My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Karl Schumacher Sakit



Kediaman Keluarga McCloud beberapa bulan kemudian


Pagi ini Garvita merasa semangat karena merupakan hari terakhir ujian semester dan dia akan kembali ke Dubai untuk liburan apalagi bulan depan, sepupunya Juliet akan melangsungkan pernikahan dengan Romeo.


Sebelumnya Garvita sempat harus pulang ke Dubai karena Karl mengalami sesak nafas. Karena sudah umur, Karl sendiri suka bandel masih suka ngemil coklat padahal sudah dilarang oleh Sabine.


Flashback beberapa bulan lalu...


"Kalau kamu masih bandel, aku ambil baby biar kamu nggak nakal!" omel Sabine yang sangat dihapal Garvita. Gadis itu harus terbang pagi-pagi dengan meminjam pesawat milik keluarga McCloud untuk membawanya ke Dubai karena Opanya masuk rumah sakit.


"Bine, jangan gitu lah..." ucap Karl pelan.


Garvita mengetuk pintu kamar rawat inap Opanya dan sepasang suami istri yang sering heboh sendiri menoleh ke arah pintu.


"Garvitaaaa!" Sabine lalu memeluk cucunya erat namun setelahnya memukul bahu Garvita. "Kok kamu malah bolos kuliah! Gimana sih!"


"Lha Opa masuk rumah sakit masa aku tidak pulang?" elak Garvita gemas dengan Omanya yang suka absurd. "Opa..." Gadis itu lalu memeluk Karl sayang. "Kurangilah makan coklat. Benar-benar deh..."


"Katanya coklat bagus buat jantung..." alibi Karl.


"Ya nggak overdosis juga Opa nih!" omel Garvita sambil memukul pelan tangan Karl yang penuh tattoo.


"Gabriel, gimana ini calon cucu menantu? Masih suka ribut sama Garvita?" Sabine menggandeng tangan Gabriel.


"Kalau nggak ribut macam kita, nggak seru Bine" kekeh Karl.


Sabine melengos dan tak lama Nura Blair datang untuk memeriksa Karl dan terkejut melihat keponakannya datang bersama dengan kekasihnya yang juga pengawalnya.


"Naik apa kamu Gar?" tanya Nura sambil memeluk Garvita.


"Pinjam pesawatnya Mas Eagle. Mumpung nggak dipakai."


"Bukannya kamu masih kuliah?" tanya Nura lagi.


"Ijin bentar kok. Lagian aku ijinnya nggak macam mas Shin yang bilang operasi plastik jempol kaki ke New York..."


Ketiga orang disana tertawa mengingat bagaimana Ashley sampai pusing dan mengadu ke semua sepupunya dan Haris juga melakukan hal yang sama.


"Aku tuh heran sama anaknya Hideo dan Fay itu. Kok bisa sih absurdnya minta ampun" gumam Karl.


"Kalau kata mas Valentino, mengutip ucapannya Shinichi, Allah memang sengaja mengirimkan mas Shin dan Sakura ke Oom Hideo dan Tante Fayza agar ramai rumah" kekeh Garvita.


"Astaghfirullah! Kok ya kepikir sih?" ucap Sabine sambil memegang pelipisnya.


"Namanya juga Shinichi" timpal Nura sambil memeriksa kondisi Karl Schumacher.


"Juliet besok Februari ya lamaran?" tanya Karl.


"Oom Karl, acara lamaran Juliet dan Romeo, nggak usah ikut ya? Masih harus banyak istirahat" ucap Nura.


"Sudah, manut sama Nura. Kan bisa lihat di live streaming" bujuk Sabine.


"Iya, sayang" jawab Karl mesra sambil menggenggam tangan istrinya.


"Benben! Radhi katanya mau pulang..." Alaric masuk dan melihat Garvita dan Gabriel disana. "Lho kok kamu pulang?"


Garvita hanya melengos sebal dengan Oomnya yang kadang hobi ribut dengan sepupunya Raine.


"Dasar Oom Al! Aku pulang dong dengar Opa masuk rumah sakit!" sungut Garvita gemas.


"Ini rumah sakit, mas Al. Jangan bikin ribut!" tegur Nura.


"Lha bang Ayrton tahu kamu pulang?" tanya Alaric.


Garvita terkesiap. "Aku lupa laporan ke papa!"


"Ya Allah Garvitaaaa!"


***


Garvita dan Gasendra yang datang kembali malamnya langsung senang bertemu dengan kakak sulung mereka dan ketiga keponakannya. Karena Karl salah satu keluarga Al Jordan, maka kamarnya pun yang paling VIP.


"Akhirnya pada kumpul semua nih cucu - cucu aku" senyum Sabine yang bahagia bisa berkumpul bersama. Ayrton dan Mariana akan datang setelah menyelesaikan acara gala dinner di Burj Khalifa.


"Opa, opa jangan sakit ya" ucap Arsyanendra sambil mengusap wajah opa buyutnya. "Nanti Arsya sedih."


"Kenapa aku jadi lihat si Kungkang sih di Arsya?" celetuk Gasendra melihat gaya keponakannya.


"Itulah yang buat aku gemas, Sendra. Ajarannya trio kampret terlalu mendarah daging di benak Arsya" omel Sean, sang raja Belgia yang sekarang posisinya adalah cucu menantu Karl dan Sabine juga kakak ipar Gasendra dan Garvita.


"Alisha gedenya cantik lho mbak, mirip mbak Zee" komentar Garvita sambil menggendong bayi cantik itu.


"Tapi Alvaro dan Alisha matanya ikut mbak Zee ya, coklat tua, nggak ikut bang Sean. Rambutnya ikut mbak Zee" timpal Gasendra sambil menggendong Alvaro.


"Biar adil, dik. Arsya kan sudah Sean banget, si kembar ikut aku. Pas kan?" kerling Zinnia sambil menempel ke Sean di sofa.


"Adil itu kalau satu-satu, lha ini dua lho Zee. Dua!" Sean menunjukkan dua jarinya. "Sudah kalau morning sick aku yang kena semua."


Semua orang disana tertawa mendengar keluhan raja tampan itu.


"Bagus dong Sean. Tandanya biar kamu nggak model kemarin yang sampai gegeran" celetuk Karl. "Wanita hamil itu tidak mudah jadi kalian yang cowok-cowok jangan macam-macam sama pasangan kalian."


"Aaaaaahhhh, suami bertattoo aku. Kamu tahu nggak, aku selalu meleleh mendengar ucapanmu yang seperti itu..." ucap Sabine sambil mencium kening Karl.


"Oma, inget umur lah!" komentar Gasendra.


"Dengar, Sendra, yang namanya kemesraan suami istri itu tidak akan lekang meskipun sudah tuwir begini! Justru kalau sering bermesraan, itu malah membuat kita semakin tahu seberapa besar rasa cinta kita pada pasangan. Macam Zee dan Sean yang duduk saling menempel, Garvita dan Gabriel yang punya kode tersendiri..."


Garvita dan Gabriel terkejut mendengar ucapan Sabine. "Kode apaan Oma?" elak Garvita.


"Kalian tuh ya, jangan remehkan Oma. Setiap pasangan pasti punya kode mesra tersendiri. Macam Oma dan Opa. Kalian tahu, meskipun kita acara makan malam dengan kolega atau acara dengan Emir lain, meskipun terpisah, hanya dengan saling menatap itu kita tahu isi hati masing-masing..."


"Terutama kode 'aku sudah bosan. Yuk pulang'..." kekeh Karl.


"Nah itu yang paling utama" timpal Sabine yang membuat para cucunya tertawa.


"Assalamualaikum" sapa Ayrton yang membuat semua orang di sana menoleh.


"Wa'alaikum salam." Ayrton dan Mariana langsung mendapatkan pelukan dan cium pipi dari Zinnia dan Sean. Arsya sendiri langsung heboh bertemu dengan Opa Ayrtonnya sedangkan Mariana tampak antusias melihat cucu kembarnya.


"Daddy gimana? Apa kata Nura?" tanya Ayrton sambil menggendong Arsyanendra.


"Alhamdulillah sudah baikan apalagi semua keluarga Schumacher pada kumpul semua disini. Kayaknya ini modusnya Daddymu biar pada kumpul semua" senyum Sabine sambil mencium bibir suaminya.


"Bine, sakit beneran kok modus sih. Kalau boleh memilih, aku sih ingin kumpul dalam keadaan sehat bukan malah terdampar di rumah sakit!" ucap Karl sambil manyun.


"Makanya Opa, harus sehat. Biar Arsya kasih tahu apa yang Oom Shinichi ajarin" celetuk Arsyanendra.


Ayrton langsung menoleh ke Zinnia dan Sean. "Trio Kampret di black list masuk Belgia!"


Semua orang tertawa.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️