My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Jangan Menyenggol Emir Al Jordan



London Inggris


Gabriel duduk manis di dalam mobil sedangkan Gabriel menyetir seperti biasanya. Keduanya hendak berangkat ke kampus Garvuta seperti biasanya tapi tiba-tiba Wajah gadis itu langsung cemberut saat melihat ponsel nya.


"Kenapa Gar?" tanya Gabriel melihat gadisnya manyun.


"Lihat!" Garvita menunjukkan foto di ponselnya. "Pada kumpul di Dubai!"


Gabriel melihat para sepupu Garvita berkumpul disana termasuk Marisol Braga dan Omar Zidane saat lampu lalulintas berwarna merah.


"Lho kok Nona Braga dan Omar disana?" komentar Gabriel sambil menjalankan mobilnya setelah lampu berubah hijau.


"Siapa?" Garvita menzoom foto yang dikirim oleh Kalila di grup keluarga. "Siapa wanita berambut pendek dan pria Arab itu?"


"Mesir. Omar Zidane berdarah Mesir Amerika, Gar. Dia agen FBI yang terlibat di Turin lalu wanita berambut pendek itu adalah Marisol Braga, jaksa penuntut umum yang ditunjuk jaksa agung Amerika untuk mengurus Ekstradisi keempat oknum itu."


Garvita memperhatikan bahasa tubuh Marisol yang sedikit menjauh dari Nelson. "Mas Nelson dan Marisol tidak akur ya?"


Gabriel terbahak. "Nooooo... never! Sama sekali tidak akur!"


"Apa yang terjadi Gabriel? Apakah kamu tahu sesuatu?"


Gabriel menceritakan apa yang dia alami di ruang kerja Isobel de Garza tanpa ada yang ditutupi dan membuat Garvita memegang pangkal hidungnya.


"Siapa sih yang paling dibenci jaksa? Pengacara! Dan mas Nelson sama bagusnya dengan Oom Travis dan Oom Steven Hamilton meskipun masih muda" gumam Garvita.


"Tampaknya mereka akan bakalan gelut setiap bertemu di pengadilan" kekeh Gabriel.


"Biarkan saja! Ngomong - ngomong kamu tetap menunggu di cafe seperti biasanya kan?" Garvita menatap pengawal yang merangkap kekasihnya itu.


"Iya darling, di cafe seperti biasanya. Ini sudah bawa novel juga." Gabriel menunjukkan novel karangan Gene Hackman. Pria itu sangat menyukai novel-novel thriller spinoase seperti itu.


"Oke." Mobil Range Rover yang dinaiki Garvita tiba di depan gerbang kampusnya dan gadis itu mencium pipi Gabriel. "Aku kuliah dulu."


"Belajar yang rajin." Gabriel mencium kening Garvita yang tersenyum manis lalu gadis itu membuka pintu mobilnya dan melambaikan tangannya. Gabriel membalas lambaian itu dan menjalankan mobilnya ke area parkir yang disediakan dan memarkirkan mobilnya. Setelah menguncinya, pria itu pun berjalan menuju cafe langganannya yang sudah sebulan lebih dia tinggalkan.


Gabriel memesan kopi dan snack seperti biasa dan duduk di tempat favoritnya. Setelah pesanannya datang, pria itu pun mulai membaca novelnya.


***


Dubai UAE, Gedung Pengadilan


Marisol Braga datang bersama dengan Nelson dan Nadya Blair dengan didampingi oleh Enzo Al Jordan dan Ayrton Schumacher yang membuat gedung itu tampak lebih mencekam dengan kehadiran dua Emir dari istana Al Jordan.


Publik akhirnya mengetahui alasan kenapa Emir Schumacher sampai turun tangan sendiri untuk membawa keempat oknum mantan agen federal itu. Keluarga Al Jordan tidak akan bertindak sejauh ini jika anggota keluarganya tidak disenggol.


Di pengadilan juga terungkap bahwa mereka berempat berencana untuk menculik Garvita jika tidak mau mengikuti cara mereka demi barang bukti yang ternyata diserahkan oleh Juan Pablo Luna dan Stephanie James ke Jubal Valentine yang merupakan agen FBI diluar circle mereka.


Semua catatan itu diambil dari barang bukti yang ditemukan oleh Bayu O'Grady. Sengaja Bayu memasangkan dirinya sebagai pihak yang menemukan barang bukti karena Abiyasa tidak mau nama Valentino Reeves muncul.


Menurut Abi, Bayu lebih bisa menjaga dirinya dibandingkan Valentino dan Hoshi tidak keberatan akan hal itu. Gasendra Schumacher yang melihat proses sidang di ruang kerjanya bersama dengan Ken Al Jordan hanya bisa menahan nafas saat jaksa penuntut umum Dubai juga memperlihatkan bagaimana dengan dinginnya Eduardo Palemo menembak kedua orang tua Gabriel tanpa berkedip dari rekaman CCTV yang sudah diperjelas oleh Shinichi dan Kedasih.


"Mas Sendra, aku tahu kita semua bisa menembak dengan cold blood tapi ini orang beyond dari kita! Bahkan mas Damian dan mas Bayu saja kalah!" komentar Ken yang baru saja pulang dari kuliahnya di Mohammed Bin Rashid University Of Medicine and Health Sciences.


"Damian masih panasan, mas Bayu juga. Bang Lukie dan Mbak Leia tuh yang jauh lebih dingin dari mereka berdua" ucap Gasendra.


"Yang penting Gabriel sudah pulang dengan selamat dan bersama Garvita lagi" senyum Ken.


"Ken..."


"Ya?"


"Kamu habis dari kamar mayat?" Gasendra menatap judes ke sepupunya.


"Memang kenapa?" cengir Ken tanpa bersalah.


***


Istana Al Azzam Keesokan Harinya


Nadya, Raine dan Radhi tampak asyik mengobrol di gazebo halaman belakang istana Al Azzam yang menghadap ke laut.


"Jadi senapannya mas Shin dipakai?" tanya Radhi sembari membalas chat dari teknisi Ferarri yang mengatakan akan ada setir baru yang lebih canggih. Minggu depan Radhi akan kembali ke Maranello dan akan berlatih di sirkuit pribadi milik tim balapnya yang bernama The Fiorano.


"Dipakai lho Rad! Kata mas Bayu, si Kungkang ketawa macam drakula bin gali Dul Somad!" ucap Nadya semangat.


Raine dan Radhi melongo mendengar cerita sepupunya yang super heboh. "Apaan itu Drakula bin Gali Dul Somad?"


"Drakula Betawi" jawab Nadya cuek.


"Kok bisa?" tanya Raine.


"Lha kalau Drakula aja kok kurang greget manggilnya jadi kenapa tidak kita kasih nama panjangnya?"


Radhi menggelengkan kepalanya. "Berapa perkara kamu bisa bikin nama macam itu? Memangnya si drakula sudah dibuatkan bubur merah putih pakai darah? Drakula itu kan dari Transylvania, bukan dari tanah Betawi Nadyaaa..."


"Ah Radhi diajak guyon kok ya angel temen tho yaaaa ( Radhi diajak bercanda kok ya susah sekali sih )" gerutu Nadya.


"Wis Wis... anaknya Bu Rahajeng kalau sudah keluar bahasa Jawa nya... Nad, elu tuh casing bule mulut Jawa. Kapriben ( gimana ) sih?" kekeh Raine.


"Lha elu juga sama!" gelak Nadya membuat ketiganya terbahak.


"Eh Nad, ngomong - ngomong itu Omar Zidane bukannya yang sempat ribut sama Bang Dante gara-gara rebutan mbak Leia?" tanya Raine.


"Iya. Memang kenapa?"


"Kayaknya dia masih suka sama mbak Leia deh" gumam Radhi.


"Kok tahu?"


"Semalam kan aku duduk di sebelahnya terus pas foto kita ramai-ramai di-posting di grup keluarga, mbak Leia komentar tuh dan Omar tanya 'itu foto Leia terbaru?'. Terus aku bilang iya dan aku tanya apakah Omar tidak memiliki nomor mbak Leia. Dijawab dia sendiri yang memblokir nya karena tidak mau mengganggu mbak Leia."


"Sampai segitunya?" Mata hazel green Nadya melotot tidak percaya.


"Hu um. Ya aku bilang saja, 'kamu memang tidak jodoh sama mbak Leia'. Dan cuma tersenyum tipis saja tuh Omar."


Nadya tampak tercenung. "Gue kira cuma cewek aja yang bisa patah hati parah, ternyata cowok lebih drama patah hatinya."


***


Bonus Keturunan Edward dan Stephen Blair



Generasi kelima



Generasi Keenam


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️