
Kediaman Keluarga Abisatya Manchester Inggris
Gabriel dan Garvita menyudahi panggilan videonya dengan Sakura lalu mengobrol di halaman belakang. Tahun depan Garvita akan mulai membuat skripsi yang diperkirakan selesai dalam waktu tiga bulan hingga bisa wisuda.
"Gar, kamu tidak apa-apa hanya dengan seorang pengawal seperti aku?" tanya Gabriel yang merasa mendapatkan berkah karena akan menikahi putri Emir Dubai.
Garvita mendelik lalu menatap tajam ke arah Gabriel. "Otakmu geser gara-gara dijotos Wira? Terus kamu jadi mikir yang aneh-aneh?"
"Eh?" Gabriel membalas tatapan Garvita sambil tersenyum manis. "Iya...maaf. Tidak dibahas lagi."
"Sekali lagi kamu bahas, aku hajar kamu, Gab!" ancam Garvita yang gemas dengan pengawalnya yang makin kemari makin satu server dengan sepupunya.
"Garvita..."
Garvita dan Gabriel menoleh ke arah suara dan tampak Wira disana sambil mengompres pipinya yang kena tonjok Jayde.
"Ada apa Wira? Masih mau gelut lagi?" tanya Garvita sambil tersenyum tapi matanya menatap judes.
"Tidak, Gar. Gabriel, aku minta maaf." Wira mengulurkan tangannya ke Gabriel yang disambut oleh pria berdarah Brazil dan Amerika Serikat itu.
"It's okay. Aku juga minta maaf salah bicara tadi tanpa berpikir panjang." Gabriel pun berdiri sambil bersalaman dengan Wira.
"Pacarmu orang baik, Gar" kekeh Wira usai bersalaman dengan Gabriel dan duduk di kursi kosong di teras belakang rumah.
"Iyalah! Kalau tidak baik, mana mau aku!" sahut Garvita sambil memeluk lengan Gabriel yang sudah duduk di sebelahnya lagi.
"Kalian akan menikah kapan?" tanya Wira.
"Insyaallah setelah Garvita selesai kuliahnya. Bisa tahun depan bisa dua tahun lagi, tergantung siap nya Garvita" jawab Gabriel lembut.
"Kalian lalu kembali ke Dubai?"
"Iyalah Wir, kan rumahku di Dubai. Ke London kan karena kuliah saja."
"Gasendra sudah lulus ya? Sekarang pegang AJ Corp?"
"Mas Sendra sudah lulus lah, Wir. Habis gimana, Ken memilih jadi dokter bedah seperti Tante Nura, Kalila masih kuliah belum selesai. Tapi mungkin Lila akan tertarik terjun di dunia bisnis soalnya dia kadang bantu mas Sendra."
"Kamu kapan selesain coasnya?" tanya Jayde yang ikut bergabung dengan sepupunya sambil membawa hot choco.
"Aku lanjutkan setelah healing disini. Jujur aku marah banget saat tahu Sandra hamil sama sahabat aku, Jonah. Makanya pas Daddy bilang ada acara ke Manchester, aku ikut sajalah! Bodo amat sama coas! Aku perlu waktu ku dulu!"
"Memangnya kamu belum apa-apain Sandra?" tanya Garvita.
"Biarpun pacarku banyak, tapi aku hanya sekedar peluk cium saja tidak lebih dari itu. Karena aku tidak mau ada cewek yang tiba - tiba datang ngaku hamil sama aku, sedangkan aku tahu kwalitas cewek yang mau saja diajak tidur bareng sukarela."
"Wir, bisa saja saking cintanya sama elu, dia kasih hartanya..." celetuk Jayde.
"Gar, secintanya kamu sama Gabriel, apa kamu mau kasih keperawanan kamu ke dia?" tanya Sadawira ke Garvita.
"Tentu saja tidak! Secintanya aku sama Gabriel, aku lebih suka memberikan saat kami sudah menikah karena selain menghindari zinah, kami sudah sah di mata hukum dan agama jadi lebih ayem" jawab Garvita lugas. "Plus aku bisa dihajar papa kalau berani mengumbar milikku."
"Jadi Wir, aku senang kamu masih tahu aturan tapi kalau Dewa, aku tak tahu dia masih perjaka atau tidak..." kekeh Jayde.
"Dewa parah, macam Oom Bagas dulu katanya papa. Tante Safira sampai pusing menghadapi anaknya" sahut Garvita.
"Memang serius dia mau ditendang ke pesantren?" tanya Wira.
"Katanya sih begitu kalau sampai tahun ini nggak maju skripsinya" gelak Garvita.
"Otak dia itu cerdas lho benernya, bisa masuk Cambridge tapi kok ya playboy nya sama balancenya. Eagle masih blacklist dia?" tanya Jayde.
"Masih lah! Mas Eagle marah besar rumahnya dibuat party."
"Eagle belum punya pacar?" tanya Wira.
"Belum. Mas Eagle itu kan susah cari pacarnya. Standard nya terlalu tinggi. Dasar chef!" gerutu Garvita.
"Marisol Braga itu memang cewek tangguh" komentar Gabriel. "Dia pantas menjadi jaksa penuntut umum, selain cerdas, dia juga tidak mudah dijatuhkan di pengadilan."
"Kamu pernah ketemu ya Gab?" tanya Wira.
"Dia kan yang mengurus kasus aku dan tidak tahu kalau sempat ada story dengan Eagle."
"Kamu sendiri gimana Jayde? Sudah ada cewek?" Wira menatap sepupunya yang kaku di luar keluarganya.
"Belum. Siapa juga yang betah sama vampir macam aku" gelak Jayde.
"Makanya jangan kaku dan terlalu workaholic, Jay. Sekali-kali have fun lah!" ujar Garvita.
"Aku tidak suka clubbing atau apapun lah itu, Gar. Mending aku tidur kalau ada kesempatan istirahat."
"Kalian acaranya apa nih? Soalnya aku sore kan balik ke London sama Gabriel. Jadi kalau mau jalan-jalan sekarang saja." Garvita menatap kedua sepupunya.
"Aku telepon Sari dulu. Bisa nggak temani ke Old Trafford secara Wira kan pengen kesana." Jayde pun mengambil ponselnya dan menghubungi putri Tristan Neville itu.
"Sari sudah punya pacar?" tanya Wira ke Garvita.
"Naksir iya, tapi pacar kayaknya belum" jawab Garvita yang tidak mau membuat geger karena Apsarini naksir suami orang. Bisa bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap kalau tahu sepupunya ada bakat jadi pelakor.
"Siapa?" tanya Gabriel.
"Kurang tahu. Sari cuma bilang sudah suka sama orang itu tapi masih memastikan perasaannya" jawab Garvita diplomatis.
"Sari bisa kok. Kita berangkat dari sini jam sebelas? Habis itu kita jalan-jalan di Old Trafford dan makan siang disana?" tanya Jayde usai menelpon sepupunya.
"Sure. Aku ganti baju dulu." Garvita pun bangkit dari tempat duduknya.
***
Old Trafford Stadium Manchester Inggris
Apsarini menatap dua orang pria dengan wajah lebam dengan perasaan bingung.
"Kalian habis berantem?" tanyanya ke Sadawira dan Gabriel.
"Short of" jawab Sadawira cuek. Mereka semua sekarang berada di pintu masuk stadion kebanggaan klub sepakbola Manchester United.
"What happened, Aya naon, wonten nopo?" Apsarini menoleh ke Garvita.
"Biasa pria, kalau sudah tidak bisa berkata - kata, berword-word, otomatis tangan lah yang maju" gelak Garvita.
"Astaghfirullah! Kalian macam anak SMA saja!" gerutu Apsarini. "Yuk masuk, sudah aku belikan tiket."
"Hah? Kamu pun tetap bayar?" seru Sadawira.
"Yeeee, aku nggak! Nih! Aku punya id card sakti!" ucap Apsarini sambil memamerkan id card khusus. "Kalian tetap harus bayar!"
***
Introducing Sadawira Yustiono
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️