My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Gabriel Pergi



Kamar Gabriel di kediaman McCloud


Gabriel membongkar barang-barang yang selalu dibawanya kemana pun, buku catatan usang, tiket perjalanan yang sudah tidak terpakai tapi itu kenangan terakhir bersama kedua orangtuanya, beberapa buku kecil milik Ahmed yang belum sempat dia periksa.


Buku-buku kecil itu tidak ada kaitannya dengan perdagangan narkoba dan lebih menjurus nama-nama korban yang dibunuh Ahmed sebelumnya termasuk kedua orangtuanya tapi Gabriel mengingat betul bukan Ahmed pelaku pembunuhan ayah ibunya.


Gabriel meruntuk para agen CIA yang seenaknya mengatakan dirinya punya barang bukti kartel Brazil. Barang bukti apa?! Aku baru berusia 12 tahun saat kedua orangtuaku dibunuh dan aku tidak tahu aslinya pekerjaan mereka.


Gabriel menimbang - nimbang apakah dia harus terbang ke Miami, kembali ke rumahnya yang sudah ditinggalkan lebih dari sepuluh tahun. Tapi apa alasannya ke tuan Ayrton? Bagaimana dengan Garvita? Aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian disini.


Pria itu berjalan mondar-mandir di kamarnya. Akhirnya dia membuat keputusan yang menurutnya baik untuk semua pihak.


***


Garvita bangun keesokan harinya dan tidak menemukan Gabriel di ruang makan. Biasanya pria itu sudah ada disana untuk membuatkan juice alpukat ataupun juice jeruk. Gadis itu menatap kakak sepupunya yang baru keluar kamar.


"Mas Eagle, Gabriel kemana?" tanya Garvita bingung.


"Lha? Mana mas Eagle tahu." Eagle sendiri juga bingung tidak melihat pengawal adiknya yang terbiasa melihat Gabriel membuatkan minuman favorit Garvita setiap pagi.


"Mas! Jangan bikin aku takut!" ucap Garvita panik yang bergegas ke kamar pengawalnya.


"Garvita! Hati-hati kakimu!" teriak Eagle tapi gadis itu mengacuhkan dan bergegas membuka pintu kamar Gabriel.


Kosong?! Kemana dia? Garvita mengambil ponselnya yang terdapat di saku celana jeans-nya dan hanya melongo mendengar suara nada ponsel Gabriel di samping bantal. Garvita menatap di sekeliling kamar yang tampak rapi itu dan membuka lemari baju yang kosong melompong termasuk dengan kopernya.


"Mas Eagllleeeee!" jerit Garvita membuat Eagle menghampiri adiknya.


"Ada apa Gar?" tanya Eagle yang terkejut melihat kamar Gabriel dalam keadaan kosong dan rapi.


"Gabriel pergiiiii!" jerit Garvita yang langsung menangis.


Eagle memeluk Garvita yang mulai panik tapi matanya melihat sebuah kertas di atas nakas ditimpa hiasan dari perunggu.


"Gar, ada notes" bisik Eagle yang membuat Garvita menoleh ke arah mata biru Eagle itu tertuju.


Garvita segera mengambil kertas itu dan membacanya.


Dearest, Garvita


Maaf tapi kejadian kemarin adalah peristiwa yang tidak dapat aku lupakan seumur hidupku. Terimakasih mau menerima perasaan ku tapi sekali lagi aku minta maaf, aku harus pergi.


Bukan karena aku tidak sayang kamu, justru karena aku sayang kamu jadinya aku harus meninggalkan mu.


Garvita...


Nanti ada pengawal baru datang dan aku harap kamu terlindungi dengan baik. Aku harus pergi karena nyawamu taruhannya ...


"Nyawaku taruhannya? Apa maksudnya?" Garvita menatap Eagle bingung.


"Aku tidak tahu Gar." Eagle membaca lanjutan surat Gabriel.


Just be careful my love. Jika kita berjodoh, pasti akan bertemu lagi.


Love,


Gabriel Luna.


Eagle langsung membuka ponselnya untuk memeriksa semua CCTV di rumahnya dan tampak Gabriel keluar dari pintu belakang membawa kopernya setelah berbicara sebentar dengan seorang penjaga disana.


Cicit Elang McCloud itu pun pindah ke CCTV yang menyorot area belakang dan tampak Gabriel menyetop sebuah taksi hitam khas Inggris lalu masuk dan menghilang.


"Brengseeekkk! Sebenarnya ada masalah apa sih sampai dia memikirkan keselamatan kamu dengan pergi? Harusnya dia bicarakan padaku! Bukan main kabur!" omel Eagle.


Garvita lalu menelpon Ayrton.


"Papa! Gabriel pergi!" lapor Garvita setelah mendengar suara Ayrton.


"Apa?!" Ayrton terkejut karena pengawal putrinya langsung bertindak drastis lebih cepat dari perkiraan dirinya dan Benji.


"Aku sama siapa papa?" rengek Garvita bingung karena dirinya hanya percaya dengan Gabriel.


"Sementara kamu minta Opa Arjuna dan Eagle memakai pengawal sementara. Papa akan hubungi Mbakmu untuk meminjamkan Jasmine buat mengawal dirimu."


"Iya pa. Jasmine saja. Riyadh punya Kalila, Tamerine punya mama. Ini ponsel Gabriel juga ditinggal papa."


Ayrton terdiam. Apa sesuatu terjadi kemarin setelah bertemu dengan CIA? Dasar CIA brengseeekkk! Hidup sudah tenang-tenang, malah kamu usik!


"Nanti biar mas Eagle yang ngawal kamu! Ada yang nggak beres ini!" ucap Eagle.


***


AJ Corp Dubai


"Benji!" Ayrton langsung menelpon adik sepupu bontotnya.


"Gabriel menghilang kan?" tebak Benji dengan nada mengantuk. Ayrton lupa kalau New York masih tengah malam.


"Brengseeekkk tuh CIA !" umpat Ayrton.


"Mereka kan memang menyebalkan" kekeh Benji. "Garvita gimana?"


"Panik lah!"


"Iya Ben."


Benji mendengus. "Aku akan cari kemana Gabriel pergi."


"Thanks Ben."


"Lalu anakmu dikawal siapa hari ini?"


"Katanya Eagle yang akan mengawalnya."


"Oke. Bang Ay, aku akan cari tahu ngapain CIA ngusik Gabriel!"


"Tolong ya Ben."


"No problemo."


***


Istana Brussels Belgia


Zinnia menatap ayahnya bingung. "Gabriel pergi? Tapi kenapa Pa?" tanya ratu Belgia itu saat Ayrton melakukan panggilan video.


"Masa lalu Gabriel muncul, Zee dan papa tidak menyangka akan muncul setelah sekian tahun aman-aman saja."


"Pa, apa yang papa ketahui tapi kami tidak ketahui?" Zinnia menatap Ayrton tajam.


Ayrton akhirnya menceritakan siapa Gabriel dan kenapa kedua orangtuanya dibunuh. Dan kemarin ada agen CIA mendatangi dirinya di cafe tempat biasa Gabriel menunggu Garvita.


"Pa, Garvita harus tahu ini karena dia yang paling kehilangan Gabriel."


"Zee, papa minta tolong padamu. Bisa pinjamkan Jasmine untuk Garvita?"


"Aku akan bilang sama Jaz. Paling yang kehilangan Arsya tapi Sarah juga kadang menemani Arsya."


"Oke. Terima kasih, Zee."


"Pa, cari Gabriel sampai ketemu. Bisa kacau nanti Garvita."


"Of course..."


***


Imperial College of London


Eagle membuktikan ucapannya untuk mengawal Garvita dan dia duduk di kursi tempat Gabriel biasa duduk. Tak lama kemudian datanglah dua orang agen CIA yang terkejut karena bukan Gabriel disana.


"Silahkan duduk" senyum Eagle dengan mata menatap tajam ke arah dua agen itu.


"Mr McCloud" sapa Agen Roberts.


"Good, tahu saya juga" balas Eagle sinis.


"Tentu saja kami tahu siapa anda. Kakak ipar anda kan Pedro Pascal, SSA ( Supervisory Special Agent ) BAU bukan?" jawab Agen Jameson.


"Saya tidak akan basa basi. Apa yang anda lakukan pada Gabriel Luna?" tanya Eagle dingin.



Eagle McCloud


"Kami hanya menunjukkan siapa kedua orangtuanya..."


"Bulls! Kalian pasti mengira Gabriel memiliki barang bukti soal keterlibatan kartel Brazil bukan?" tembak Eagle dengan kasar.


"Apakah Gabriel Luna pergi, Mr. McCloud?" tanya agen Jameson.


"Menurut mu? Apakah kalian yang mengatakan nyawa Garvita dalam bahaya jika Gabriel tetap bersama dengan adikku?" Mata biru Eagle tampak semakin biru jika dia marah.


"Karena pihak Kartel mengincar nyawanya..."


"Bullsh1t! Orangtua Gabriel meninggal saat dia berusia 12 tahun! Dia tidak tahu kalau ayah dan ibunya adalah agen pemerintah! Tahu apa dia? Kalian bisa mikir nggak sih? Logika kalian dimana..." Eagle melihat sebuah mobil berjalan pelan dan jendelanya terbuka. Tampak mocong senapan otomatis keluar dari sana. "Guuuunnnn!"


Dor! Dor! Dor! PRAAANGGG! Suara kaca jendela pecah akibat tembakan membuat orang-orang disana panik dan berteriak.


Eagle segera menundukkan tubuhnya ke bawah meja dan mengeluarkan Glock nya dari balik punggungnya tapi agen Jameson yang tidak siap, tertembak bagian bahunya dan langsung ditarik oleh agen Roberts.


Setelah menembak, mobil itu langsung tancap gas dan Eagle yang langsung menodongkan pistolnya kesal karena tidak berhasil mendapatkan nomor polisi mobil itu.


Pemilik cafe segera menelpon polisi sedangkan Agen Roberts menekan luka di bahu rekannya.


Eagle segera menelpon Benjiro Smith. "Oom Benji, mereka berani menembak kami di siang bolong!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️