
Tiga Hari Sebelum Pernikahan Juliet dan Romeo, di pesawat Al Jordan
Semua anggota keluarga Al Jordan minus Reyhan dan Paradina yang memilih tinggal di Dubai karena merasa tidak fit, sudah berada di dalam pesawat mereka yang akan membawa mereka ke Jakarta. Garvita tampak serius dengan ponselnya setelah pesawat berada di angkasa dan membuat Gabriel bertanya - tanya melihat gadisnya dalam mode serius.
"Kamu kenapa sayang?" bisik Gabriel takut-takut terdengar memanggil gadisnya 'sayang' oleh sang papa dan Gasendra.
"Mengatur strategi dengan mas V dan mbak Zee."
"Memang ada apa?" tanya Gabriel bingung. Ngapain gadisku bermain rahasia-rahasian.
Garvita tidak berbicara apapun namun menggamit Gabriel ke kursi paling belakang pesawat. Setelahnya mata biru gadis itu menatap serius ke kekasihnya.
"Kamu harus ikut!"
"Ikut kemana?" tanya Gabriel bingung.
"Ikut misi rahasia."
Gabriel terkejut. "Garvita, aku sudah lelah soal kemarin. Jangan kamu ajak lagi gedubrakan."
"Isshh ini beda, cumiiii! Jadi begini, mbak Mintang ingin kabur dari Krisna Rao."
Gabriel terkejut. "Kenapa? Bukankah baru saja menikah?"
"Banyak kejadian tidak mengenakan pokoknya dan mbak Mintang intinya ingin menenangkan diri. Jadi menurut mas V dan mbak Zee, kita yang akan membawa mbak Mintang pergi" jawab Garvita serius.
"Kita?Kita? Kenapa jadi kita sayang?" desis Gabriel emosi. Dia tidak mau disalahkan membawa kabur istri orang dan jadi gegeran tingkat dewa.
"Jadi...." Garvita menyampaikan rencana yang disusun oleh dirinya, Valentino dan Zinnia dengan dukungan penuh Ayrton dan Sean serta Haris dan Freya.
Gabriel hanya bisa melongo mendengar penjelasan Garvita yang menurutnya bakalan jadi gegeran di keluarga besar apalagi Gemintang masih istri sah Krisna Rao.
"Sayang, apa tidak bisa dibicarakan baik-baik antara Gemintang dan Krisna? Mereka sudah menikah dan sudah sepatutnya suami istri harus saling berkomunikasi dengan baik."
"Apa kamu betah hidup bersama dengan terpaksa?" Mata biru Garvita tampak serius.
"Maksudnya apa?"
"Apa kamu tahu kenapa mbak Mintang mau menikah dengan Krisna padahal Krisna lah yang membuat mbak Mintang selama di Singapura tertekan?"
Gabriel hanya bisa istighfar mendengar apa yang terjadi dengan Gemintang selama di Singapura. "Tapi kenapa keluarga kalian tidak bertindak?'
'"Karena mbak Mintang melarangnya supaya tidak terjadi geger di Singapura. Apalagi papa pernah gegeran juga di Singapura jadi keluarga kami diawasi ketat oleh pemerintah sana." ( Baca The Four Emirs ).
"Aku salut sama Mintang. Kuat mentalnya."
Garvita mengangguk.
***
Gasendra bersama dengan Ken dan Kalila menatap ke arah Garvita dan Gabriel yang tampak serius membicarakan sesuatu, akhirnya penasaran.
"Kalian juga sudah mau ikutan dengan Jules dan Romeo?" tanya Gasendra tidak tahan untuk tidak bertanya.
Duo G itu melongo ke arah Gasendra. "Yeeee mas Sendra Kepo!" ledek Garvita. "Makanya tho, cari pacar sana."
"Belum dapat yang cocok!" balas Gasendra.
"Gimana mau dapat yang cocok, Ndra kalau kamu kiblatnya mbak Zee dan mbak Dira" kekeh Ken Al Jordan.
"Shut up boneka Ken mantannya Barbie!" sungut Gasendra sebal. Ken hanya tertawa mendengar ejekan sepupunya.
Gasendra memang kagum dengan dua kakak perempuannya Zinnia dan Nadira yang menurut nya adalah gabungan keduanya adalah cewek idamannya. Ken, Radhi dan Damian tahu selera penerus Emir Al Jordan itu.
"Lha idamannya levelnya tingkat tinggi ya berat" sambung Kalila. "Fisiknya mbak Zee dan mbak Dira itu tidak ada yang bisa saingi. Aku tidak bilang kakak perempuan aku lainnya tidak cantik, semuanya cantik-cantik, tapi memang mbak Zee dan mbak Dira berbeda."
"Raveena, Deya, Nadya, Raine juga cantik tapi benar kata Lila, dua kakak perempuan kita itu cantiknya beyond deh!" timpal Ken yang juga saudara kembarnya.
"Aku nggak cantik gitu?" protes Garvita.
"Lu mah kagak, Gar. B aja. Yang bilang elu cantik paling cuma Gabriel" gelak Ken durjana. "Addduuuhhh!"
Wajah tampan Ken terkena lemparan bantal oleh Garvita. Ken pun tidak mau kalah dengan membalas melemparkan bantal namun dengan sigap Gabriel menangkapnya.
"Aaaahhh Gab, jangan kamu tangkap! Biar wajahnya Garvita kena timpuk!" protes Ken kesal.
"Masih untung bantal bukan sepatu wedges aku..." gumam Garvita pelan sambil melirik sang mama yang mode galak.
Mariana pun duduk kembali bersama dengan Ayrton dan tampak ngedumel ke suaminya. Karl dan Sabine hanya tersenyum mendengar keributan para cucunya.
"Ndra, serius tuh trio Kampret di blacklist Bang Sean?" tanya Ken.
"Katanya Bang Sean sih serius."
"Kalian itu jangan remehkan mas Shin. Mau diblacklist gimana pun juga, pasti bakalan bisa lolosnya!" kekeh Kalila. "Macam kalian tidak tahu otaknya parkir valet, patung arca dan Kungkang."
***
Hotel Mulia Jakarta
Garvita dan Gabriel pun mempelajari jatah kamar buat para sepupu yang memilih tidur di hotel. Kamar Garvita dan Gemintang dibuat Valentino beda sayap dengan Krisna.
Meskipun Valentino masih dalam perjalanan dari New York sebelumnya, pria tampan itu sudah berkoordinasi dengan Ethan, pengawal Hoshi yang ditugaskan mengurus akomodasi.
Kamar Gabriel dibuat bersebalahan dengan kamar Garvita dan Gemintang. Karena misi ini hanya segelintir orang yang tahu, maka mereka benar-benar harus penuh rahasia.
Garvita sendiri tidak mengatakan apapun pada saudaranya karena takut ada yang tanpa sadar keceplosan. Ketika sedang membongkar kopernya, suara bel di pintu membuat gadis itu terburu-buru membuka pintunya dan betapa terkejutnya melihat Gemintang dan Krisna berdiri di hadapannya.
"Kamar kamu jadi disini?" tanya Krisna lembut ke Gemintang.
"Iya."
"Ya sudah. Aku ke kamarku dulu" pamit Krisna.
"Bang Krisna sama siapa di kamar?" tanya Garvita basa basi.
"Oh sama Gasendra. Katanya rumah opa kalian penuh" jawab Krisna santai.
"Ya sudah. Sampai ketemu acara besok" senyum Garvita.
"Aku ke kamar dulu." Krisna mencium pelipis Gemintang lalu menyeret kopernya menuju kamarnya yang sayap timur.
Gemintang menatap kepergian Krisna dengan tatapan nanar. Garvita yang melihat itu hanya memeluk kakaknya.
"Kalau ragu-ragu, nggak usah dilaksanakan rencananya" bisik Garvita
"Nggak Gar. Aku ingin menghilang dulu. Menata hati, apakah lanjut dengan kondisi stagnan atau pisah."
Garvita melerai pelukannya. "Yuk masuk. Kita ngobrol di dalam" ajak gadis itu sambil menarik tangan kakaknya dan mengambil koper Gemintang.
***
Kamar Garvita dan Gemintang
"Jadi rencananya begitu?" tanya Gemintang.
"Iya. Jadi mbak, aku, mas V, mbak Zee dan bang Sean menyerahkan semuanya padamu mbak. Kalau mau mundur ya tak apa, lanjut ya sesuai dengan rencana."
"Aku sedikit galau saat tahu kalau Krisna rupanya dicoret dari keluarga Rao bahkan tidak mendapatkan warisan. Semua jatuh ke saudaranya."
"Mbak, apa kata psikolog pas mbak dan bang Krisna ketemu dengannya?"
"Berpisah untuk instrospeksi."
"Ya sudah. Mungkin tidak baik kesannya seorang istri meninggalkan suami tapi apa ya pada tahu sebelumnya, alasan apa yang membuatnya harus seperti itu." Garvita memegang wajah Gemintang. "Cantikmu hilang mbak, tampak tidak bahagia. Benahi mentalmu dulu, bahagiakan dirimu baru kamu bisa berpikir jernih."
"Kamu kok jadi dewasa sih Gar?"
"Kejadian di sekitar aku yang membuat aku menjadi lebih dewasa" senyum Garvita.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️