
*Buat yang bingung timeline nya Gabriel... Ini sebelum duo Gem menikah dan Juliet wisuda*
Miami, Florida
Bayu, Valentino dan Arka tiba di rumah milik keluarga Luna yang berada di Richmond West, daerah pinggiran kota Miami yang dekat dengan kebun binatang Miami.
"Ini benar alamatnya?" tanya Arka ke Bayu.
"Iya benar. Yuk masuk." Bayu pun berjalan menuju pintu utama dan mengambil alat pembuka kunci. Valentino sendiri berjaga-jaga sambil melihat sekelilingnya yang tampak sepi karena mereka sengaja datang usai para penghuni daerah sana berangkat ke sekolah, bekerja dan mengurus rumah.
"Dah terbuka. Yuk masuk!"
Ketiga bersaudara itu pun masuk dan melihat kondisi rumah yang seperti berhenti waktunya tapi tetap dibersihkan. Ketiganya kompak memakai sarung tangan untuk menutupi sidik jari mereka. Arka menutup pintu rumah itu sambil melihat kiri kanan sekitarnya.
"Siapa yang membersihkan ini? Jika rumah ditinggalkan lebih dari satu dekade, pasti kotornya minta ampun." Valentino menyapukan dua jarinya yang tertutup sarung tangan ke atas meja Konsul. "Lihat, tidak ada debunya."
"Aku rasa entah pihak CIA maupun ABIN, sengaja membersihkan tempat ini bertahun-tahun demi mendapatkan sesuatu" ucap Bayu sambil membaca pesan di ponselnya. "Dua orang yang ditodong Damian ternyata agen ABIN."
"Damian kok ya main todong saja sih" kekeh Arka yang memang lebih tua dari Emir Al Azzam itu.
"Gue juga heran. Dia lebih grusah grusuh dibandingkan aku. Padahal kan sepupu kandung..."
Sontak Arkananta dan Valentino terbahak. "Bang Kal-el, yang bilang elu kagak grusah grusuh tuh sapa? Elu tuh sama saja!" ejek Arka yang sebenarnya juga masih sepupu kandung dengan Bayu.
"Kal-el?" Bayu menatap bingung dua sepupunya.
"Elu apa kagak sadar kalau mirip Superman?" balas Valentino cuek.
Bayu hanya mengedikkan bahunya.
***
Kediaman McCloud London
"Ngapain Agen ABIN ikutan menjaga Garvita?" sungut Arjuna saat datang ke rumahnya.
"Itu dia yang membuat aku rasanya pengen main hajar bleh!" omel Damian.
"Dam, kamu jangan main todong dong! Beneran deh kamu panasannya sama saja dengan Opamu" kekeh Sekar.
"Lha gimana Oma. Mereka mencurigakan jadi sebelum macam-macam, aku todong duluan lah! Lagipula, aku kan tidak sendirian" cengir Damian.
"Serius lu bawa tiga pengawal pilihan lu yang macam ninja ?" Eagle menatap sepupunya sambil menggelengkan kepalanya.
"Serius lah. Lagian Papa dan Oom Alaric yang suruh" jawab Damian. Al Azzam sejak Direndra memiliki Damian, membuat sistem pengawalan sendiri dengan mengirimkan ke pendidikan milik Al Jordan dan Ramadhan Securitas milik Gozali Ramadhan yang sekarang dipegang oleh cucu menantunya David Hakim Satrio, mantan letnan polisi.
"Mas Dam, terus orang ABIN gimana? Apa tahu dimana Gabriel?" tanya Garvita.
"Mereka mengaku tidak dimana Gabriel, sayang. Dan aku percaya mereka. Sekarang tinggal CIA yang sedang dihadapi Oom Benji, Tante Geun-moon dan Oom Abi" ucap Damian.
"Aku tidak menyangka Geun-moon otaknya lebih horor dari Benji" gumam Arjuna.
"Makanya nggak heran kalau Oom Benji pernah bilang perusahaan Tante GM itu semua wewenangnya. Oom Benji hanya membantu jika memang butuh bantuan" sahut Eagle.
"Jadi sekarang kita tinggal menunggu penyelidikan Arka, V dan Bayu." Arjuna menatap anggota keluarganya dengan tatapan serius.
***
Miami Florida
Arka dan Valentino masuk ke dalam dua kamar yang terdapat disana dan mereka melihat perbedaannya. Kamar kedua orangtua Gabriel dan kamar Gabriel sendiri. Keduanya melihat betapa waktu terhenti saat mereka tewas di Dubai dan Gabriel terlunta-lunta disana.
Valentino melihat foto Gabriel kecil bersama dengan kedua orangtuanya. What a happy family. Sulung Hoshi Reeves itu mulai membuka lemari pakaian yang tampak masih ada tumpukan baju-baju Gabriel waktu kecil. Pria itu mengambil ponselnya dan memfoto isi lemari agar jika diambil dia tahu susunannya agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Pasti area sini sudah diperiksa baik CIA maupun ABIN. Valentino mengeluarkan baju-baju Gabriel perlahan dan mulai memeriksa lemari dengan teliti tapi tidak menemukan apapun. Lagian sudah sekian lama dan pihak yang berkepentingan sudah membongkar, pasti tidak ada apapun.
Valentino duduk di atas karpet yang terdapat di kamar Gabriel dan tangannya mulai meraba bawah tempat tidur.
"V, Arka, kalau kalian bongkar - bongkar, difoto dulu biar nggak salah" seru Bayu yang sedang berada di dapur.
"Oke!" ucap Arka dan Valentino.
***
Memang kecil kemungkinannya tapi apapun mereka lakukan untuk mencari bukti atau apapun yang membuat CIA, ABIN dan Kartel mencarinya.
"Tuan O'Grady." Suara pengawal Bayu terdengar di earpiecenya.
"Ya Doogie."
"Sebuah mobil Cadillac Escalade dua kali memutar depan rumah." Doogie dan empat pengawal lainnya memang berada di dua mobil Van yang disiapkan oleh Geun-moon.
"Kalian bisa memeriksa plat nomornya?"
"Mobil sewaan tapi kami bisa melacak kalau penyewanya adalah salah satu kapten kartel Brazil."
Bayu tersenyum smirk. "Arka, V. Siapkan Glock kalian jika ada serangan dadakan."
"Siap mas."
"Doogie, apakah cavalry sudah siap jika terjadi sesuatu?" tanya Bayu ke kepala pengawalnya.
"Pengawal yang dikirim nyonya Jang, tuan Bianchi dan Mancini sudah siap."
"Bagus."
"Mas Bayu" panggil Valentino.
Bayu menghentikan penyelidikan di balik lemari. "Apa V?"
"Bisa minta tolong angkat lemari baju Gabriel?"
Bayu dan Arkananta menghampiri Valentino yang sedang berusaha menggeser lemari.
"Diangkat... diangkat?" tanya Arkananta.
"Iya. Aku merasakan ada sesuatu di bawah itu cuma kan alatnya lagi dipakai mas Bayu."
Bayu meletakkan lampu fleksibel itu dibawah lemari pakaian dan dari layar iPad nya terlihat sesuatu yang tertutup lakban yang mirip dengan warna lemari.
"I'll be damned!" umpat Bayu.
"Ya ampun, cerdasnya!" ucap Valentino.
"Arka, kamu dan mas Bayu coba angkat sedikit lemarinya biarpun berat. Val, kamu langsung ambil apa yang ada dibawah itu!" perintah Bayu.
"Oke mas!"
Arka dan Bayu langsung menggeser miring lemari kayu itu dan Valentino tengkurap untuk mengambil semua yang ada di bawah lemari.
"Sudah semua V?" tanya Bayu sambil menahan lemari berdua dengan Arka.
"Sudah mas" jawab Valentino. Bayu dan Arka mengembalikan posisi lemari itu kembali semula.
Valentino membongkar apa yang disembunyikan di sana. Terhitung ada lima memory card dan empat flashdisk pipih yang membuat orang tidak menyangka disimpan disana.
"Sepertinya bukti ini yang dicari, mas." Valentino menatap Bayu.
"Kita kembalikan semuanya seperti semula dan segera kembali ke New York. Kita periksa dengan teliti" perintah Bayu yang kemudian memasukkan semua penemuan mereka ke dalam tas selempang nya.
Arka membantu Valentino mengembalikan baju-baju Gabriel sesuai dengan urutannya. Lalu Bayu memerintahkan Doogie menjemput mereka dengan mobil Van anti peluru milik Jang Corp.
Setelah semua sudah seperti saat mereka datang, ketiganya masuk ke dalam mobil Van hitam itu dan segera melesat ke bandara dengan diikuti satu mobil Van lainnya dan dua mobil range Rover milik keluarga Bianchi dan Mancini untuk mengawal mereka.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Sorry kalau kurang seru
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️