
Ruang Rawat Inap VIP Clemenceau Medical Center Hospital Dubai
Sean menatap ayah mertuanya. "Pa? Serius? Trio Kampret di black list?"
"Terutama yang namanya Shinichi Kojima Sky Park. Ampun deh anak itu! Heran, Hideo dan Fayza itu bikinnya gimana sih? Bisa-bisanya brojol anak ajaib begitu!" omel Ayrton lupa kalau sedang menggendong Arsya.
"Bikin apa Opa?" tanya Arsya kepo.
"Bikin Oom Shin kamu!"
"Ton, sudah. Jangan diperpanjang, sudah tahu Arsya anaknya cerdas pasti nanti kepo tralala" kekeh Mariana. "Arsya sama Oma yuk." Arsya pun berpindah gendongan ke Mariana.
"Dad, kata Oom Levi, kalau Daddy masih belum oke, tidak usah ke Jakarta acara lamaran Jules. Besok saja pas nikahannya" ucap Ayrton.
"Iya Ay, Daddy di rumah saja. Istirahat."
"Dan jangan over dosis coklat!" pendelik Ayrton judes membuat pria berdarah Jerman itu manyun.
***
Heathrow Airport London Present Day
Garvita dan Gabriel memilih naik Emirates menuju Dubai karena mereka akan berangkat dari sana bersama dengan keluarga Al Jordan dan keluarga Blair.
Keduanya sembari bergandengan tangan masuk ke dalam pesawat dan menuju kursi Business Class. Gabriel menoleh ke arah Garvita yang sedang memasang sabuk pengaman.
"Gar, apa kalian menyembunyikan sesuatu?" tanya Gabriel yang merasa bahwa sikap Garvita agak berbeda setelah mendapatkan telepon dari Zinnia.
"Ah hanya merencanakan Girl's Day out setelah acara resepsi. Kan para cowok-cowok sudah punya acara. Mas Bayu, Bang Luke, Bang Sean, Bang Pedro, bang Dante dan Mas Sammy sudah pengen kabur dari rutinitas jadi Daddy. Kita yang cewek-cewek ya tidak mau kalah dong!"
Gabriel hanya menggelengkan kepalanya. Mendengar siapa hendak boys day out, Gabriel tampak tidak habis pikir para pria-pria yang notabene adalah pengusaha merangkap ilmuwan, Yakuza, raja Belgia, agen FBI, mafia Turin dan dokter bedah bisa dengan santainya membuat acara seperti itu.
"Nggak usah bingung. Bang Sean tidak bawa pengawal banyak kok" kekeh Garvita.
"Tapi Gar..."
"Gab, mereka kan tetap manusia biasa yang kebetulan memiliki gelar berbeda tapi di keluarga, mereka tetap anak dan cucu."
Gabriel pun mengangguk tapi entah kenapa dirinya tidak puas dengan jawaban yang diberikan Garvita.
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Setelah menempuh perjalanan hampir 7 jam, Garvita dan Gabriel tiba di Dubai International Airport. Karena Garvita putri Emir Schumacher, dia mendapatkan pengawalan dari pihak bandara agar tidak di ketahui oleh paparazzi yang sedang heboh dengan saudara gadis itu, yaitu Sakura Park.
Garvita menggerutu dalam hati karena gara-gara Sakura dengan santainya datang ke London Fashion Week bersama Alessandro Moretti dan bertemu dengan Raffa Moretti disana, hingga foto mereka bertiga ramai di kolom gosip, dirinya terkena imbasnya.
Garvita dan Sakura kepergok pergi berdua di Harrods oleh paparazzi dan membuat nama kedua gadis itu menjadi ramai apalagi Gabriel juga sibuk mengawal keduanya. Ditambah akhirnya mereka juga tahu Garvita berpacaran dengan pengawal nya sendiri dan tinggal bersama Sakura di rumah keluarga McCloud.
Arjuna McCloud sudah meminta agar para paparazzi menjauhi para cucunya tapi tetap saja apalagi di jaman sekarang dimana terkadang privasi tidak dihormati. Maka tak heran jika para keturunan klan Pratomo bukan tipikal social media junkie. Bagi mereka, yang perlu disharing hanya sekedar perlu.
Garvita dan banyak para sepupunya lebih suka memprivatisasi akun sosial media kecuali Bayu O'Grady dan trio kampret yang kebanyakan isinya malah pamer beberapa penelitian dan pemandangan alam.
Tak lama sebuah mobil Range Rover berhenti di depan ruang kedatangan VIP dan Garvita bersama Gabriel masuk ke dalamnya dimana sudah ada Riyadh dan Thoriq yang menjemputnya.
"Selamat datang ke Dubai nona Garvita" senyum Riyadh.
"Lebay deh!" kekeh Garvita.
Riyadh dan Thoriq tertawa mendengar gerutuan nonanya. "Kita pulang nona?"
"Pulang lah! Aku mau istirahat sebentar... Kan nanti malam kita semua terbang ke Jakarta bukan?"
Garvita mengangguk sambil menyandarkan kepalanya di kepala jok mobil. Gadis itu memilih untuk tidak menyandarkan kepalanya ke bahu Gabriel meskipun semua orang tahu dia dan Gabriel pacaran, bukan berarti mengumbar kemesraan apalagi mereka belum menikah. Gabriel hanya menggenggam tangan Garvita lembut.
***
Ruang Kerja Ayrton Schumacher
"Siapa yang tahu, Zee?" tanya Ayrton ke putrinya yang sudah dalam perjalanan ke Jakarta.
"Hanya aku, Sean dan Garvita karena membawa - bawa kuda kami di Dubai. Dan sekarang papa yang tahu" jawab Zinnia melalui panggilan video dari MacBook nya.
"Gemintang sudah siap? Yakin dia mau meninggalkan Krisna? Tapi memang Krisna ngawur!" sungut Ayrton.
"Pernikahan mereka tidak sehat Pa, apalagi kita tahu kan bagaimana Krisna mengejar Mintang?"
"Papa tahu tapi Mintang kan yang meminta agar kita tidak berbuat apapun padahal kamu kan tahu bagaimana panasannya adikmu dan kakak sepupumu?"
"Mintang sudah minta talak pa tapi Krisna tidak mau."
"Jelas tidak mau! Mendapatkan dan menikahi Mintang adalah obsesi nya paling besar. Jadi rencana kalian gimana?"
"Garvita, Gabriel dan Mintang terbang ke Dubai dengan pesawat yang aku sewa dari Jakarta, sehari sesudah acara Juliet. Dua hari di Dubai, Mintang terbang ke Belgia dan disana akan diurus Greg dan Sarah untuk dibawa ke rumah yang dulu dipakai Zee di Uccle" jawab Sean.
"Dan Mintang akan tinggal disana sampai hatinya tenang?" tanya Ayrton.
"Iya papa."
Oom Haris dan Tante Freya tahu?"
"Tahu papa."
Ayrton menghela nafas panjang. "Bagaimana dengan kedua orangtuanya Krisna?"
"Lho papa tidak tahu?" Zinnia menatap bingung ke Ayrton.
"Tahu apa Zee?"
"Ayah Krisna memutuskan hubungan dengan Krisna karena memilih menikah dengan Gemintang yang notabene bukan gadis India. Ditambah cara Krisna mendapatkan Mintang dengan cara tidak etis, membuat keluarga besar Rao malu apalagi tahu siapa keluarga besar Mintang, jadi memilih membuang Krisna."
Ayrton melongo. "Ya Allah ... Mintang tahu kondisi Krisna?"
"Mintang tahu tapi dia tetap ingin pergi. Pa, aku tahu bagaimana rasanya jadi Mintang karena aku perempuan. Difitnah sedemikian rupa meskipun tidak separah saat aku dulu..." Zinnia menatap Sean lembut. "Tapi rumor bahwa adikku itu frigid, itu pembunuhan karakter. Apa papa tahu kalau Mintang sering konsultasi dengan aku dan Raveena yang notabene anak psikologi?"
"Papa tidak tahu, Zee..."
"Karena itu client confidential jadi hanya aku dan Raveena yang tahu. Berat menjadi Mintang apalagi harus menikah dan satu atap dengan pria yang membuatnya seperti itu."
"Papa akui, mental Mintang benar-benar kuat..."
"Papa meremehkan gadis-gadis Pratomo" kekeh Zinnia. "Meskipun aku tidak ada keturunan langsung."
"Tapi kamu dididik dengan gaya klan Pratomo" senyum Ayrton. "Semoga rencana kalian berjalan lancar. Karena menurut papa, ada kalanya masing-masing pihak memenangkan diri untuk saling introspeksi, mau dibawa kemana hubungan dan pernikahan ini. Apakah lanjut atau cukup sampai disini." Ayrton menatap kedua anak dan menantunya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️