My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Cewek Pun Bisa



Istana Al Jordan Dubai UAE


Garvita menyeret Nadya dan Gemintang untuk ikut bersamanya ke Autodrome Circuit Dubai. Kedua gadis itu tampak bingung kenapa Garvita mengeyel untuk mengajak mereka pergi.


"Kita mau ngapain Gar?" tanya Nadya saat mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil Range Rover milik Garvita.


"Kalian suka ngebut kan?" kerling Garvita.


"Sudah lama aku nggak ngebut lho Gar" ucap Gemintang. "Memang kita mau ikutan para cowok-cowok?"


"Iyalah! Enak saja mereka have fun, kita disuruh di rumah!" sungut Garvita. "Tenang aku sudah menyiapkan mobil untuk kalian berdua yang sesuai dengan kesukaan kalian."


"Apaan Gar?" tanya Nadya.


"Ada deh!" cengir Garvita.


***


Ketiga gadis itu tiba di garasi super mewah milik keluarga Al Jordan dan Al Azzam dan Nadya bersama Gemintang hanya bisa melongo melihat koleksi anak Dubai.


"Astaghfirullah! Ini showroom?" seru Gemintang melihat jumlah mobil disana yang mungkin ada sekitar hampir 100 mobil tapi sudah berkurang dilihat dari banyaknya tempat kosong disana yang sudah pasti dipakai oleh para pria.


"Kan sebenarnya dari koleksi para Daddy masih dirawat plus tambahan koleksi para cowok. Jadi makin banyak deh!" cengir Garvita.


"Gar, berapa totalnya nilai semua koleksi kalian?" tanya Nadya sambil mengelus McLaren P1.


"Estimasi £200 milion ( dua ratus juta poundsterling ) Bisa lebih."


Nadya nyaris terjatuh mendengar nilai satu garasi ini. "Hampir empat triliun rupiah? Dasar kalian itu!"


"Yup." Garvita membuka kunci lemari yang menyimpan semua kunci mobil. "Nih sudah aku sembunyikan biar tidak diambil." Gadis itu memberikan dua kunci mobil ke Nadya dan Gemintang.


"Whoaaaahhh!" ucap Nadya dan Gemintang bersamaan melihat brand kunci mobil itu. "Full tank kan?"


"Always!"


"Cuuussss!" seru Nadya heboh.


***


Autodrome Circuit Dubai UAE


Omar, Raj, Gabriel dan Nelson sedang beristirahat setelah memutari track sebanyak tiga kali dengan mobil mereka. Omar dan Raj sampai hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Radhi sudah mempersiapkan persediaan bahan bakar jika mobil-mobil mereka kehabisan bahan bakar dan charger listrik karena ada beberapa yang memakai daya listrik.


"Benar-benar deh anak Dubai itu ya" kekeh Raj. "Kira-kira mereka memiliki berapa koleksi mobil, Gabriel?"


"Sekitar 100 an mobil. Tapi sebenarnya itu koleksi para Emir sebelumnya dan ditambah dengan koleksi Radhi, Gasendra, Ken dan Damian" jawab Gabriel.


"Raine, Garvita dan Kalila nggak punya koleksi?" tanya Nelson.


"Mereka punya tapi jarang memakai nya karena seringnya memakai yang ada di garasi istana."


Suara mobil masuk ke dalam arena balap membuat para pria menoleh dan melihat ada tiga mobil yang masuk.


"Siapa bawa Porsche 918 Spyder, Lamborghini Huracán Performante dan Buggati Chiron Sport 300+?" gumam Gabriel melihat tiga mobil yang masuk.



Porsche 918 Spyder



Lamborghini Huracán Performante



Bugatti Chiron Sport 300+


Ketiga orang itu pun keluar dari mobil membuat keempat orang yang sedang duduk itu melotot tidak percaya.


"Garvita?"


"Nadya?"


"Gemintang?"


"What the hell?" teriak Luke melihat ketiga adiknya datang hingga para kakaknya ikut menoleh ke arah tiga gadis cantik itu.


"Memangnya cuma para pria yang boleh balapan?" goda Garvita. "Sayang, balapan yuk! Semua kakakku yang minus akhlak sudah mengganggu acara kita, jadi kenapa kita tidak ikutan saja?"


Gabriel hanya bisa melongo melihat istrinya bersandar di Lamborghini bewarna putih itu.


Nelson dan Omar bergegas menuju Nadya yang duduk di atas kap mobil Porsche 918 Spyder. "What are you doing Nadya?" tanya Omar cemas.


"Dik, yakin mau balapan?" tanya Nelson yang hanya tersenyum smirk.


"Yakinlah. Omar, berani lawan aku?" kerling Nadya membuat Omar sedikit gugup dilihat gadis itu sedemikian rupa.


"Nadya, aku seorang agen FBI dan tentu saja digembleng bisa mengebut" jawab Omar.


Nadya mendekatkan wajahnya ke Omar. "Prove it" godanya dengan nada dibuat serak sok seksih hingga membuat Omar menelan salivanya berulang tanda dia terpengaruh dengan godaan Nadya hingga membuat Nelson terbahak.


"Astagaaa! Kamu benar-benar bucin dengan adikku. Jangan salah Omar, Nadya sangat jago menyetir! " Nelson berbisik di sisi telinga Omar. "Jangan sampai perasaan kamu mempengaruhi kamu. Be an agent of FBI, anggap saja Nadya unsub kamu."


Omar hanya melirik ke arah Nelson. "Akan aku coba."


Nadya menepuk pipi Omar. "Kamu traktir aku seafood kalau kalah."


"Kalau aku menang Nadya?"


"I have a surprise for you" senyum Nadya sambil mengedipkan sebelah matanya membuat jantung Omar Zidane berdetak kencang.


Duh!


***


Raj menghampiri Gemintang yang berdiri di sebelah Buggati Chiron nya dan tersenyum lebar.


"Kamu tahu, Gemintang. Kita memang berjodoh!" senyum Raj sambil memeluk Gemintang.


"Memang kenapa?" tanya Gemintang bingung.


"Karena aku juga memilih Buggati Chiron." Raj mengedikkan dagunya ke arah mobil Bugatti Chiron Noire nya yang terparkir rapi bersebelahan dengan La Ferarri milik Radhi.


"Wah, selera kita sama Arjun" senyum Gemintang.


"Tapi tidak cocok kalau kita pakai di Brussels" gelak Raj. "Cukup mobil kita disana saja."


"Exactly" kekeh Gemintang.


"Kalian mau balapan?" tanya Radhi sambil menghampiri Gemintang dan Raj.


"Belum tahu tapi tampaknya Nadya dan Omar yang akan maju duluan" ucap Gemintang sambil melihat Nadya masuk ke dalam Porsche nya dan Omar masuk ke dalam Koenigsegg.


"Porsche versus Koenigsegg?" kekeh Raj sambil memeluk Gemintang dari belakang. "Tampaknya seru deh !"


"Belum pernah ada Porsche bisa mengalahkan Koenigsegg, bang Raj" celetuk Radhi. "Bahkan La Ferarri aku saja kalah lima detik padahal Koenigsegg nya disetiri oleh Mas Damian nggak full power, aku yang injak gas penuh."


"Aku bertaruh ke Omar" ucap Gemintang.


"Kenapa begitu?" tanya Raj.


"Omar tidak mau memalukan karena sebagai agen FBI, masa tidak bisa ngebut?" gelak Gemintang.


Semua generasi keenam melihat dua mobil itu saling bersisian di garis start. Bayu yang bertugas memberi kan tanda mulai. Nadya sudah mengikat rambutnya karena mobilnya berbentuk convertible dan mengenakan kacamata normal agar matanya tidak terkena debu. Gadis itu menolak memasang atap mobilnya agar tekanan udara nya lebih kerasa. Omar menoleh ke arah gadisnya dan mulai memasang wajah serius ketika Bayu mulai menghitung mundur.


"3...2...1... Go!"


Suara decitan ban pun terdengar dan dua mobil super itu melaju dengan kencang membuat para ipar melongo tidak percaya bagaimana jagonya Nadya menyetir.


Dua mobil itu saling salip menyalip dan seperti yang Radhi bilang, Koenigsegg lebih cepat dari Porsche dan membuat Omar Zidane memenangkan perlombaan balapan dengan Nadya dan semua para pria disana ikutan heboh.


"Kira-kira apa yang akan diberikan Nadya ke Omar ya?" tanya Dante ke Antonio.


"Entah" jawab suami Savrinadeya itu.


Omar keluar dari mobilnya dan tersenyum ke arah Nadya yang juga keluar dari Porsche nya.


"I won Nadya. So apa hadiahnya?"


Nadya tidak menjawab tapi langsung mencium bibir Omar di depan semua keluarganya.


"WHOAAAAHHH!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️