My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Mas Kawin Wow



Istana Al Jordan Dubai UAE


Hari ini adalah hari paling ditunggu Garvita dan Gabriel. Setelah melewati hampir sepuluh tahun bersama sejak Garvita berusia 13 tahun, akhirnya keduanya mengikat diri menjadi pasangan suami istri. Semua anggota keluarga besar Ayrton Al Jordan Schumacher pun sudah berkumpul menghadiri acara ijab qobul.


Yang menjadi berbeda adalah hadirnya para agen federal yang ikut mengawasi jalannya acara royal wedding Emir Al Jordan. Ayrton dan Enzo Al Jordan sebagai tuan rumah, hanya tersenyum smirk melihat agen CIA, FBI, MI6, BND dan BIN hadir disana diluar undangan yang diberikan Ayrton.


"Tampaknya setiap ada acara keluarga kita, bakalan diawasi Zo" ucap Ayrton sebelum acara ijab qobul ke adik sepupunya.


"Mereka takut kita bakalan ngamuk lagi mas." Enzo menatap Ayrton sambil tersenyum.


"Biarkan saja, anggap saja dikawal" sahut Direndra. Ketiga Emir bersaudara itu tersenyum ketika pangeran As'ad Khalid datang bersama dengan pamannya Pangeran Khalif dan putranya pangeran Zayyan.


"Assalamualaikum" sapa ketiga bangsawan dari Qatar itu.


"Wa'alaikum salam. Selamat datang di Al Jordan" balas Ayrton ramah.


"Oom Ayrton, apakah saya boleh menemui Garvita?" tanya Pangeran Zayyan yang sempat ada cerita dengan gadis itu.


Ayrton melirik ke arah Gasendra. "Sendra, tolong antar pangeran Zayyan ke kamar Garvita."


Gasendra yang mengenakan pakaian resmi Emir itu mengangguk karena tahu pangeran ini ingin menyelesaikan semua perasaan ke adiknya.


***


Kamar Garvita


"Diawasi? Kita diawasi?" tanya Garvita saat Kalila dan Raine berada di kamarnya.


"Iya, semua agen federal datang mengawasi acara kamu, mbak" ucap Kalila.


"Lha memang kita kurang pengawal?" celetuk Raine.


"Bukan begitu tapi karena kasus kemarin, kita jadi kena pengawasan semua agen federal. Tapi bagus sih tambah aman."


Suara ketukan di pintu kamar Garvita membuat para wanita di dalam menoleh. Raine pun berjalan untuk membuka pintu kamar Garvita.


"Mas Sendra, ada apa mas?" tanya Raine.


"Ada pangeran Zayyan ingin bertemu dengan Garvita." Gasendra menyingkirkan tubuhnya dan memperlihatkan pangeran Zayyan yang berada di belakang nya.


"Your highness. Sebentar, biar saya bilang sama Mbak Vita dulu" senyum Raine. Gadis itu pun menutup pintu untuk berbicara dengan kakaknya.


Gasendra menoleh ke arah Pangeran Zayyan. "Jangan macam-macam ya, Zayyan."


"No, Sendra. Aku hanya hendak mengucapkan selamat.


Tak lama pintu itu pun terbuka dan tampak Garvita dengan Raine serta Kalila keluar. Pangeran Zayyan tampak terkesiap melihat gadis itu mengenakan gaun pengantin yang indah.


"Garvita..." sapa Pangeran Zayyan.


"Pangeran Zayyan. Apa kabar ?"


"Alhamdulillah baik. Aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk mu ... " Pangeran Zayyan mengeluarkan sebuah kotak hadiah untuk Garvita. "Hadiah pernikahan."


Garvita tampak ragu-ragu untuk menerima dan menatap kakaknya. Gasendra mengangguk memberikan ijin kepada adiknya untuk menerima. Perlahan gadis itu menerima kotak berbungkus dengan kain beludru itu.


"Terimakasih" jawab Garvita.


"Sama-sama Garvita. We're good?" senyum pangeran itu.


"We're good."


Pangeran Zayyan mengangguk dan memberikan kode pada Gasendra kalau dia sudah selesai. Kedua pangeran itu meninggalkan ketiga gadis disana.


Garvita bersama kedua sepupunya pun masuk kedalam kamar lalu menutup pintunya.


"Buka mbak. Apaan isinya?" Raine tampak semangat ingin tahu.


"Pantas berat..." gumam Garvita.


"Emas 5kg kan ini?" bisik Kalila.


"Wow! Memang keluarga Qatar berbeda." Raine menatap kedua kakaknya.


***


Alexander hanya bisa pasrah saat diseret oleh sang kakak As'ad dan ayahnya Akhram Khalid ke sebuah bangunan tempat Dojo milik keluarga Al Jordan.


"Mau sampai kapan kamu ngerjain Lila?" hardik Akhram yang gemas dengan putranya main menyamar menjadi pengawal calon istrinya.


"Sampai Lila menikah sama aku, ayah."


As'ad dan Akhram hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Tenang ayah, anak bandel ini sudah pesan ruangan VVIP di rumah sakit kita di Qatar. Karena tahu, calon menantunya ayah, bukan gadis sembarangan. Dia bisa menghajar Alex tanpa ampun!" kekeh As'ad.


"Lex, kalau sampai Lila tahu .."


"Lila boleh tahu saat kami sudah melakukan ijab qobul" jawab Alexander tegas membuat kakak dan ayahnya melongo.


"Berarti kamu sudah siap kalau tidak ada malam pertama ya Lex karena kamu sudah pasti akan menginap di rumah sakit" seringai Akhram.


"Aku sudah siap lahir batin, Ayah" jawab Alexander kalem.


***


Ayrton Schumacher menjadi wali nikah putrinya sendiri sedangkan Gabriel karena sudah tidak ada kedua orangtuanya, diwakili oleh Pedro Pascal dan Dante Mancini sebagai pendamping nya. Saksi dari Gabriel adalah Benjiro Smith dan Luca Bianchi.


Dari pihak Garvita, ketiga Oomnya yang di Dubai menjadi saksi pernikahan bungsu Ayrton Schumacher. Ayrton pun menggenggam tangan Gabriel yang sebelumnya sempat terpesona dengan cantiknya calon istrinya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Garvita Pragnya Al Jordan Schumacher binti Ayrton Al Jordan Schumacher dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana para saksi?" tanya Imam Mesjid Dubai.


"SAH!"


"Alhamdulillah..."


Semua keluarga besar klan Pratomo melongo mendengar emas kawin yang diberikan Gabriel. Rumahnya di Miami dan 23kg emas sesuai dengan usia Garvita.


"Beneran deh! Demi anak Emir, Gabriel menabung buat mas kawin" kekeh Ken.


"Itu yang bagus!" sahut Radhi.


"Gemma minta apa kalau besok kamu melamarnya?" tanya Bayu.


"Rahasia lah!" senyum Gasendra sembari melihat ke arah Gemma yang duduk bersama kaum wanita. Tempat duduk para tamu undangan memang dipisah antara pria dan wanita membuat para suami bucin pun manyun tidak bisa bersama istrinya.


"So, apakah ada acara penggagalan unboxing?" tanya Dante.


"Tentu saja! Autodrome sudah aku sewa" cengir Radhi.


Semua saudara sepupu prianya langsung tersenyum lebar.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️