
Barton Arcade Manchester Inggris
Krisna datang dengan wajah menahan emosi yang tidak dia tutupi. Gabriel sendiri sudah melihat dari saat pria India itu masuk, auranya tampak tidak bersahabat.
"Garvita... Mintang di Brussels kan?" Krisna menatap dingin putri Emir Schumacher itu.
Tapi Garvita bukanlah gadis yang bisa diintimidasi begitu mudah. "Kamu tahu dari siapa?" balasnya santai.
"Raj."
Garvita dan Gabriel saling berpandangan. "Bagaimana bisa bilang mbak Mintang di Brussels?"
Apsarini melihat mata coklat Krisna seperti ada secercah harapan untuk bisa bertemu Gemintang. Sampai segitunya kamu mencintai mbak Mintang?
"Raj berada di Brussels dan dia seperti sangat mengenal Mintang. Pasti dia disana kan?"
"No. Mbak Mintang tidak ada di Brussels."
"Jangan bohong, Garvita. Please. Aku ingin bertemu dengannya."
"Buat apa? Ngajak rujuk? Apa kamu tidak melihat ada wanita yang mencintaimu sebesar kamu mencintai mbak Mintang." Garvita menatap dingin ke Krisna lalu menoleh ke Apsarini. "Aku kan sudah bilang."
"Tidak, Garvita. Aku hanya ingin meminta maaf secara langsung. Aku tahu Gemintang tidak mungkin mau kembali padaku... Aku sadar itu. Tapi setidaknya, berikan aku kesempatan untuk meminta maaf dan jika kami bertemu lagi usai pertemuan itu, setidaknya kami bisa bersikap biasa."
Garvita memicingkan matanya. "Apa bang Krisna yakin? Apa abang yakin tidak akan meminta mbak Mintang rujuk?"
Krisna diam saja.
"Jika Abang masih ada keinginan untuk meminta mbak Mintang kembali, lebih baik tidak usah bertemu. Lagipula, untuk masuk Belgia dan bertemu dengan mbak ku itu, harus ada ijin."
"Apa maksudnya Garvita?" tanya Krisna.
"Karena bang Krisna sudah tahu, jadi aku omong blak-blakan saja. Mbak Mintang memang di Brussels Belgia tapi dia berada dalam lindungan kerajaan Belgia. Ingat kan siapa yang berkuasa sekarang?" senyum Garvita membuat Krisna lemas.
***
Kediaman Natasha Neville dan Taufan Abisatya Malam harinya
"Jadi kalian bertemu dengan Sari yang bersama Krisna dan mereka berpacaran?" seru Jayde. "Oh my God! Anak itu bisa mikir nggak sih?"
Natasha dan Taufan sampai tidak bisa berkata apa-apa saking terkejutnya atas cerita Garvita dan Gabriel.
"Belum Tante. Dan aku yakin Oom Tristan juga tidak tahu apalagi kan sekarang sedang pergi ke Amerika kan?" jawab Garvita.
"Papamu sudah tahu?" tanya Taufan.
"Belum Oom. Aku tidak berani bilang sama papa. Tapi mbak Zee dan bang Sean sudah tahu karena tadi bang Krisna minta dihubungi ke mereka. Karena aku yang bisa menghubungi mereka ... Ya, hak istimewa adik ratu?" cengir Garvita.
"Jadi Krisna mau ke Brussels?" tanya Jayde.
"Mungkin tapi tadi ijin dari Bang Sean belum turun soalnya harus berbicara serius dengan Mbak Mintang. Bagaimana pun bertemu dengan Krisna akan membuka kejadian tidak mengenakan bukan?" Garvita menatap ke ketiga anggota keluarganya.
"Tapi, Nat, aku tidak terbayangkan jika semua keluarga besar tahu. Apalagi Oom Ashley dan Mas Haris. Sari kok nggak mikir dampaknya sih?" gerutu Taufan.
"Biar nanti aku bilang sama Tristan supaya kasih tahu ke Sari." Natasha menepuk paha suaminya.
"Mom, Sari itu anaknya nekad. Jika sudah punya karep..." Jayde menatap wajah cantik ibunya dengan sedikit cemas.
"Pelan-pelan Jayde. Coba nanti mommy ajak bicara Sari tapi memang harus pelan, kan kamu tahu sendiri Sari sudah tidak ada ibu dari kecil. Meskipun bukan suatu korelasi yang signifikan karena kasarannya mommy lah yang selama ini membantu membesarkan selama Oom Tristan sibuk..." Natasha tersenyum lembut ke putra dinginnya. "Tapi tetap saja berbeda antara Tante dan ibu kandung meskipun mommy sudah berusaha sama adilnya."
"Tante Natasha, jangan terlalu menyalahkan diri karena Sari sudah dewasa dan sudah tahu mana yang benar dan salah." Gabriel kali ini yang membuka suara. "Aku melihat sebenarnya Sari juga patah hati yang kedua kalinya melihat tadi Krisna tidak menutupi antusiasme nya tahu keberadaan Mintang. Dia berpikir sudah bisa membuat Krisna move on tapi dia salah. Krisna sampai detik ini masih belum bisa melepaskan pikirannya dari Mintang."
Taufan menatap pengawal yang merangkap tunangan Garvita. "Kamu benar, Gab. Tidak mudah melupakan seseorang yang kamu tempat kan di lubuk hati paling dalam. Seperti Tantemu ini..." Natasha melirik judes ke suaminya. ( Baca My Boyfriend is not a transgender chapter Natasha - Bonchap ).
"Mintang belum mendapatkan calon lagi?" tanya Jayde.
"Kata mbak Zee sih sering makan siang dengan saudara kembarnya bang Krisna ..."
Ketiga orang disana melongo.
"WHAAAATTTT!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️