
Kediaman McCloud London Inggris
Garvita menatap Eagle dengan tatapan kepo yang tidak ditutupi sedangkan pria tampan mirip dengan opa buyutnya itu hanya tersenyum rahasia.
"Mas Eagle! Ada hubungan apa mas Eagle dan Marisol?" tanya Garvita penasaran binti penisirin.
"Kalau aku bilang kita pernah pacaran waktu SMA ... Gimana?"
Garvita melongo. "What? Mas Eagle pernah pacaran sama Marisol? Terus apa yang terjadi?"
"Ya tidak cocok terus Marisol pindah ke Columbia University."
"Astagaaa! Dulu dia tinggal di London?"
Eagle mengangguk. "Ayah Marisol adalah duta besar Amerika untuk Inggris. Dan kami dulu satu sekolah jadi ya begitulah."
"Mas Eagle masih ada perasaan sama Marisol?"
Eagle menggelengkan kepalanya. "Nope, Gar, karena tahu kami memiliki banyak perbedaan jadi ya sudahlah."
Garvita mengangguk.
***
Burj Khalifa Dubai UAE
Nelson menghampiri Marisol yang sedang berdiskusi kasus dengan Omar Zidane dan Kevin dengan banyak pertanyaan di benaknya.
"Mari, bisa bicara sebentar?" pinta Nelson.
"Ada apa Nelson? Oh soal kasus kamu, OZ, bisa kamu diskusikan besok kalau kita kembali ke New York." Marisol menatap Omar dan Kevin lalu mengangguk dan beralih ke Nelson.
"OZ, Kevin, kita jalan dulu yuk! Mas Nelson masih ada urusan dengan Marisol" ucap Nadya sambil menggamit kedua pria itu.
"Hah?" Omar dan Kevin hanya pasrah digamit gadis cantik itu.
Marisol menatap Neslon dengan perasaan bingung. "Ada apa?"
"Apakah kamu mengenal Eagle McCloud?"
Mata coklat Marisol membulat. "Eagle? Bagaimana kamu... Astagaaa! Aku lupa keluarga Blair saudara sepupu dengan keluarga McCloud."
"Jadi?" Nelson menggamit lengan Marisol dan berjalan menyusul Nadya yang sudah terlebih dahulu berjalan masuk bersama Omar Zidane dan Kevin.
"Eagle... Apa Eagle tahu..."
"Tadi Nadya melakukan video call ke Garvita dan Eagle ikut nimbrung dan melihat kamu. Salam buat kamu katanya." Nelson menoleh ke Marisol.
"Salam balik. Aku memang waktu SMA berpacaran dengan Eagle hanya saja banyak perbedaan... well actually persamaan karena kami berdua sama-sama perfeksionis dan ego tinggi. Jadi... ya bubaran deh! Lagipula aku kembali ke Amerika dan kuliah di Columbia University."
"Apa kamu masih ada perasaan sama Eagle?"
Marisol tertawa. "Why? Are you jealous?"
"Aku? Jealous? Absolutely not!" balas Nelson cepat... terlalu cepat.
"Hahahaha. Eagle hanyalah masa lalu aku. Kami memang ditakdirkan tidak bersama Nelson. So, santai saja." Marisol menepuk bahu kekar pria itu.
Nelson hanya mengangguk pelan.
***
London Inggris
"Nona Marisol Braga itu mantan kamu?" tanya Gabriel saat mereka bertiga sedang membahas kepulangan para rombongan law enforcement FBI dan jaksa penuntut umum.
"Hehehehe begitulah."
"Oom Rajendra tahu mas?" tanya Garvita.
"Tahu lah. Tapi ya biasa. Daddy hanya menyerahkan sama aku karena aku yang menjalani."
"Iya mas. Tidak semua berjodoh macam Oom Jendra dan Tante Aruna dari TK sudah bersama" gelak Garvita.
"Daddy payah tuh! Kecil-kecil sudah pacaran."
***
London Inggris Beberapa bulan kemudian...
Garvita terkejut ketika mendengar kakak sepupunya akan menikah berbarengan. Berita itu sontak membuat semua anggota keluarganya heboh. Apalagi mereka menikah dengan pria - pria yang membuat masalah pada Gemini dan Gemintang.
"Mbak Mintang, are you sure?" tanya Kalila yang merasa tidak ikhlas kakaknya seperti harus mengorbankan dirinya agar Opa Ashley tidak sampai terkena serangan jantung lagi.
"Sure, Lila. Doakan mbak kuat ya?"
"Mbak Mintang, kalau tidak kuat... lepaskan ya?" ucap Raine. Gemintang tidak tahu saja kalau semua sepupu perempuannya mengetahui apa yang terjadi pada gadis bermata hijau itu. Hanya saja Gemintang memendamnya sendiri tidak mau menerima bantuan dari keluarga besarnya.
"Insyaallah mbak kuat kok." Gemintang memberikan senyuman khasnya.
Garvita, Juliet dan Sakura hanya bisa saling berpandangan karena tahu Gemintang tidak akan kuat.
***
"Aku kok tidak yakin Sakura. Sebab kita tahu sekuat-kuatnya mbak Mintang, pasti ada batasnya."
"Lagian kalau Krisna nggak berbuat semacam itu, siapa tahu malah berbeda dan mbak Mintang bisa menerima dia."
"Masalahnya Sakura, mbak Mintang kan memang tidak tertarik dengan Krisna. Kata mbak Gem, bukan tipenya mbak Mintang" jawab Garvita.
"Memang tipe mbak Mintang seperti apa sih? Apa kamu tahu Gar?"
"Model mas Bayu."
***
Garvita memilih berada di halaman belakang sambil mengobrol dengan Juliet disana melalui panggilan video.
"Jadi lamaran kamu mundur acara lamarannya?" tanya Garvita.
"Iya terpaksa Gar. Kan papa macan menghormati keluarga Opa Ashley apalagi kondisi opa yang belum sehat" ucap Juliet sambil tersenyum.
"Mas Romeo tidak apa-apa?" tanya Garvita.
"Rombeng nggak papa, Gar, kan kondisinya memang harus begitu."
"Kalian nikah Juni jadinya?"
"Insyaallah. Apalagi Rombeng sudah masuk spesialis jantung, dah ribut pengen ditemenin selama kuliah nanti" kekeh Juliet.
"Kamu nikah muda, aku salut!" senyum Garvita.
"Sebenarnya aku sendiri tidak menyangka akan menikah muda tapi setelah mengalami kecelakaan kemarin dan bagaimana Rombeng begitu terpukul karena tidak bisa melindungi aku, jadi dia memberanikan diri menghadap papa macan untuk mengambil alih tugas papa macan..."
"Jadi anaknya mas Romeo kamu?" gelak Garvita.
"Sembarangan! Bininya, cumiiii!"
"Bininya cumi berarti gurita?"
"Bukan, Sotong!" balas Juliet tapi setelah itu keduanya tertawa. "Jadi ingat Oom Haris dan Tante Freya kalau ribut manggilnya sotong dan cumi."
Garvita dan Juliet lalu terdiam karena memikirkan dua kakak kembarnya. "Semoga mbak Gem dan mbak Mintang baik-baik saja."
"Aamiin."
***
Keesokan harinya
"Kamu ke New York tidak, Gar?" tanya Eagle.
"Mas Eagle ke New York? Kalau mas Eagle pergi, aku ikut lah! Mas Dewa ikut nggak?" Garvita menatap kakaknya.
"Dewa masih harus kebut kuliah daripada dikirim ke pondok pesantren atau malah ke Tibet biar ketemu Yetti."
Garvita terbahak. "Memangnya Tintin?"
"Siapa tahu lah!" jawab Eagle cuek.
***
Garvita dan Gabriel sekarang berada di dalam mobil untuk berangkat kuliah sebelum mereka liburan natal ke New York sekalian menghadiri acara pernikahan Duo Gem.
"Kita jadi ke New York, Gar?" tanya Gabriel.
"Sebentar aku buka ponsel dulu." Garvita mengambil ponselnya dan membuka pesan disana. "Kita tidak jadi ke New York, Gab."
Gabriel terkejut. "Tapi kenapa?"
"Oom Haris dan Tante Freya bilang hanya keluarga yang di New York saja yang datang dan lebih baik acara kumpul nya besok pas Juliet menikah dengan Romeo."
Gabriel menghela nafas panjang. "Mungkin biar nyaman Gar. Secara kan mereka menikah karena terpaksa dan mendadak."
"Hu um. Kita menikah masih lama kan Gab?"
Gabriel menoleh ke arah gadis bermata biru itu. "Nona mau menikah sekarang? Boleeehhhh... Adduuuhhh!"
Garvita memukul bahu Gabriel kesal. "Nggak romantis!"
***
Yuhuuuu Up Siang menjelang sore.
Maaf aku tadi lelayu dulu
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️