
Istana Al Jordan Dubai UAE
Sudah seminggu ini keluarga Al Jordan Schumacher tidak mendapatkan kabar dari Zinnia dan tiba-tiba hari ini muncul berita bahwa Zinnia berselingkuh dengan Stefanus, kakak iparnya.
Semua berita di televisi dan online menyiarkan hal itu. Ayrton pun langsung mengamuk hingga Mariana harus menahan suaminya agar tidak terbang ke Belgia. Kedua orangtua Zinnia itu baru bisa mendapatkan kabar yang sebenarnya dari Jasmine, pengawal pribadi Zinnia.
"Jadi Zee dan kamu disekap di bunker bekas perang dunia kedua yang tidak ada sinyal ponsel?" tanya Ayrton yang sudah lebih tenang setelah Mariana membuatkan teh herbal.
"Benar tuanku. Kami berdua disekap di sana dan dua hari kami tidak bertemu pangeran Sean ternyata sudah terjadi fitnah keji seperti ini." Jasmine melakukan panggilan video kepada keluarga besar Al Jordan Schumacher.
"Bawa Zee keluar dari Brussels!" ucap Karl dingin dan semua orang tahu bahwa dengan nada seperti itu berarti final.
"Tapi bagaimana yang mulia. Nona Zinnia harus sidang besok Senin di istana."
"Kemana Sean?" tanya Karl.
"Pangeran Sean bertengkar hebat dengan nona Zinnia dan pergi meninggalkan nona."
"Aku tidak mau bagaimana caranya, Ay, setelah sidang, bawa keluar Zee dari Belgia. Dan, hentikan hubungan diplomatik dengan Belgia!" Karl pun keluar dari ruang kerja Ayrton diikuti oleh Sabine yang tahu suaminya marah luar biasa.
"Aku yang akan membawa mbak Zee pulang!" sahut Gasendra.
"Tapi?"
Suara ponsel Gasendra berbunyi dan wajah remaja tampan itu tersenyum. "Ya bang Lukie?"
"Kamu speaker kan Sendra?" tanya Luke Bianchi.
"Of course."
"Oom Ayrton, Tante Mariana. Jangan khawatir, kami yang akan ke Belgia."
"Kami itu siapa Luke?" tanya Enzo.
"Aku, Leia, Blaze, Sendra dan trio kampret."
( Bisa dibaca di The Prince and I ).
***
Garvita termenung di gazebo halaman belakang istana yang menghadap ke laut. Hatinya benar-benar tidak enak mendengar kakak sulungnya mendapatkan fitnah kejam seperti itu. Garvita tahu bagaimana Zinnia mencintai Sean sepenuh hati dan tidak mungkin berselingkuh dengan Stefanus karena kakaknya adalah wanita yang bermartabat.
Fitnah yang dilakukan oleh keluarga Sean sangatlah kejam. Membunuh karakter seseorang dengan kejinya bahkan tidak tahu apa kesalahan kakanya. Apa sih salah mbak Zee hingga kalian membuat pembunuhan karakter?
Tanpa disadari air mata Garvita mengalir, dirinya sama dengan opa dan papanya, hatinya sakit melihat kakaknya sendirian di Belgia hanya dilindungi Jasmine dan Sarah, sekretaris nya tanpa ada pembelaan dan perlindungan dari Sean.
Bukankah hukum mutlak pernikahan, bela pasanganmu apapun situasinya meskipun salah! Tapi itu wajib apalagi mbak Zee diminta bang Sean dan tinggal sendirian di negeri orang. Garvita terisak memikirkan kakaknya.
Sebuah tangan mengulurkan sebuah saputangan warna biru muda ke arah gadis itu membuat Garvita mendongak. Tampak Gabriel dengan senyum menenangkan berdiri disana.
"Terimakasih" ucap Garvita sambil menerima saputangan Gabriel.
"Nona Zinnia wanita kuat, nona Garvita. Saya yakin dia bisa menghadapi dan mengatasinya" ucap Gabriel.
"Tapi mbak Zee sendirian, Gab!"
"Saya tahu kapasitas Jasmine, nona. Dia pasti akan melindungi nona Zinnia bahkan nyawanya pun akan diberikan demi keselamatan kakak anda."
Garvita menangis lagi memikirkan kakaknya. Gabriel pun duduk di sebelah Garvita dengan penuh perhatian. Gadis itu lalu memeluk Gabriel yang terkejut dengan perbuatan nonanya dan perlahan kedua tangan Gabriel memeluk Garvita.
Garvita menangis di pelukan pengawalnya dan Gabriel pun membiarkan jasnya basah sambil terus mengelus kepala gadis itu.
"Nona Zinnia pasti baik-baik saja nona. She's gonna be fine" ucap Gabriel berulang.
***
Tiga Bulan Kemudian
Gadis itu menghela nafas panjang. Setidaknya science semua A. Garvita pun berjalan gontai menuju parkiran mobil dan tampak pengawal setianya tersenyum.
"Bagaimana hasil ujiannya?" tanya Gabriel perhatian.
Semenjak para sepupu Garvita berhasil membawa keluar Zinnia dari Brussels Belgia, Gasendra memutuskan untuk selalu bersama dengan kakaknya. Apalagi Zinnia sedang hamil muda dan disembunyikan oleh Ayrton di Indramayu. Gasendra bahkan mengorbankan keinginan kuliah di Oxford atau Cambridge dan memilih kuliah di ITB.
"Hasil ujiannya? A dan B berterbangan!" sungut Garvita kesal.
"Nona, wajar karena kan banyaknya peristiwa tiga bulan terakhir ini. Bagaimana kalau saya traktir nona cheeseburger. Pilih McDonald's atau Burger King?" tawar Gabriel sambil tersenyum berusaha mengembalikan wajah cerah nonanya yang menjadi anak tunggal di istana.
"Boleh dua cheese burger nya?" tanya Garvita.
"Banyak pun boleh. Saya sudah gajian kok nona."
"Kita ke McDonald's!" ajak Garvita dengan sumringah. "Aku bikin kamu bangkrut!"
Gabriel hanya tersenyum. Kalau hanya cheeseburger McDonalds, tidak akan membuat saya bangkrut nona. Kalau jam tangan Patek Philippe atau Hublot atau tas Hermes Birkin, nah itu baru membuat saya bangkrut!
***
McDonald's
Garvita memesan empat paket cheeseburger lengkap dengan coke dan kentang goreng. Gadis itu pun masih memesan satu mcflurry dan setelah semua pesanan siap di meja, Garvita mulai melahap burgernya.
Gabriel pun mengambil satu cheeseburger dan ikut memakannya bersama Garvita yang tampak relaks dan menikmatinya. Kok kami seperti sedang berkencan ya?
"Kenapa Gab?" tanya Garvita yang bingung melihat perubahan wajah pengawalnya.
"Tidak apa-apa nona. Saya senang nona semangat lagi."
"Terima kasih selalu ada di sisi aku, sebagai pengawal ku. Semenjak mas Sendra menemani mbak Zee dan duo K juga sibuk dengan urusannya masing-masing, aku jadi sendirian."
"Bagaimana kalau nona hang out dengan teman-teman nona. Kan ujian sudah selesai jadi anda bebas buat kumpul-kumpul."
Garvita tersenyum. "Aku tidak punya banyak teman Gab di high school ini. Mereka isinya memamerkan kekayaan orang tua dan barang-barang branded. Ketambahan kemarin mbak Zee kena kasus meskipun itu sudah diluruskan oleh bang Sean tapi tetap saja anak-anak di sekolah mengata-ngatai mbak Zee sebagai tukang zinah."
Gabriel menatap Garvita lembut. "Mereka tidak tahu apa yang terjadi nona."
"Iya betul. Meskipun papa dan Opa sudah membuat press release setelah bang Sean, tapi tetap saja. Berita yang pertama menghebohkan selalu diingat."
"Nona, apakah nona bisa memikirkan sisi nona Zinnia?"
"Apa maksudnya?"
"Nona Zinnia jauh lebih sakit nona. Dirinya yang difitnah, dirinya yang ditiru oleh si impostor, dirinya hamil tanpa suami disampingnya, dan dirinya yang harus pergi demi keselamatan nyawanya." Gabriel memegang tangan Garvita. "Kakak anda jauh lebih menderita karena dalam waktu sekejap semua rencana yang mungkin sudah disusun dengan pangeran Sean menjadi berantakan."
Garvita menunduk. "You're right. Mbak Zee jauh lebih menderita."
"Anda pasti akan mendapatkan teman seumuran anda yang tulus berteman dengan anda."
Garvita mengangguk. "Sudah pegang tanganku?" sindir gadis itu galak.
Gabriel menarik tangannya. Dan dia mulai judes lagi.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️