My Bodyguard Is My Boyfriend

My Bodyguard Is My Boyfriend
Raine Datang



Istana Al Jordan Dubai UAE


Garvita dengan telaten mengobati luka dan memar di lengan, bahu dan punggung Gabriel yang membuka bajunya. Gadis itu memajukan bibirnya saat melihat bagaimana brutalnya dia ternyata. Keduanya sedang berada di halaman belakang istana.


"Sakit Gab?" tanya Garvita.


"Tidak sesakit hatiku kau pukuli aku..." ucap Gabriel mendrama yang langsung mendapatkan keplakan dari tunangannya.


"Astaghfirullah! Kamu ketularan receh nya siapa sih!" sungut Garvita gemas.


"Keluarga mu lah!" jawab Gabriel sambil mencium pipi Garvita. "Aku merindukan mu, Garvita."


"Hmmphh... sekarang bilang kangen! Kemarin kemana! Main kabur demi gelut pindah negara!" Mata biru Garvita menatap tajam.


"Eh seru tahu!"


"Iya kamu seru, yang disini cemas Bambaaaanngggg!" hardik Garvita sambil menjewer telinga tunangannya.


"Aduuuh duh duh... Sayaaaannggg..." rengek Gabriel.


"Amboiiii! Yang bisa menyiksa dengan penuh semangat!"


Sebuah suara membuat keduanya menoleh dan tampak Raine Blair berdiri disana. "Enak dipenjara kan Bang? Daripada disiksa terus disini?" cengir putri bungsu Alaric Blair.


"Anda benar Miss Blair..." cengir Gabriel kembali ke mode pengawalnya membuat Garvita mencubit pipinya gemas.


"Oh ya ampun bang, kok ya tabah disiksa sedemikian rupa sih?" gelak Raine.


"Sudah kadung cinta, mau gimana?" jawab Gabriel sambil mengecup kening Garvita.


"Gombal mukiyo!" umpat Garvita membuat Raine terbahak.


"Kamu satu sel sama siapa sih kok bisa jadi receh begini?" tanya Raine sambil duduk di seberang pasangan itu.


"Dengan Damian, Omar Zidane dan Wira."


Raine memegang dagunya. "Padahal mereka semua tidak ada yang Gesrek!"


"Makanya itu aku bingung bisa ketularan siapa?" gumam Garvita. "Beda kalau satu sel dengan mas Shin-chan atau mas Bayu yang kadang asal njeplak."


"Tunggu sebentar, pas kamu disana, mas Bayu dan Bang Luke diinterogasi? Kamu juga?" tanya Garvita sembari memberikan kaosnya ke Gabriel yang segera mengenakan nya.


"Kami semua diinterogasi, Sayang. Termasuk para agen federal."


"Terus pada bilang apa?" tanya Raine.


"I want a lawyer ( saya mau pengacara )."


Garvita dan Raine hanya melengos. "Kalimat klasik!"


"Iya dong! Semua harus bilang begitu biar tidak dijadikan kambing hitam terus." Gabriel sedikit mengerenyit ketika bahunya yang kena gebuk Garvita lumayan njarem.


"Dih, gitu saja ngerenyit! Jadi cowok lah Gab!" cebik Garvita cuek.


"Memang kamu hajar pakai apa?" tanya Raine.


"Pedang Kendo" jawab Garvita.


Gabriel menatap Raine dengan tatapan horor. "Jangan diberikan ide, Raine."


Raine terbahak.


***


Garvita dan Gabriel benar-benar harap-harap cemas alias H2C karena sampai hari ini masih dilakukan sidang dengan acara keributan antara Lucas Syahputra, agen BIN dengan jaksa penuntut umum. Mereka semua bisa menyaksikan jalannya sidang karena Ayrton memakai CCTV kecil di jas nya.


"Lucas ini kok sepertinya kenal Hoshi" ucap Mariana.


"Lucas itu katanya cicit dari Irjen Manggala Syahputra. Putranya AKP Thomas Syahputra" jawab Gabriel.


"Owalaahhh... yang membantu Zee?" seru Sabine. ( Baca The Four Emirs ).


"Iya Oma. Yang mengurus kasusnya Zee waktu kecil itu ayahnya, sekarang anaknya jadi anggota BIN."


"Hebat ya masih muda sudah berprestasi. Mana beraninya sama dengan ayahnya pula" puji Mariana.


"Kira-kira sebelum kita menikah, apa sudah bisa out dari Hongkong kah?" Garvita menatap kedua opa dan Omanya.


"Semoga saja sayang" jawab Karl. "Kok opa yakik nggak lama Travis dan Steven akan membuat gebrakan yang bikin jaksa dan hakim tidak bisa bilang tidak untuk mendeportasi mereka semua."


"Apalagi Benji dan GM sudah datang bersama Marisol Braga yang merupakan perwakilan jaksa agung Amerika Serikat. Pasti dia juga membawa banyak barang bukti dari FBI" sahut Reyhan Al Jordan, ayah Enzo dan opa dari Ken serta Kalila.


"Rasanya aku pengen mitesi ( matiin ) semua kutu disana!" gerutu Paradina gemas.


"Oma, mereka tuh bukan kutu" gelak Garvita.


"Ben ( biarin - bahasa Jawa )!" balas Paradina sebal.


"Oma tuh... " kekeh Garvita.


"Semoga segera pulang. Oh, Mariana, bagaimana persiapan Garvita dan Gabriel?" tanya Sabine.


"Alhamdulillah sudah 70%. Kan anak-anak maunya simple, standing party dan tamu pun dipilih."


"Semua kerajaan di timur tengah diundang tapi kan?" tanya Sabine.


"Diundang Ma..." jawab Mariana.


"Bagus lah." Sabine tersenyum senang.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Maaf pendek. Insyaallah besok lanjut lagi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️