
Gaeesss... chapter ini khusus background Gabriel ya. Gegeran nya next chapter ... cuuuussss
Juarez Mexico, perbatasan Mexico City dan Texas.
"Kamu sekarang usianya berapa Jubal?" tanya Benji mengingat peristiwa itu sekitar hampir 15 tahun lalu.
"Saya berusia 43 tahun sekarang dan saat diminta mengurus kartel, saya baru lulus dari Quantico, baru 26 tahun."
"Dan sekarang kamu memutuskan untuk kembali ke FBI?"
"Belum tahu karena saya sudah MIA, mrs Smith."
"Bagaimana kamu bisa bersama Gabriel?" tanya Geun-moon.
"Saya melihat Gabriel didatangi oleh dua agen CIA itu, agen Jameson dan agen Roberts. Saya tahu Gabriel tidak tahu apapun tentang kedua orangtuanya."
"Apakah kamu menyelidiki Gabriel?" tanya Benji.
"Saya melacak Gabriel saat di Dubai. Dan dengan sedikit pendekatan persuasif di kedutaan Amerika Serikat dan mengetahui Gabriel sudah melepaskan kewarganegaraan Amerika nya menjadi warga negara UAE di bawah perlindungan Emir Al Jordan."
"And then?"
"Lalu saya berharap Gabriel tidak mencari tahu tentang kasus pembunuhan kedua orangtuanya dan setiap dia berusaha mencari tahu, saya menutupi. Hingga Gabriel berhenti sendiri dan saya melanjutkan penyelidikan tentang kartel. Saya menyamar... sangat dalam hingga saya berhasil mendapatkan semua rekaman saat Juan Pablo dan Stephanie James tiba ke Dubai bersama Gabriel..."
"Bagaimana rekaman itu bisa menghilang? Bahkan aku sendiri tidak berhasil mendapatkan!" gerutu Benji.
"Agen Jameson dan agen Roberts memiliki koneksi di NSA yang bisa melakukan apa saja termasuk mengambil rekaman CCTV pada saat penembakan itu berlangsung."
"Siapa nama agen NSA itu?" tanya Geun-moon sambil membuka ponselnya.
"Agen itu sudah tewas. Dia minta tambahan sebagai tutup mulut dan dibuat tewas karena kecelakaan sekitar lima tahun lalu."
"Damn!" umpat Benji.
"Lalu kamu menyusul ke London?" tanya Geun-moon.
"Setelah meletakkan bukti-bukti, saya masih di Brazil untuk mengurangi kecurigaan dan berusaha melacak Gabriel tapi selama dia di Dubai, aman. Disaat putri Emir kuliah di London, saya takut terjadi sesuatu apalagi dua tahun sudah saya memasang bukti-bukti itu... Dan Saya melihat dua agen CIA dan ABIN itu tertawa dengan Harland Rochester dan ketua kartel saat saya di Rio de Janeiro. Mereka berencana memancing Gabriel dengan nona Garvita sebagai titik lemahnya."
Geun-moon dan Benji terkejut. "Harland Rochester masih hidup?"
"Saya tahu keluarga anda dan FBI yang menyerahkan Harland ke kartel dengan anggapan mereka yang akan mengurus pria itu. Yeah right, mereka benar-benar mengurus nya dengan baik."
"Bagaimana mereka melacak Gabriel?" tanya Benji. "Damn it! Sama dengan sepertimu mencari tahu Gabriel..."
Jubal mengangguk. "Apalagi mereka kan agen aktif, Mr. Smith. Mereka sengaja memancing Gabriel untuk kembali ke Miami, dan berencana menangkap nya karena pasti anak ini penasaran mencari semua bukti-buktinya yang sudah aku pasang. Jika sudah mendapatkan, mereka akan membunuh Gabriel."
"Sebenarnya bukti yang mereka cari bukanlah buku besar kartel yang diambil oleh Jubal melainkan bukti mereka para agen federal terlibat narkoba dan kasus pembunuhan agen federal lainnya yang tidak aktif" ucap Gabriel.
"Ya, itu yang mereka cari sebenarnya apakah kamu tahu apa yang mereka tahu" sahut Benji. "Mereka ketakutan dengan perbuatannya sendiri."
"Anda benar Mr Smith."
"Jubal, setelah Harland kami serahkan, selama tidak mengganggu keluarga kami, kami tidak urusan" ucap Benji.
"Saya juga tahu sepak terjang keluarga anda Mr. Smith karena kalian selalu diradar oleh FBI saat di akademi. Sejujurnya, daftar hitam kalian banyak meskipun itu demi melindungi keluarga anda..."
Benji terbahak. "Pasti dari jaman generasi ketiga, keempat dan kelima."
"Jadi pada malam kamu pergi dari rumah Eagle?" Geun-moon menatap pria berdarah Brazil Amerika itu tajam.
"Saya mendapatkan pesan dari Jubal. Awalnya saya tidak percaya tapi Jubal meyakinkan saya bahwa kedua agen CIA itu akan berusaha membuat saya terpancing kembali ke Miami, ke rumah saya."
"Dan saya yang menjemput Gabriel di halaman belakang Kediaman keluarga McCloud" sambung Jubal.
"Dan kalian langsung terbang ke..."
"Perancis" jawab Gabriel.
"Paspormu tidak terlacak" jawab Benji.
"Pantesan!" sungut Benji. "Kalian langsung ke Perancis malam itu juga?"
"Iya. Kami memilih berangkat dengan kapal lintas Eropa dan ke Brazil melalui Paris."
"Apa yang kalian temukan di Brazil?" tanya Geun-moon.
"Banyak termasuk Harland Rochester."
"Jadi Harland membangun kerajaan narkobanya bersama dengan Kartel Brazil?" tanya Geun-moon.
"Benar. Meskipun kalian menghancurkan pabrik Mexico, tapi Harland sudah persiapan dengan membangun pabrik narkoba di Brazil."
Benji dan Geun-moon saling berpandangan. "Perlu kita hancurkan lagi, sayang?" tanya Benji.
"Tidak usah. Kalau yang ini, kita fokus dengan pelaku pembunuhan kedua orang tuanya Gabriel saja. Gimana Gab?"
Gabriel mengangguk. "Aku hanya ingin membalas perbuatan mereka."
"Urusan kartel, biarkan DEA dan polisi narkoba Brazil yang urus. Sekarang, bagaimana rencana kamu membalaskan dendam kamu?" Geun-moon menatap pria yang menjadi pengawal dan pacar keponakannya.
"Racun yang dipakai nona Raveena."
Geun-moon tersenyum smirk. "Mau kamu buat apa?"
"Empat agen federal itu semua AWOL ketika saya menghubungi tuan Ayrton. Dan saya melacak mereka hingga ke Mexico sini."
"Siapa yang di Mexico?"
"Eduardo Palemo alias Mule."
"Mule? Donkey? Keledai?" tanya Benji.
"Benar tuan Benji. Saya mendapatkan bukti bahwa dia yang membunuh kedua orang tua saya." Gabriel mengeluarkan foto dari map yang berada di meja. "Ini foto dari rekaman CCTV saat Eduardo Palemo menembak kedua orangtuaku. Wajahnya tampak jelas apalagi tuan Shinichi berhasil menajamkan hasil CCTV yang saya coba cari selama ini."
"Ahmed, kakek yang merawat kamu, dia juga terlibat kan?" tanya Benji.
"Terlibat tidak terlibat. Ahmed terlibat karena dia menjual narkoba dari kartel tapi dia tidak tega melihat Gabriel juga akan menjadi korban seperti kedua orangtuanya. Akhirnya Ahmed menyelamatkan nyawa Gabriel dan menyembunyikan dari radar CIA dan Kartel" jawab Jubal.
"Oke. Ini sudah aku bawakan sepuluh serum yang pernah diberikan Raveena ke Harland." ( Bisa Baca The Bianchis chapter Mafia Turin vs Kartel ).
"Apa ini Mrs Smith?" tanya Jubal.
"Serum bisa black mamba" jawab Geun-moon cuek membuat Jubal melotot.
"Bukan Jubal. Itu sebuah serum yang bisa membuat seseorang seperti mati padahal mati suri. Kasarannya, jantungmu melambat... sangat lambat hingga membuat orang mengira kamu mati dengan garis datar di monitor" kekeh Benji.
"Kalian mengerikan!" Komentar Jubal sambil menggelengkan kepalanya.
"Gabriel, kamu melacak Eduardo Palemo sampai sini. Oke dia duluan. Lalu yang tiga orang?" tanya Geun-moon.
"Masih aku lacak bersama dengan Jubal."
"Kalian berdua berhati-hati. Kapan kalian beraksi, kabari kami dan kami akan membereskan semuanya setelah kamu memberikan serum itu." Benji menatap Gabriel dan Jubal serius.
Keduanya mengangguk.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️