My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Ke New York



Bulan Juni, Menjelang Pernikahan Savrinadeya dan Raveena di New York


Garvita datang bersama dengan rombongan Dubai tiba di JFK Airport New York menggunakan pesawat pribadi milik Al Jordan. Usai wisuda di London, Garvita dan Gabriel langsung kembali ke Dubai dan langsung terjun di dunia kerja.


Garvita harus belajar dari nol tentang perusahaan keluarganya karena selama ini dirinya tidak terlalu ikut campur AJ Corp hingga Gasendra menggemblengnya habis-habisan tanpa perduli bahwa gadis itu adiknya. Gasendra sama dengan para sepupunya yang lain, terkenal sangat serius dan profesional dalam bidang pekerjaan perusahaan keluarga mereka. Mereka pun digembleng oleh orangtua dan opa mereka jadi para cicit keluarga Pratomo juga memperlakukan sama ke adik-adik yang masuk ke dalam perusahaan


Dan kini Garvita bersama dua sepupu perempuannya yang sesama anak Dubai, Kalila dan Raine, tiba di di New York bersama dengan Damian, Radhi, Ken dan sang kakak Gasendra. Para keluarga Sultan itu sudah dijemput oleh keluarga New York dan segera menuju hotel tempat acara akan diselenggarakan. Keluarga Blair dan McCloud sudah memesankan khusus untuk keluarga mereka.


Damian, Ken dan Radhi melengos melihat Gasendra tersenyum saat tahu Gemma ikut dalam rombongan yang menjemput mereka. Keduanya berpelukan dan saling bergandengan tangan menuju mobil mereka sedangkan Garvita dan Gabriel hanya tersenyum geli melihat para pria yang masih jomblo itu manyun.


"Kayaknya kalian harus segera mencari pacar deh daripada jones alias jomblo ngenes" goda Garvita.


"Reseh lu Gar. Belum mau pacaran kok langsung dicap Jones!" sungut Damian sambil duduk di kursi mobil. Ada sepuluh mobil yang menjemput keluarga Dubai dan Garvita bergabung dengan Damian, Ken dan Kalila serta pengawalnya Alexander di dalam mobil Van mewah milik Rama McCloud.


"Lha daripada kalian pada manyun yang cowok-cowok iri sama mas Sendra."


Kedua pria tampan itu melirik judes ke arah Garvita yang tersenyum manis. "Nyebelin kamu!" sungut Ken.


Kalila hanya tersenyum mendengar keributan kedua kakak lelakinya dengan Garvita lalu melirik ke arah pengawalnya yang tampan. "Apa lihat-lihat Lex?"


"Ah tidak. Hanya berpikir kenapa ada pria yang bisa dijodohkan sama kamu... Apa pria itu tidak tahu kalau kamu itu bar-bar, nona Kalila" senyum Alexander.


"Aku tidak mau dijodohkan! Tapi Oma sudah janji!" balas Kalila kesal.


"Kamu dijodohkan siapa Lila?" tanya Garvita karena baru mengetahui sepupunya pakai acara dijodohkan.


"Katanya pangeran Qatar tapi bentuknya macam apa aku tidak tahu soalnya kata Oma Sabine, pangeran nya menghilang. Jangan-jangan dia malu sama fisiknya ya? Bisa jadi dia gendut, pendek dan jelek?" gumam Kalila.


"Lila, body shamming! Tidak boleh!" tegur Ken, saudara kembarnya.


"Lha habis, aku minta fotonya nggak dikasih tapi pangeran itu sudah dapat foto aku! Kan nggak fair!" protes Kalila. "Apa susah nya sih ta'aruf? Gak cocok kan perjodohan bisa dibatalkan! Toh tidak ada perjanjian hitam diatas putih!"


Semua orang di mobil hanya terdiam sebab masalahnya adalah tetua Emir Qatar dan Sabine Al Jordan bersahabat baik. Meskipun tidak ada hitam diatas putih tapi apa yang sudah diucapkan itu wajib dilaksanakan.


Kalila menatap pemandangan kota New York dari kaca mobilnya merasa dirinya seperti terjebak rencana perjodohan itu. Seharusnya adalah Garvita tapi saat itu sepupunya sudah punya Gabriel dan hanya dirinya yang masih memegang nama belakang Al Jordan langsung hingga memenuhi syarat untuk dijodohkan dengan pangeran Khalid itu.


"Memang mas Damian atau Ken tidak pernah bertemu cucunya Emir Qatar kalau ada pertemuan para pangeran?" tanya Garvita.


"Katanya cucunya kuliah di Swiss jadi tidak pernah tampak kalau kita pergi ke Qatar. Dan dia juga bukan tipe suka disorot kamera jadi kami tidak tahu" jawab Ken. "Aku kan juga jarang ikut acara Daddy. Kalau timingnya pas saja aku bisa ikut."


Garvita dan Gabriel hanya saling berpandangan. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tersenyum tipis mendengar percakapan keluarga Emir Al Jordan itu.


***


Inter Continental Barclays Hotel Manhattan New York


Garvita memutuskan kembali lagi ke lobby karena tadi asyik mengobrol jadi melupakan kuncinya, membuat Gabriel menggelengkan kepalanya karena gadisnya jadi ceroboh kalau sudah bertemu dengan keluarganya.


Ketika hendak mendekati resepsionis, Garvita melihat rombongan Manchester tiba dan gadis itu langsung menyambut Taufan, Natasha, Tristan, dan Jayde. Garvita pun akhirnya menemani mereka di resepsionis. Tak lama tampak rombongan Singapura datang dan Garvita tersenyum melihat Sadawira akhirnya ikut acara keluarga setelah beberapa kali absen.


Setelah para tetua masuk ke dalam lift, tinggal Garvita dan Jayde di lobby untuk mengobrol sedangkan Sadawira sedang ke toilet.


"Lho kok kamu sendirian? Mana Sari?" tanya Garvita celingukan.


"Sari sudah pindah Gar."


"Hah? Gimana ceritanya? Aku tinggal ke Dubai dua bulan kok langsung banyak storynya?" Garvita menatap bingung ke Jayde. Tak lama Sadawira bergabung. Ketiga orang dengan fisik paripurna dengan khas masing-masing, membuat beberapa tamu menoleh ke ketiganya.


"Jadi, kamu tahu kan Krisna ke Brussels bertemu dengan mbak Mintang?"


"Iya. Terus ?"


"Rupanya sepulang dari sana, Krisna mendapatkan pencerahan bahwa dirinya tidak sanggup melihat mbak Mintang kalau ada acara keluarga kita. Jadi dia memutuskan hubungan dengan Sari."


Garvita melongo. "Apa?" ucapnya pelan.


"Iya, Krisna memutuskan hubungan dengan Sari." Kali ini Sadawira yang berbicara. "Sari tentu saja tidak terima dan Oom Tristan dengar kasusnya. Sari diamuk oleh Oom Tristan dan anak itu sempat minggat ke Bury, ke rumah singgah keluarga Neville."


"Terus?"


"Mommy datang dan Sari diajak bicara seperti ibu dan anak. Bahkan Krisna sendiri sempat menemui Oom Tristan untuk meminta maaf memacari anaknya tanpa mengetahui siapa Sari sebenarnya. Oom Tristan bisa memaklumi karena berawal dari ketidak jujuran Sari. Akhirnya setelah mommy ajak bicara panjang lebar, bahwa ada hal yang pantas atau tidak etikanya, Sari bisa berpikir lebih rasional. Tidak melulu soal emosi dan ego" papar Jayde.


"Lalu dia pindah kemana?" tanya Garvita yang merasa lega akhirnya ada kewarasan diantara keduanya.


"Sari mendapatkan tawaran kerja di sebuah bank di Finlandia dan gajinya menarik, membuat dia memilih mengambil kesempatan itu. Dan sekarang dia tidak bisa datang karena masih dalam percobaan di tempat kerjanya" jawab Jayde.


"Alhamdulillah..." Garvita mengucapkan syukur karena bagaimanapun dia tidak mau ada gegeran di keluarga besarnya.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️