vampire to make you curious ( hei aku seperti vampir yang membuat kamu penasaran )" gumam Apsarini.
"Kayaknya begitu. Lagian ceweknya dari kalangan teman kuliah, suster, dokter bahkan lebih tua, sama pasien cobaaa! Ampun deh dua cowok itu!" gerutu Garvita.
"Aku kok belum lihat ya Gar" celetuk Gabriel.
"Wira paling jarang kumpul. Paling malas kena omel bang Lukie dan mas Bayu yang nasehati dia" jawab Garvita.
"Setidaknya kamu sudah pulang, Gar. Lha aku?" ucap Apsarini sambil manyun.
"Deritamu Sar..." kekeh Garvita usil.
"Nyebelin lu!"
"Eh kita makan dulu yuk, aku lapar" ajak Jayde.
***
"Kok elu dah datang?" cebik Jayde sebal melihat sepupunya yang sok cool.
"Suka-suka akulah!" balas Wira cuek.
"Dih dasar kulkas!"
"Lha elu kayak vampir!"
"Setidaknya gue kagak dingin macam elu!"
"Daripada muka pucat macam elu!"
"STOP! Kalian berdua ada masalah apa sih?" bentak Garvita.
"Gara-gara dia pernah main ke PRC Group, sekretaris... mantan sekretaris aku sampai ngejar-ngejar dia dan semua pekerjaan berantakan! Lu pakai pelet apa sih!" hardik Jayde.
"Pelet lele! Puas lu? Dah, gue lapar! Ada makanan apa?" Wira pun ngeloyor menuju ruang makan untuk mencari makanan disana.
Jayde dan Garvita hanya bisa menghela nafas panjang. "Perasaan Oma Danisha dan Opa Iwan kalem, Oom Ega dan Tante Anjani juga, kenapa si Wira beda ya?" gumam Garvita.
"Kita mundur, Gar. Ogan Abi kan bukan playboy, Opa Ghani memang dingin gitu, Oma Danisha kalem, Oom Ega juga ... Kayaknya ada yang salah deh!" timpal Jayde.
"Apaan?"
"Jangan-jangan waktu bayi ketukar dia... Addduuuhhh!" Jayde mengusap bahunya yang dipukul Garvita.
"Ditukar dari Monas? Lihat saja muka Wira sama Oom Ega macam pinang dibelah rata, kok bisa - bisanya dibilang anak yang tertukar!" pendelik Garvita.
"Pinang dibelah dua Gar, bukan dibelah rata!" kekeh Jayde.
"Suka-suka lah!"
***
Sadawira masuk ke ruang makan dan bertemu dengan Gabriel disana. Wajah pria Asia itu tampak dingin menatap pria berdarah Brazil Amerika itu.
"Siapa kamu? Ngapain di ruang makan Oom dan Tanteku?" tanya Wira dengan nada dingin.
Gabriel yang hendak menyapa ramah, mengurungkan niatnya ketika melihat tatapan tidak bersahabat dari lawan bicaranya.
"Aku Gabriel Luna, kekasih dan pengawal Garvita. Kamu pasti Sadawira Yustiono kan? Senang bertemu denganmu" Gabriel mengulurkan tangannya.
"Oh kamu rupanya yang membuat heboh semua keluarga gara-gara kabur dan bikin saudaraku harus ke Rio de Janeiro dan Mexico?"
What? Apa dia masih saudara dengan Garvita dan Jayde? Kok beda banget! Gabriel menatap datar ke arah Wira. "Maaf memang aku yang salah..."
"Kalau kamu begitu terus, akan membebani Garvita dan pasti semua saudaranya akan rusuh! Apa kamu tidak berpikir mereka sampai meninggalkan pekerjaan agar bisa menolong kamu?"
Garvita yang mendengar ucapan Wira langsung mengeplak kepala sepupunya itu keras-keras.
"Kamu apa kabar, Cumiiii! Kabur saat Coas ! Apa tidak sama saja!" bentak Garvita galak ke arah Wira yang mengusap kepalanya.
"Kamu pukul aku pakai apa sih! Gila! Pening tahu nggak!" balas Wira yang melihat di tangan Garvita ada buku tebal.
"Bodo! Bikin sepet kuping tahu nggak! Heran, kamu habis salah bekicot apa ya?" hardik Garvita mengingat Wira sangat doyan escargot. "Makanya kalau makan itu jangan yang aneh-aneh! Ngaruh di otak lu, kampret!"
"Ini ada apa sih? Baru ketemu sudah ribut!" suara Ega terdengar membuat keempat orang itu terdiam. "Wira, kalau kamu masih menyebalkan, hari ini juga kamu balik ke Singapura! Biar kamu lihat bagaimana Sandra bahagia menikah!"
Jayde dan Garvita melongo. "Siapa itu Sandra Oom?"
"Pacarnya Wira yang paling awet tapi Wiranya kena tikung sama temannya sendiri dengan menghamili Sandra. Makanya mood anak satu itu jelek luar biasa!" jawab Ega membuat Wira menatap tajam ke ayahnya.
"Namanya itu bukan jodoh elu Wir" sahut Jayde yang akhirnya paham apa yang membuat sepupunya menyebalkan.
"Lagian bodoh juga tidak pakai pengaman..." gumam Gabriel membuat semua orang menatap tajam ke pria itu. "Eh?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️